Harus Memilih

Harus Memilih
IML (Aku Tidak Mengerti)


__ADS_3

Menatap langit yang sangat cerah hari ini. Warna biru muda dengan putih yang saling bercampur begitu indah. Sebuah kejadian yang tidak di ketahui akan terjadi.


"kak?"panggil Zania ke Revan yang masih fokus dengan play stik nya. Zania merasa kesal karena panggilannya tidak ditanggapi itu pun langsung mengambil playstic yang kakaknya pegang. Revan menoleh kearah adiknya itu kesal.


"ada apa sih adikku yang paling cantik"ucap Revan kesal karena Zania mengganggu aktivitasnya.


Zania tiba-tiba ngambek tidak jelas dan membuat Revan mengerutkan dahinya melihat sikap adiknya itu.


"Devan kok gak ada kabar sih kak"ucap Zania yang langsung dipandang kesal oleh Revan. Revan pun menarik Stic game yang ada di tangan Zania dan kembali melanjutkan gamennya itu.


"kak..., kakak kan sahabatnya. Kakak pasti tahu dong kabar kak Devan"ucap Zania memelas ke Revan yang jengah dengan sikap Zania itu.


"gak tahu kakak dek, telphon dong. Jangan Devan terus yang nelphon kamu"ucap Revan ke Zania.


"ih...gak mau lah gengsi tahu kak. Masa iya cewek nelphone cowok duluan"ucap Zania lagi.


"makan tuh gengsi. Sudahlah jangan ganggu kakak"usir Revan. Zania merasa kesal dengan Revan dan langsung keluar dari kamar Revan dan masuk ke kamarnya.


Zania menatap kelayar handphonenya dan melihat contack nomer Devan disana.


"Hem...masa iya aku nelphon duluan, gak lah gengsi tahu"ucap Zania yang langsung meletakan handphonenya itu dimeja dan dia pun tertidur.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Dikampus...


Zania sangat buru-buru karena dia terlambat masuk ke kelasnya. Dia pun tidak sadar jika dia menabrak seseorang dan membuat buku-buku yang dia bawa jatuh berserakan di lantai.


"ceroboh banget sih"ucap Zania yang langsung mengambil buku-bukannya itu. Dan seseorang yang ditabraknya itu pun membantu Zania mengumpulkan buku-bukanya itu.


"Terima kasih"ucap Zania menatap laki-laki tersebut dan ternyata dia adalah Devan.


"Sayang"panggil Devan yang diabaikan Zania.


"kamu marah sama aku"ucap Devan lagi dan Zania menghentikan langkahnya. Zania pun menghampiri Devan dan dengan sengaja memukul kecil pundak Devan.


"kenapa kamu gak ada kabar"ucap Zania spontan. Devan yang mendengar ucapan Zania pun langsung memeluk kekasihnya itu. Zania memukul kecil kekasihnya itu.


"maaf sayang. Kamu tahukan tahun-tahun ini adalah tahun sibuknya aku"ucap Devan menatap Zania dan Zania menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"dan aku tahu aku salah karena tidak menghubungimu selama ini. Karena aku tidak ingin membebani fikiranmu dengan masalahku sayang"ucap Devan lembut ke kekasihnya itu.


"kamu ada masalah apa sih, seharusnya kamu berbagi masalah itu ke aku Dev"ucap Zania menatap kearah Devan.


"semua itu sudah beres kok. Kamu jangan khawatir ya. Oh ya kamu harus segera masuk ke kelas"ucap Devan ke Zania.


"Hem, setelah aku selesai kelas. Kamu tungguin aku di kantin. Awas saja kamu gak ada disana. Gak ada jelaskan kamu jam 10 pagi"ucap Zania.


"gak ada sayang. Iya aku tunggu disana"ucap Devan mencubit kecil hidung Zania.


"oke aku kekelas ya sayang"ucap Zania meninggalkan Devan dan Devan menatap kepergian Zania.


Zania sangat senang sekali karena orang yang dia rindukan Minggu lalu sudah dia temuinya lagi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


NEXT ON...


__ADS_2