Harus Memilih

Harus Memilih
Ingatan Masa lalu IV


__ADS_3

Zania dan Riri masih setia di gazebo untuk menyelesaikan tugas kelompok mereka. Sedangkan Derren dan Revan sudah pergi karena ada urusan masing-masing. Dari Revan yang harus menghadap ke dosen karena pengajuan judul tugas akhirnya dan Derren mengurus perpindahannya di kampus ini.


"Ri, aku gak mau ikut campur dengan urusanmu. Tapi, aku merasa kamu harus jujur ke kak Revan. Kamu tahu kan, kak Revan itu seperti apa dan kamu tahu sendiri kan fans fanatik kak Revan seperti apa. Jadi semoga saja, hal ini akan baik-baik saja. dan dia jugakan hanya masa lalumu"ucap Zania yang sedikit segan untuk mengucapkan hal tersebut. Riri hanya menundukan kepalanya dan kembali mengetik laporan tugasnya itu.


"kita ke cafe langganan kita saja yuk, cari tempat yang tenang. Disini terlalu banyak fans fanatik kakakmu"ucap Riri dan Zania pun mencari apa yang dimaksud Riri dan benar saja. Ada kelompok yang tidak dia sukai itu berada di gazebo samping mereka. dan tatap itu meneju kearah Riri dan Zania tajam.


"kak Revan!!!"ucap Zania merasa kesal. Zania dan Riri pun pergi dari tempat itu.


"cewek kayak dia jadi kekasih Revan. Matanya Revan ditatoh mana sih"ucap kesal Sefiani, perempuan yang selalu mengejar-ngejar Revan.


"bener itu. Cantikan juga kamu Sef, anak cupu seperti dia pakai cara apa sih"ucap Dian teman se-geng. Stefani menatap cemburu kearah Riri yang semakin menjauh.


.


.


.


.


.


Di cafe...


Zania masih berkutik dengan laptopnya dan Riri datang dengan membawa pesanan mereka.

__ADS_1


"thanks Riri"ucap Zania dan dibalas ajukan jempol dari Riri.


"aku belum siap Ni, bicarain ini ke Revan. Nanti kalau dia salah paham giman"tanya Riri ke Zania. Zania pun menghentikan aktivitasnya itu dan menatap Riri.


"lebih baik jujur deh. Kakakku yang pemalas itu pasti lebih seneng, dari pada kamu sembunyikan, kakakku bakal akan tahu dari fans-fans nya dia yang tidak menyukaimu."ucap Zania dan Riri mencoba berfikir.


"gimana kalau aku minta dia kesini saja sekarang"ucap Riri lagi yang langsung mendapat pelototan dari Zania.


"selesaikan tugas kita dulu ya sayang. Aku gak mau dapat nilai C gara-gara telat kumpulin tugas. Batasnya jam 12 malam loh. Harus segera kirim email kita"ucap Zania yang langsung mendapatkan anggukan dari Zania.


Beberapa jam kemudian...


Tugas Zania dan Riri pun sudah selesai dan Zania langsung pamit balik ke Riri. Riri pun menunggu kedatangan Revan. Beberapa menit kemudian Revan datang dan menghampiri Riri yang tersenyum kearah Revan.


"sudah selesai tugasnya"tanya Revan yang langsung duduk disamping Riri. Riri pun menganggukan kepalanya.


"gak imut tahu"ejek Riri karena melihat ekspresi yang dibuat-buat Revan.


"kok gitu"ucap Revan.


"karena kamu gak cocok imut"ucap Riri mencubit gemas kedua pipi kekasihnya itu.


"nah godain deh. Aku balik godain nanti ngambek"goda Revan ke Riri.


"sudah deh, aku pesenin makan seperti biasa saja ya"ucap Riri yang langsung diangguki oleh Revan.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Riri membawa makanan yang dia pesan.


"kok cuma pesan satu. Kamu gak makan. Oh mau makan satu piring berdua nih"goda Revan ke Riri yang langsung mencubit pinggang kekasihnya itu. Revan pun tertawa.


"aku sudah makan tadi sama Nia. Kamu makan dulu saja"ucap Riri melihat kearah Revan. Revan pun langsung menyantap makanannya itu.


"yang"ucap Riri ke Revan yang masih menikmati makanannya.


"Hem"jawab Revan.


"kamu ingat Derren, laki-laki tadi bukan"ucap Riri lagi dan Revan menganggukan kepalanya dan lanjut makan.


"dia mantan kekasihku, meskipun tidak ada kata putus dari hubungan kami, tapi aku hanya menganggapnya masa laluku. Aku hanya ingin jujur dengan Van, karena aku tidak ingin ada yang aku sembunyikan dari"ucap Riri yang di tatap oleh Revan dalam.


.


.


.


.


.


NEXT ON...

__ADS_1


Jangan lupa like, coment, vote, and Rate,💛💛💛


__ADS_2