Harus Memilih

Harus Memilih
Hari Pertunangan Riri Dan Kevin


__ADS_3

Hari pertunangan Riri dan Kevin...


Zania Sudah berada di rumah Riri karena acara pertunangan akan dilakukan disana. Karena ini adalah acara private. Hanya orang-orang terdekat saja yang datang.


"Bisa gugup juga kamu ri"ejek Zania ke sahabatnya itu yang sebenarnya memang sangat gugup sekali. Karena acara pertunangan ini sebentar lagi dimulai. Kevin dan keluarga pun sudah ada disana.


"Abang Kevin sudah sampai tuh, jangan pingsan ya Ri nanti waktu tukar cincin"ejek Zania yang semakin membuat Riri melotot tajam kearahnya. Zania malah cekikikan setelahnya. Senang sekali dia menggoda sahabatnya itu.


"Apaan sih Ni? Sumpah jantungku gak bisa dikontrol bener sih. Tarik nafas buang, tarik nafas buang"ucap Riri yang membuat Zania ketawa akan tingkah sahabatnya ini.


"Gimana kalau aku cek Ri, takutnya kamu kena gejala jantung atau asma mendadak, hehe"ejek Zania lagi yang dilempari boneka oleh Riri. Karena posisi mereka sekarang berada dikamar Riri.


"huft, ni bocah emang ya, bukannya menenangkan malah makin di kompor-kompor. Beneran gugup nih gw"ucap Riri dan Zania pun tertawa. Sumpah lucu sekali muka Riri menurut Zania saat ini.


"Aku keluar sebentar kalau gitu ya, mau gangguin abang Kevin, jangan kencing dicelana lu ya hehehe"ucap Zania yang langsung diomelin sahabatnya itu.


"Awas saja kamu Nia, gangguin kekasihku"ucap Riri keceplosan yang dipandang Zania jail.


"Kekasih?....cie..."ucap Zania membuat pipi Riri jadi memerah dibuatnya.


"Sudah wah...sana kamu Nia, bikin aku malu saja ih ..."ucap Riri dan Nia pun keluar dalam keadaan senyum-senyum tidak jelas karena berhasil menjaili sahabatnya itu.


Zania Pov'


Aku berjalan melihat keadaan diluar ruangan kamar Riri dan aku lihat Kevin sedang mengobrol dengan beberapa orang disana. Aku pun menghampiri Kevin dan seseorang yang berada disampingnya itu. Ternyata orang itu adalah Derren dan teman-teman dokter lainnya. Kenapa Derren bisa hadir disini? Apa Riri mengundangnya? tapi itu tidak mungkin karena aku tahu daftar undangan itu. Atau Kevin yang mengundang Derren. Tapi Kevin tidak terlalu akrab dengan laki-laki itu.


Aku pun melihat sekeliling tempat acara ini. Untuk memastikan kak Revan belum datang, karena aku takut kak Revan akan melakukan hal yang tidak-tidak apalagi ada Derren diacara ini juga. Aku pun menghampiri Kevin yang lagi asik mengobrol.

__ADS_1


"Hai...seru amat sih, gabung boleh kali ya"ucapku berbasa basi dan mereka pun mengalihkan pandangannya kearahku.


Aku melihat Derren dan Kevin tersenyum kearahku.


"Boleh dong, mana bisa menolak doker cantik bergabung, biar semakin rame kalau ada Nia"ucap Kevin kepadaku dan Derren melihatku sangat serius. Aku merasa risih dengan tatapan laki-laki ini yang tidak mengalihkan pandangannya dari tadi.


"Basi lu Kevin, hehehe. Sudah sana kamu siap-siap Kevin acara mau di mulai tuh, jangan tegang-tegang amat ya. Kan masih tunangan belum ijab kabul" ucapku kesahabatku inu dengan ejekan khasku pastinya.


"Aku gugup tahu. Makanya tidak duduk disana, bentarlah kalau Riri muncul baru kesana"ucap Kevin yang kelewatan jujur itu dan membuatku tidak bisa menahan senyum. Aku melihat Derren masih menatapku.


"Kenapa Derren, cinta kamu nanti. Mandangin aku dari tadi, gak bosen apa?"ucapku memberanikan diri, karena aku merasa risih dengan tatapan yang dia berikan.


"Kan kamu sudah tahu dari dulu, kalau aku memang cinta sama kamu, Ni"ucap Derren yang membuatku melotot tidak percaya dengan ucapan laki-laki itu. Hal itu langsung membuat Kevin tersenyum melihat perubahan wajahku.


"Hahaha, iyakah. Kok kamu kesini bersama siapa?"tanyaku padanya mengalihkan pembicaraan tadi dan Derren tersenyum padaku karena tahu maksud dari ucapanku itu.


"Dia bersamaku Nia"ucap Kevin menimpal percakapan kami.


"Kami itu sering menjadi narasumber di setiap seminar, jadi karena ini orang enak diajak ngobrol dan lainnya ya seperti itulah kita bisa akrab iya kan Ren"ucap Kevin yang diangguki kepala oleh Derren pertanda setuju.


"Kalau begitu aku kesana ya, Riri sudah keluar, gugup bener ini, huft"ucap Kevin menyemangati dirinya sendiri dan berjalan kearah Riri dan orang tua mereka.


"Kamu semakin cantik Nia"ucap Derren masih menatap padaku. Aku pun menatapnya sekilas.


"Terima kasih"jawabku singkat.


"Dimana Revan?"tanya nya yang membuatku langsung was-was akan pertanyaan itu.

__ADS_1


"Kenapa dia menanyakan kak Revan sih"ucap Zania dalam hati.


"Kenapa kamu menanyakan kakakku."jawabku menatapnya yang juga menatapku dan mengarahkan tatapannya kearah lain setelahnya.


"Tanya saja. Ini kan acara pertunangan kekasihnya, maaf salah maksudnya mantan kekasihnya bukan"ucap Derren lagi tersenyum dan membuatku tidak suka dengan senyuman yang dia berikan.


"Jangan macam-macam dengan acara Riri kamu Ren. Awas saja kamu mengacaukan acara sahabatku"ucapku menatap tajam kearah Derren yang biasa menatapku. Dia tersenyum setelahnya.


"Siapa yang akan macam-macam. Aku tidak pernah berfikir seperti itu, yang aku khawatirkan itu kakakmu sayang"ucapnya yang menyentuh lembut pipiku dan aku pun menghempaskan tangannya itu. Dia hanya tersenyum kearahku.


Akupun meninggalkannya begitu saja setelah itu dan menghampiri kerumunan acara, karena acara pertunangan Riri dan Kevin segera dimulai.


Zania Pov' end


"Kamu akan menjadi miliku Zania"ucap Derren menatap Zania pergi dari hadapannya. Tanpa dia ketahaui dari tadi ada dua pasang mata yang mengawasi gerak-geriknya.


"Beraninya kamu menyentuh wanitaku Derren"ucapnya menatap tajam kearah Derren.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Like, comment, vote, rate ya. dan tidak lupa untuk cek cerita author yang lain.


SEEYOUNEXTTIME....💛💛💛


__ADS_2