
Rifky Pov'
Aku sedang fokus mendengarkan salah satu pagawaiku menjelaskan rancangan proyek yang akan segera dijalankan. Ruangan rapat ini sangat tegang karena aku yang memimpin nya langsung. Namun tiba-tiba terdengar notifikasi dari handphoneku dan tidak tahu menahu aku pun membukanya. Padahal aku terkenal disiplin disini. Saat aku melihat layar handphoneku, ternyata ada yang mengirim pesan padaku, aku pun segera membukanya karena ini pesan darinya.
_Ada yang ingin aku tanyakan padamu_Zania. dan membuatku tersenyum. Hal itu menjadi tatapan aneh diruang rapat ini.
_Ingin tanya apa_balasku
_Aku tidak bisa menanyakan melalui seluler. Aku ingin bertemu denganmu_ Zania. Entah kenapa aku senang dengan pernyataannya ini.
Aku melihat orang-orang di ruangan rapat menatapku, karena ekspresi wajahku diluar jangkauan mereka. Aku pun mengakhiri rapat ini dan keluar dari ruangan itu dan menuju ke ruangan ku dan membalas pesan darinya.
_Ingin bertemu dimana_jawabku membalas pesan darinya.
_Lokasinya akan aku Shere ke kamu. dann untuk waktu, aku mengikuti jadwal kamu. Karena aku tahu kamu orang yang sibuk_Zania
_Oke, bagaimana jika hari ini saja_balasku kepadanya.
Tiba-tiba seseorang menggangu aktivitasku dan dia adalah sekretarisku.
"Permisi pak, ini saya hanya mengingatkan jam 17.00 bapak bertemu klien dari Singapure buat bahas masalah perusahan X di Singapure pak"ucap sekretarisku itu.
"Hari ini saya tidak bisa karena ada urusan mendadak, tolong kamu menemui klien itu bersama Sandi asisten saya"ucapku dingin ke sekretarisku itu.
"Baik pak kalau begitu saya permisi"ucapnya yang lalu pergi setelahnya.
Aku pun kembali berkutik dengan handphoneku dan membalas pesan yang sempat tertunda. Aku pun membuat janji dengannya untuk bertemu jam 19.00 dan dia menyetujuinya. Aku pun menyelesaikan pekerjaanku yang ada sembari menunggu waktu berputar dan pulang ke rumah untuk bersiap-siap.
.
.
.
.
.
Di Cafe...
Aku melihatnya duduk menungguku sembari menikmati coffe yang dia minum.
__ADS_1
"Lama menunggu?"tanyaku padanya yang dibalas senyuman olehnya. Senyuman yang sangat aku rindukan itu.
"Tidak terlalu"ucapnya sedikit canggung padaku. Aku tahu itu, tapi aku berusaha menghilangkan kecanggungan antara kami berdua.
"Apa yang ingin kamu tanyakan padaku"tanyaku langsung to the point padanya. Dia terdiam dan mengangkat wajahnya menatapku, sejuk sekali melihat wajahnya begitu dekat seperti ini.
"Kamu sudah makan?"ucapnya yang malah menanyakan hal itu padaku.
"Belum, kamu sudah?"tanyaku balik.
"Kalau begitu kita makan dulu saja ya"ucapnya yang langsung memesan makanan untuk kami berdua.
Dia memakan dengan sangat anggun dan membuatku tersenyum karena bisa makan berdua dengannya lagi. Meskipun aku dengannya jarang makan bersama.
"Kamu kesini sendiri, tidak dimarahi oleh Revan dan papa?"tanyaku, karena aku tahu setelah kejadian itu, dia tidak diperbolehkan membawa mobil lagi oleh orang tuanya.
Jika mengingat kejadian itu, aku selalu menyalahkan diriku sendiri. Karena keegoisanku dia dan anakku celaka.
Dia menatapku dan menjawab pertanyaanku padanya.
"Aku diantar sama pak Joko"ucapnya kembali melanjutkan makannya.
"Kamu sekarang sangat kurus ya Ky"ucapnya padaku dan ku balas hanya dengan senyuman untuknya.
"Hem...seperti inilah"ucapku tersenyum dan melihat kearahnya.
"Hem...aku mau menanyakan sesuatu padamu. Dan aku ingin kamu jujur padaku"tanyanya yang langsung menatapku.
"Apa yang ingin kamu tanyakan? dan aku akan jujur padamu"ucapku dan dia pun tersenyum.
"Kak Revan dan Riri. Sebenarnya hubungan mereka sampai saat ini itu apa? karena yang aku tahu mereka sudah putus cukup lama"ucapnya padaku dan membuatku menghela napas berat.
"Itu yang ingin kamu tanyakan padaku?"tanyaku padanya dan dia menganggukan kepalanya, meminta penjelasan dariku.
"Kamu tahu sendiri, seperti itu hubungan mereka"jawabku yang mendapat tatapan tajam darinya.
"Kamu janji padaku ingin jujurkan. Aku tahu kamu sangat dekat dengan mereka Ky. Kamu pun pasti mengetahui apa masalah sebenarnya diantara mereka bukan?. Karena aku melihat kak Revan seperti itu ke Riri"ucapnya yang membuatku terganggu karena perubahan sikapnya yang sangat khawatir.
Tanpa sadar aku menggenggam tangannya dan dia menatapku.
"Kamu jangan khawatir Nia. Aku kenal Revan dan Riri. Mereka hanya perlu waktu untuk menyadari apa inti permasalahan mereka."ucapku kepadanya.
__ADS_1
"Tapi mereka sudah menyelesaikan masalah itu Ky. dan disisi Riri sudah ada Kevin, Aku tidak ingin mereka bertiga saling menyakiti. Tolong beritahu aku, apa masalah mereka. Aku hanya ingin mereka bahagia"ucapnya lagi.
Aku pun menceritakannya, karena aku tahu Zania orang yang tidak bisa dibohongi dan akan selalu mencecar banyak pertanyaan padanya hingga semua itu terjawab kan.
"Jadi maksudmu, semua ini karena Derren. dan kak Revan dipengaruhi olehnya"tanyanya padaku.
"Aku juga tidak tahu jelas. Karena Derren inti semua permasalahan ini. Tapi untuk masalah lainnya aku tidak tahu Nia. Kita tidak berhak ikut campur untuk masalah orang lain"ucapku kepadanya.
"Mereka bukan orang lain ky. Mereka kakak dan sahabatku. Jadi salah satu penyebabnya adalah Derren, kenapa dia melakukan semua itu?"tanyanya padaku dan aku bingung menjawabnya.
"Denger Nia. Aku tahu kamu khawatir dengan mereka. Tapi kamu juga harus mengkhawatirkan dirimu sendiri"ucapku dan tanpa kami ketahui ada seseorang yang kami kenal dan mengejutkan kami berdua. Dia adalah Revan dengan seorang wanita sedang menuju kesebuah club' seberang cafe.
"Kak Revan!"ucap Zania yang langsung keluar dari cafe itu. Aku pun mengejarnya dan membayar makanan yang telah kami makan.
Zania menghampiri Revan yang sudah masuk ke club' itu dan aku menyusulnya.
"Stop! kita keluar"ucapku menariknya menjauh dari tempat ini.
"Gak. Kenapa kak Revan datang ke tempat seperti ini Ky"ucapnya yang membuatku menariknya keluar. Aku tidak ingin dia memasuki tempat seperti itu.
"Kenapa kamu memaksaku keluar, kak Revan ada didalam!"teriaknya padaku.
"Dengerin aku Nia. Dengerin!!!, aku yang akan masuk kedalam dan menyeret Revan keluar. kamu tunggu oke"ucapku padanya dan dia pun menurut.
Aku mencari Revan dan menemukannya sedang bercumbu dengan salah seorang wanita disana. Aku tahu sahabatku suka memesan ruang VIP disalah satu club' ini. dan hal inilah yang tidak disukai Riri dari Revan.
"Hay Ky"sapanya padaku.
"Ada yang perlu aku bahas, kita keluar"ucapku padanya.
"Disini saja"ucapnya dan kubalas sunggingan senyum dariku.
"Nia ada diluar, menunggu penjelasan dari kakaknya. Yang kelihatan orang baik diluar tapi buruk sebenarnya"ucapku yang dibalas tawaan darinya yang langsung memanda tajam kearahku.
"Kamu memberitahu adikku. dan mengataiku laki-laki buruk. Kita sama ky!!"ucapnya yang langsung keluar dari gedung itu dan menemui Zania. Aku mengikutinya dari belakang.
Rifky Pov' end
Revan melihat adiknya diluar gedung club' itu. Zania menatap wajah kakaknya nanar, dia tidak menyangka kakaknya yang terlihat baik baginya, menyukai dunia malam seperti ini.
NEXT ON
__ADS_1