
Satu hari sebelumnya...
Seorang laki-laki keluar dari bandara dan menatap kota tempat kelahirannya itu.
"aku kembali ke sini. Aku akan membuat kenangan buruk yang telah kalian berikan kepadaku dan adikku jadi kenangan indah dan buruk untuk kalian keluarga Erlangga"ucapan lelaki itu menatap langit yang sangat cerah saat itu.
Dia pun melangkahkan kakinya masuk ke mobil dan menuju ke tempat tinggalnya.
"aku akan membalas apa yang telah keluarga kalian perbuat ke keluarga kami"ucap laki-laki itu menatap layar handphonenya.
Next skip...
Riri sedang mencari buku untuk menyelesaikan tugasnya itu dan akhirnya dia menemukan buku itu dan akan mengambilnya tapi sebuah tangan lebih dulu mengambilnya. Riri pun menoleh kearah orang yang ada dibelakangnya. Ternyata orang itu adalah Revan. Riri kesal karena Revan menjailinya. Revan tersenyum menggoda ke kekasihnya itu.
"Sayang!, bikin kaget saja tahu. Aku kira orang lain, kalau bukan kami pingin aku omelin itu orang, malah ternyata kamu"ucap Riri yang mendapat senyuman khas dari Revan. Riri merasa kesal dengan senyuman Revan itu.
"karena aku bukan orang lain yang kamu maksud, jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang sayang. Hem..."ucap Revan semakin mendekati Riri dan mempersempit pergerakan Riri.
"Revan, berhenti"ucap Riri menghentikan Revan yang semakin menyudutkannya.
"gak mau tuh"ucap Revan semakin menggoda Riri yang semakin terpojok.
"kalau kamu gak mau berhenti. Aku teriak nih"ucap Riri mengancam kekasihnya itu.
"teriak saja, makin seru nanti"ucap Revan masih menggoda kekasihnya itu.
"Revan"melas Riri ke Revan yang langsung berhenti dan mengecup pipi Riri. Riri terkejut karena Revan berhasil menggodanya. Revan tersenyum melihat ekspresi terkejut kekasihnya itu.
__ADS_1
Riri pun langsung meninggalkan Revan terlebih dahulu. Revan yang melihat ekspresi malu-malu kekasihnya itu pun tersenyum.
.
.
.
.
.
"Setelah ini kita jalan keluar ya sayang"ucap Revan yang diabaikan oleh Riri yang berjalan mendahului.
Revan mengejar Riri yang berjalan cepet menghindarinya. Revan pun memegang tangan kekasihnya itu dan membuat menatapnya.
"aku gak marah kok"ucap Riri yang tidak menatap kearah Revan. Revan pun mengarahkan wajah Riri ke dirinya. Mereka pun saling bertatapan. Revan tersenyum kearah Riri yang merasa canggung dengan tatapan yang Revan berikan padanya.
"kenapa kamu menghindari tatapanku"tanya Revan masih menatap Riri.
"terus kenapa kamu selalu menggodaku"ucap Riri mencoba memberanikan diri menatap Revan.
"karena aku suka ketika menggodamu"ucap Revan. Riri pun memukul kecil pundak Revan dan berjalan cepat menjauhi kekasihnya itu yang berhasil menggodanya.
Saat itu juga dia bertemu kenangan yang selama ini tidak bisa terlupakan. Kenangan indah yang sulit lupa dari ingatan. Sekarang dia berada dihadapannya dan menatapnya juga. Riri tidak bisa mengalihkan pandangannya itu dan tidak sadar ketika Revan memanggilnya berkali-kali.
"sayang"panggil Revan ke Riri yang tersadar. Riri pun melihat kearah Revan dan tersenyum. Tapi yang membuatnya terkejut, laki-laki itu berjalan tersenyum kearahnya dan menyapanya.
__ADS_1
"hai, Riri"sapa laki-laki itu ke Riri. Revan menatap tajam kearah laki-laki itu dan mengamatinya dari atas sampai bawah.
"hai, Derren"jawab Riri begitu berat mengucapkan nama itu. Dia sangat merindukan sosok laki-laki itu. Ingin sekali dia memeluknya dan mengucapkan beribu maaf padanya, karena tidak bisa berada disampingnya ketika di masa sulitnya itu.
"bagaimana kabarmu? Siapa laki-laki disampingmu ini?"tanya Derren ke Riri. Riri menatap kearah Revan dan Derren bergantian.
"Dia..."ucap Riri terpotong karena Revan mendahuluinya.
"saya Revan, Abercio Revan Pratnojoe. Saya kekasih Riri"ucap Revan menatap tajam kearah Derren yang hanya membalasnya dengan tersenyum.
Riri menatap Revan karena terkejut dan balik menatap kearah Derren yang tersenyum menatap Revan. Dia merasa bingung dengan keadaan yang dia hadapi saat ini.
.
.
.
.
.
NEXT ON...
Jangan lupa buat mampir kecerita author yang lain ya Gengs...
Jangan lupa juga untuk like, comment, vote and Rate...
__ADS_1
Beribu terima kasih Author berikan untuk para penikmat novel author๐๐๐