Harus Memilih

Harus Memilih
Kejujuranmu


__ADS_3

Devan yang mendengarnya merasa marah dengan ucapan yang terlontar dari Rifky. Zania yang melihat Devan akan memukul Rifky pun berusaha menghalanginya dan malah mengenai Zania yang langsung tersungkur ke lantai. Devan dan Rifky yang melihat hal tersebut pun sama-sama kagetnya.


.


.


.


.


.


Suasana menjadi sangat sunyi setelah kejadian tadi. Devan menatap sedih kearah Zania yang sedang dikompres bagian wajahnya oleh Rifky. Zania sekolah melihat kearah Devan yang menunduk tidak berani menatap wajahnya.


"udah ku, biar aku sendiri"ucap Zania mengambil alih konpresan tersebut. Devan melirik sekilas kearah Zania dan kembali menunduk. Sedangkan Rifky masih diposisi sama menatap menyesal melihat apa yang telah terjadi kepada orang yang dia sayang.


"aku tidak tahu apa yang membuat kalian berdua seperti ini. Yang aku tahu kalian berdua berteman baik dan tidak seharusnya berdebat hingga akan berkelahi didepan ruangan pasien. Kalian tidak tahu tempat atau memang disengaja"ucap Zania melihat kedua laki-laki itu yang menunduk tak berani menatap wajah Zania.


"dan aku harap, kalian bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik"timpal Zania lagi.


"oh iya, aku perlu bicara berdua dengan Devan, bisa kamu menyukai meninggalkan kami berdua, ky"ucap Zania lagi.

__ADS_1


"oke"ucap Rifky menatap dalam kearah Zania yang juga menatap teduh kearah Rifky yang kelihatan sangat khawatir padanya.


.


.


.


.


.


"aku tidak pernah melihat ekspresi wajahmu yang seserius ini Dev. Siapa wanita yang dirawat itu. Wajahmu memancarkan kecemasan yang tidak pernah aku lihat selama ini"ucap Zania langsung setelah Rifky meninggalkan Zania dan Devan berdua.


"kamu tidak ingin menjawab pertanyaanku. Oke, aku tidak akan mempersalahkan hal itu, karena ini juga bukan urusanku. Tapi aku berharap kamu tidak melakukan hal seperti itu lagi. Karena kamu tidak seperti kak Devan yang aku kenal"ucap Zania lagi yang langsung berdiri ingin meninggalkan Devan yang langsung tiba-tiba berbicara dan menghentikan langkah dari Zania.


"Jesicca Sanjaya, dia adik Derren. Dia yang membuat kamu mengalami kecelakaan mobil saat itu"ucap Devan menatap kearah Zania yang juga menatap kearahnya. Zania mengingat ketika kecelakaan itu terjadi dan nyawanya hampir saja melayang.


"kenapa dia ingin melakukan hal itu padaku, sedangkan aku tidak mengenalnya"ucap Zania menatap Devan dengan mengontrol perasaannya saat ini.


"dia temanku saat di London, aku menceritakan semuanya tentangmu padanya. Aku tahu dia ada perasaan padaku, tapi aku hanya ingin memperjelas hubunganku dengannya hanya sebatas sahabat, lebih tepatnya adik dan kakak. Tapi aku tidak menyangka dia akan berbuat hal seperti itu padamu Ni"ucap Devan mendekat kearah Zania dan memegang pundak Zania.

__ADS_1


"terus apa yang telah kau perbuat padanya dev. Kenapa keadaan dia bisa seperti itu, seharusnya kamu tidak melakukan hal seperti itu padanya, kamu bukan kak Devan yang aku kenal"ucap Zania melepaskan pegangan tangan Devan yang berada dipundak Zania.


"kak Devan yang aku kenal, tidak akan pernah menyakiti wanita, karena dia sangat menghargai wanita. Dan kamu bukan Devan yang aku kenal. Sejahat-jahat nya dia, dia tetaplah seorang wanita"ucap Zania menatap nanar kearah Devan yang juga menatapnya sedih.


"aku hanya tidak ingin melihat orang lain menyakitimu Ni. Aku tidak ingin ada orang lain yang buat kamu terluka. Kamu tahu apa yang aku rasakan saat diberitahukan bahwa kamu sudah menikah dengan sahabatku sendiri, hatiku sakit ni. Kekasihku yang ku titipkan jaga kepada sahabatku dan dia malah menikahinya dan lebih parah lagi dia menyakitinya. Kamu tahu apa yang aku rasakan saat itu, aku menyesal karena mendengarkan egoku untuk ninggalin kamu ke Landon" ucap Devan menatap mata Zania tajam.


"Aku selalu menyesali semua yang telah aku lakukan padamu ni, aku menyesal menyia-nyiakan dirimu. Kamu tahu aku sangat mencintaimu dari dulu hingga sekarang. Perasaan ini tidak akan pernah hilang, meski hatimu bukan untukku lagi Ni. Dan aku sudah berjanji pada diriku sendiri setelah melihat dirimu terbaring lemah saat itu, aku tidak akan pernah memaafkan orang-orang yang menyakitimu, kamu tahu itu"ucap Devan memegang erat kedua tangan Zania dan Zania hanya menundukan kepalanya.


"tapi itu salah Dev, aku gak ingin kamu seperti ini"ucap Zania menatap Devan bersedih. Dia tidak menyangka cinta Devan sebegitu dalamnya kepadanya, hingga melakukan hal diluar logika dari Zania. Lelaki lugu, manis, baik seperti Devan berubah karena hal seperti ini. Zania menyalahkan dirinya karena semua ini.


.


.


.


.


.


**Sekian dulu ya, lanjut besok lagi, jangan lupa ikutin ceritanya terus,meskipun ceritanya ngalir ngidul🤭, semoga bisa menghibur kerinduan kalian pada cerita author (ngarep ya author)😁😁

__ADS_1


See you next time gaes


Terima kasih atas dukungannya selama ini♥️♥️♥️**


__ADS_2