
#Bella pov'
Setahun setelah kepergian kami dari Indonesia. Ada yang berbeda dengannya namun statusku saat ini sudah jelas. Aku telah menikah secara hukum dengannya, tapi aku tidak memiliki hatinya lagi.
Aku menyadari itu ketika dia meninggalkan wanita itu. Dia bukan Rifky yang aku kenal. Rifky yang selalu tersenyum padaku dan bermanja padaku telah hilang. Dia kembali menjadi Rifky yang dingin.
Aku tahu semua yang aku lakukan selama ini salah, karena aku serakah untuk memiliki yang bukan hak ku. Tapi disisi lain, aku tidak bisa kehilangan dia karena aku sangat mencintainya dan ada anak kami, Azka.
Ketika aku mendengar wanita itu keguguran pun, aku merasa bersalah akan semua yang telah aku lakukan padanya. Karena aku juga merasakan hal sama dengan wanita itu. Benar!?, aku juga pernah keguguran saat perjalanan aku Ke Landon, kabur dari Indonesia untuk menghindari ancaman tuan Mario, ayah dari Rifky. Aku merasa bodoh akan kecerobohanku.
Beberapa Minggu kemudian, Rifky menyusulku dan secara tidak langsung dia mengetahui aku keguguran.
Aku ingat dimana Rifky menyalahkan dirinya dan diriku atas meninggalnya anakku. Padahal kenyataanya dia bukan anak Rifky melainkan anakkku dan Derren. Dari sini aku merasa bersalah kepada Rifky karena membohonginya. Tapi, disisi lain ada sifat serakah dan egoisku, karena tidak terima akan semua ini. Aku sangat egois, karena tidak inginku kehilangan Rifky dari pandanganku.
Aku melakukan berbagai cara untuk mendapatkan Rifky seutuhnya. Aku memang wanita licik dan egois, aku memberikan sedikit alcohol dosis tinggi yang aku masukan diminuman Rifky, hingga dia tidak bisa mengontrol diri. Aku dengan lancangnya menggodanya, hingga aku dan Rifky melakukan hal yang tak seharusnya dilakukan. Skip....
Beberapa bulan kemudian aku hamil. Aku merasa bahagia, karena segala hal licik yang aku rencanakan berhasil dengan mudahnya dan tumbuh janin di rahimku. dan Sebuah kejadian yang tidak pernah aku bayangkan adalah Rifky melamarku setelahnya. Apakah ini hari keberuntunganku.
"Menikahlah denganku?!, maaf terlambat dan maafkan aku membuatmu menunggu"ucap Rifky. Aku sangat terharu akan semua ini, karena Rifky bersikap romantis padaku.
Aku tidak bisa berkata-kata lagi dengan refleks aku menganggukan kepalaku dan dia memasangkan cincin itu dijariku dan setelah itu memelukku.
__ADS_1
Aku tahu, aku jahat dengan mengikat Rifky dengan benang takdir ini, tapi aku mencintainya dan tidak ada yang boleh memilikinya selain aku. Kalian boleh mengecapku egois, tapi itu memang inginku.
Aku sangat bahagia saat itu. Tapi kebahagiaanku hilang saat Rifky harus kembali ke Indonesia untuk mengurus perusahaan ayahnya.
"Aku harus pulang ke Indonesia, kamu jaga anak kita. Setelah urusanku disana selesai, aku akan kesini dan kita akan menikah setelah anak ini lahir"ucapnya padaku.
"Aku percaya padamu ky, aku percaya kamu tidak akan meninggalkanku lagi"ucapku dan dia memelukku dan setelah itu pergi.
Sudah berbulan-bulan dia tidak ada kabar dan tiba-tiba mengabari tidak bisa datang karena urusan yang belum kelar. Aku pun tidak ingin egois. Aku tahu dia sibuk, karena dia anak satu-satu nya dalam keluarganya.
Hingga Aku melahirkan seorang diri tanpa Rifky yang tidak bisa datang karena terikat ayahnya. Aku tahu dia merasa bersalah akan semua ini, tapi aku bersyukur, aku bisa melahirkan seorang anak yang sangat tampan seperti ayahnya, orang yang aku cintai.
Hingga 3 tahun kemudian aku kembali ke Indonesia bersamanya. Dengan tujuan , untuk memberitahukan ke ayahnya soal aku dan anakku. Namun semua itu sirna ketika tuan Mario sakit dan harus di rawat. Rifky memintaku menunggu dan aku tidak ingin egois lagi, karena aku tahu dia tidak akan meninggalkanku.
"Biar aku sama Azka tinggal di apartemen, kamu bersama ayahmu dan jaga ayahmu, dia membutuhkanmu ky"ucapku ke Rifky.
"Terima kasih sayang, telah mengerti aku. Aku harus ke RS. ayah menungguku"ucapnya memberikan kecupan di keningku dan mencium anak kami.
Tapi tanpa disadari hal yang terduga terjadi. Rifky di jodohkan dengan seorang wanita dan aku mengingat siapa wanita itu. Dia Zania, wanita yang hampir merebut Rifky dariku, dia adik Revan. Aku benci kenyataan ini, karena harus terikat kembali dengan wanita itu. Aku harap Rifky tidak menyetujui perjodohan itu, tapi kenyataanya dia menyetujuinya. Aku sangat marah saat itu, aku tahu Rifky menyukai Zania, tapi aku tidak bisa menerimanya. Dia adalah ayah anakku, aku tidak ingin anakku bernasib sama sepertiku yakni mengalami broken home. Sakit rasanya membayangkan hal tersebut.
"Kamu menerima perjodohan itu, kamu tidak memikirkanku dan Azka ky, kamu egois, aku benci kamu ky, aku benci"teriakku menghancurkan segala macam yang ada di hadapanku. Rifky berusaha menenangkan ku.
__ADS_1
"Tenang sayang, tenang. Aku tidak menghianatimu dan Azka. Aku akan tetap mencintaimu dan anak kita. Hanya kalian yang ada di hidupku. Wanita itu tak akan bisa menggantikannya"ucap Rifky yang membuatku tersenyum senang. Aku merasa menang dari wanita itu lagi dan aku merasa bersyukur karena pernikahan itu hanya sebentar, dan lebih tepat saat ini akulah istri Rifky secara hukum dan agama.
***
Aku tahu aku salah, dan aku tahu Rifky tidak memiliki perasaan lagi padaku, dengan caranya mengabaikanku dengan kerja lemburnya. Tapi dari situ dia masih mempedulikan Azka dari kesibukannya saat ini.
Rifky menyibukan dirinya selama setahun ini, sekali dia pulang, dia hanya mempedulikan Azka tanpa mempedulikanku. Inginku marah tapi aku menahannya karena Azka akan melihatnya. Aku tidak ingin memberikan dampak buruk ke anakku.
Dia pulang, wajahnya pucat, aku tahu dia kurang tidur. Sebenarnya aku merasa sedih karena dia menyakiti diri sendiri. "Segitu cintakah kamu dengannya ky, begitu pedihkah kamu kehilangan mereka. Disini ada aku dan Azka juga ky" ucapku pada diri sendiri dan mengelap kilas air mata yang keluar yang membasahi pipiku.
Aku menghampirinya dan mengambil tasnya. Dia pun tersenyum dan menanyakan keberadaan Azka.
"Azka dimana?"tanya nya.
"Dia di kamar, sudah tidur. Kamu mandi saja dulu, aku panasin makanannya"ucapku yang hanya di jawab anggukan kepala olehnya. Dia langsung menuju ke kamar Azka. Aku menatapnya dengan tatapan menyakitkan.
Seperti inikah rasanya, diabaikan oleh orang yang di cintai. Aku tidak ingin diabaikan lagi, sudah cukap orang tuaku mengabaikanku dengan ego mereka. Aku tidak ingin anakku bernasib sama denganku. dan lebih tepatnya aku tidak ingin diabaikan lagi. Dia adalah miliku dan akan tetap menjadi miliku. Aku akan melakukan berbagai cara agar dia melupakan wanita itu.
***
#Next on, ditunggu ya gengs*
__ADS_1