
#Revan Pov'
Setiap manusia memiliki jalan ceritanya masing-masing, termasuk aku. Aku seorang laki-laki yang tidak bisa melupakan cinta di masa mudanya. Sungguh miris bukan untuk didengar.
Adikku menegur dan mengatakan jika, "dia" akan bertunangan dengan laki-laki lain. Aku hanya bisa tersenyum mendengarnya. Apa yang harus kulakukan, kalau memang dia memilih yang lain. Karena aku hanyalah masa lalu untuknya.
Aku pun masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuh ini ke kasur. Tiba tiba aku mulai flashback ke masa mudaku bersamanya.
*Flashback on...
"Kalau kamu masih seperti ini, lebih baik kita putus saja."ucap gadis itu dengan tatapan kesalnya.
"Dikit-dikit kamu minta putus, kamu kenapa sih yang. Salahku dimana?"tanyaku tidak terima dengan pernyataannya kekasihku waktu itu.
"Ini semua karena fans-fans kakak. Mereka menerorku kak, mereka mengancamku. Aku terusik aku nggak bisa tenang dalam belajar. Maka dari itu, lebih baik kita putus."ucapnya lagi yang membuatku mencerna setiap kata yang terlontar itu.
"Atau ada faktor lain dan kamu mengkambing hitamkan mereka. Bukan karena Derren kan?. Aku sering melihatmu jalan dengannya. Kamu selingkuh Ri"tunjukku menatap dingin Riri. Riri yang mendengar argumenku mantap bingung.
"Selingkuh?, dengan Derren?. Dia hanya mengantarku pulang. Kenapa kak Rev berfikir lebih dari itu!"jawab Riri marah karena tuduhan Revan padanya.
"Aku pun juga sering melihat kakak, jalan sama teman temen cewek kakak. Tapi aku tidak pernah mempersalahkan hal itu!. dan kakak nggak tahu kan para fans fanatic kakak itu seperti apa. Hidupku gak tenang kak, karena pacaran sama kakak"ucap Riri lagi, meluapkan semua emosinya.
"Kamu selalu membawa-bawa para wanita itu. Tapi faktanya kamu pingin balikan sama laki-laki itu. Dia mantan pacarmu Ri, aku tahu. Aku tahu kalian pernah pacaran cukup lama. Aku tahu semua itu. Jadi jangan kamu membuat alasan dengan menuduh wanita-wanita itu. Karena sebenarnya itu adalah inginmu. Iyakan!!!"ucapku mulai kesal.
"Terserah kak Revan mau bilang apa saja. Intinya kita putus"ucap Riri yang meninggalkanku sendiri penuh banyak pertanyaan.
Aku yang melihat kepergian Riri, tanpa sadar membanting barang yang ada didepanku. Aku pun langsung mengambil tas dan kunci mobilku dan mengendarai mobilku meninggalkan kampus itu dalam keadaan marah.
Aku mengendarai mobilku sampai ke basecamp tempatku kumpul dengan teman-temanku. dan disana sudah ada Devan dan Rifky.
"Mukamu kemana si Van, gitu amat. Lagi marahan sama Riri"ucap Devan padaku.
"Pusing aku sama wanita itu. Dia yang terciduk selingkuh sama Derren, tapi dia menyalahkan aku dan minta putus"ucapku duduk dengan gusar. Rifky yang mendengarnya, menganalisis permasalahanya itu.
"Derren?"ucap Rifky tersenyum sinis mendengar nama laki-laki itu disebut.
"Ya sudah sih. Gak usah ambil pusing. Banyak cewek yang antri mau jadi pacarmu"ucap Rifky menggodaku saat ini.
"Tapi aku gak terima, karena dia yang mutusin aku"ucapku kesal jika mengingat apa yang barusan terjadi.
"Aku pun tidak terima, ketika sepupu aku digangguin sama fans fanatic kamu Van. Lebih baik hubungan itu diakhiri saja lah"ucap Rifky sambil tersenyum senang menggoda kearahku sampai membuatku jengah dengan tingkahnya.
"Bener si Van, kata Rifky. Sedenger aku dari Nia, fans fanatik mu itu, meneror Riri. Jadi kamu harusnya lebih perhatian ke Riri, bukannya malah nyudutin dia sama cowok playboy cap teri itu. Kamu tahu sendiri kan, dia itu teman mereka"ucap Devan tiba-tiba berbicara kepadaku. Sungguh hal ini semakin membuatku merasa kesal.
__ADS_1
"dan kamu tahu sendiri kan Dev, Si Derren itu mantan Riri. Gak mungkinlah mereka hanya temenan saja. Pasti perasaan diantara mereka akan tumbuh lagi"ucapku tidak mau kalah.
"Capek ya ngomong sama the famous kampus, terbiasa disanjung sama cewek-cewek fanatik, jadi dikasih saran gak mempan"ucap Devan yang di iyakan oleh Rifky.
"Ya kamu juga Ky. Fans kalian berdua itu fanatic semua. Pacar mu si Bella saja, jadi over banget, tapi untung sih tu Bella kebal. Tapi sayang si Riri sudah nyerah, gak kuat sama fans fanatik Revan"ucap Devan lagi yang langsung ketawa membicarakan diriku yang ada dihadapannya.
Rifky pun melempar Devan dengan bantal yang ada dikursi itu karena ucapannya.
"Wow....kayak kamu saja gak ada masalah sama pacarmu Dev. Gimana tuh adik gemes, masih marah. Besok kan kamu berangkat ke Landon"ucap Rifky balik menggoda Devan yang kembali dilema akan permaasaahnha dengan Zania.
"Reseh kau, ky. Ada abangnya tuh, disitu. Kena cincang kau ngomongin adiknya"ucap Devan mencoba mengodaku yang sedang berfikir.
"Dia saja ngomongin sepupuku."ucap Rifky lagi
Aku yang mendengarkan dua sahabatku yang saling ber argumen itu pun meninggalkan mereka. Aku pun pulang kerumah dan menemukan Zania yang sedang ngambek.
"Mukamu kenapa sih dek, senep tahu gak dilihatnya"ucapku yang ikut duduk disamping Zania.
"Muka kakak juga kenapa sih. Habis di putusin Riri ya"ucap Zania masih dengan ekspresi yang sama.
"huft....kakak juga sih. Cewek itu perlu diperhatian kak, minta disayang. Tapi sekali kakak perhatian ke Riri, fans kakak langsung bar-bar kayak orang makan mie dengan cabe 1kg, Ngeri. Jadi cowok itu jangan sok cuek, syukurin ditinggal. Awal pacaran saja sayang-sayang, sebulan kemudian langsung bar....bubar...bubar...bodo amad, aish..."ucap Zania kembali ke mode cemberutnya.
"Seharusnya dia ngomong donk. Bukan jalan sama mantannya"ucapku yang mulai jengah.
Aku pun mengambil handphoneku dan mencoba menelphon Riri dan ternyata diangkat.
Hallo aku perlu bicara _ucapku dingin melalui telphon
Riri lagi mandi_suara laki-laki
Siapa ini_tanya Revan yang sudah mulai emosi.
Derren_ucap laki-laki sambil tersenyum senang.
Revan pun langsung melempar handphone nya karena sangat emosi dengan semua itu.
#Revan Pov' end
#
Ditempat Riri...
"Siapa tadi, kamu mengangkat handphoneku!!"ucap Riri menatap tajam Derren.
__ADS_1
"ehm...pacarmu"jawab Derren santai.
"Kamu bilang apa sama dia"tanya Riri menatap tajam kearah Derren.
"Bilang kalau kamu lagu di kamar mandi, bener kan jawababku?"ucap Derren sambil mengunyah makanannya.
"Setelah ini, kamu pulang dech. Ngapain sih main ke rumah orang, ganggu saja"ucap Riri. Posisi mereka ada diruang tamu rumah Riri.
"Sama tetangga sendiri gitu amat sih Ri."ucap Derren.
"Ngapain juga kesini, masih ngarep sama aku. Maaf ya playboy kayak kamu mah pergi saja lah ke ujung laut"ucap Riri mulai sebal karena Derren ada dirumahnya.
"Idih PD amat sih. Kamu kali yang rindu sama aku, terus ngarep balikan. Tahu sendiri aku makin ganteng kan"goda Derren ke Riri dan tanpa mereka sadari Revan telah sampai di rumah Riri dan melihat percakapan yang intens antara mereka berdua.
"hah!!!, benerkan kamu memang genius. Dasar wanita munafik"ucap Revan yang langsung pergi dan dikejar oleh Riri sedangkan Derren menikmati pertunjukan yang ada.
"Kak, tunggu kak, dengerin dulu"ucap Riri yang tidak terima dengan ucapan Revan itu.
"Apa!!!, mau bela diri lagi dan menyalahkan semuanya padaku hah!!!, kamu minta kita putuskan, Kita putus, sesuai inginmu"ucap Revan meninggalkan Riri yang tanpa sadar Riri menangis mendapatkan perlakuan seperti itu dari Revan.
"Kamu yang gak bisa ngertiin aku Van. Kamu yang terlalu sibuk dengan urusanmu"ucap Riri dan membuat Revan berhenti.
"Kamu tidak pernah mempercayaiku. Karena semua yang aku katakan adalah bohong bagimu. Kamu lebih percaya dengan wanita-wanita itu dari pada aku. Perhatianmu pun sangat menyakitkan bagiku. Ini memang yang pantas, laki-laki sepertimu seharusnya mencari yang sepadan. "ucap Riri yang langsung masuk kedalam rumahnya. Derren pun keluar dan melihat Revan menatapnya tajam.
"Laki-laki populer itu susah ya. Susah mempertahankan Hubungan."ucap Derren tersenyum mengejek dan pergi meninggalkan Revan yang masih marah.
.
.
.
.
.
Hallo Gengs....part ini saya buat khusus untuk Revan dan Riri ya
Jangan lupa untuk membaca cerita Author "Menjaga Hati", RECOMENDED banget ya Gengs.
Jangan lupa juga untuk like, comment, vote dan juga Shere ke teman-teman kalian, jika kalian suka dengan cerita-cerita Author.
Terima kasih sekali lagi untuk para Gengs setia.....💛💛💛💛
__ADS_1
SEE YOU NEXT TIME*.....