
Rifky sedang mensurvey keadaan salah satu mall milik keluarganya. Tanpa di duga dia melihat Zania bersama dengan Riri dan ada seorang laki-laki yang tidak asing baginya, Derren.
Tanpa aba-aba, dia menghampiri mereka bertiga dan menarik Zania keluar dari lingkaran itu. Riri yang melihat itu berusaha mencegahnya.
"Rifky lepaskan, Nia...!!"ucap Riri yang dipandang tajam oleh Rifky dan membuat Riri tidak bisa berkutik. Sedangkan Zania bingung dengan apa yang di lakukan Rifky padanya. Derren yang melihat itu, menyunggingkan senyumnya sambil meminum santai minumannya.
"Ternyata belum bisa lupa!"ucap Derren yang mendapat tatapan tajam dari Rifky dan Riri. Sedangkan Zania bingung dengan maksud perkataan mereka.
"Diam kamu Derren!. Kamu yang nggak pantas berucap seperti itu. Ky, kali ini aku titip Zania ke kamu, tapi jangan macam-macam kamu dengannya"ucap Riri yang malah membuat Zania makin bingung saja.
"Ada apa sih sama kalian, aneh. Lepasin kak!"ucap Zania ke Rifky yang malah di bawa Rifky keluar dari gedung itu.
"Kamu dengar ya Derren, kamu kira aku sama Rifky selama ini bodoh. Kami tahu kelakuan kamu dengan Bella. Untung saja Rifky masih menghargai Azka sebagai anaknya, kalau nggak? nghak tahu lagi deh nasib Bella, kekasih tersayang kamu. Ups....sorry mantan kekasih kamu, lebih tepatnya yang rela meninggalkan kamu demi Rifky, saingan kamu."ucap sinis Riri.
"Mantan kekasih?. Terserah Rifky mau apakan Bella, aku nggak peduli, yang aku pedulikan selama ini adalah Nia. Aku cuma pingin main-main dengan kekasihnya Rifky, yang ternyata cukup bodoh untuk didekati. dan aku akan menghancurkan hidup Rifky yang telah membuat Zania seperti ini. Harusnya dia bahagia dengan wanita bekasku itu...hehm"ucap Derren tersenyum sinis.
"Jika kamu berani dekat-dekat dengan Nia, kamu berhadapan dengan aku Derren. Karena laki-laki macam kamu, itu nggak pantas untuk temanku"ucap Riri menatap Derren tajam.
"Nggak pantas? atau jangan bilang kamu belum bisa lupain aku kan?!, makanya kamu masih jomblo sampai saat ini"ucap Derren yang mendapatkan tatapan tajam dari Riri.
Riri tahu Derren orang seperti apa, dia tidak bisa membiarkan Derren mendekati Zania bagaimanapun caranya.
Di lain sisi, Zania di bawa masuk kedalam mobil Rifky dan membuat Zania mendengus kesal karena kelakuan Rifky padanya.
"Kenapa sih kak, lepasin!. Kayak anak kecil tahu nggak"ucap Zania yang menatap Rifky dengan marah, malah di tatap balik Rifky yang tatapan itu, tidak bisa diartikan.
Zania yang ditatap balik pun jadi salah tingkah dibuatnya.
"Matanya dikondisikan dong. Gitu amat ngelihatnya"ucap Zania yang malah membuat Rifky tersenyum dibuatnya.
"Lebih baik kamu lupa"ucap Rifky yang malah membuat Zania tanda tanya.
"Maksudnya?"ucap Zania.
"Jangan pernah dekat sama laki-laki tadi, dia bukan orang yang baik untuk kamu"ucap Rifky menghidupkan mobilnya.
"Mau kemana kak, mobilku gimana?"ucap Zania karena mobilnya ada di parkiran.
"Biar nanti diantar karyawankuu dan kamu harus ingat kata-kataku tadi"ucap Rifky melihat sekilas kearah Zania dan fokus kembali menyetir.
"Kenapa kakak peduli, kakak saja waktu itu ninggalin aku!. Nggak ada kabar?. PHP in pula?. Berarti kakak, laki-laki yang nggak baik juga dong. dan lebih lucunya kita ketemu dalam status, kakak sudah beristri dan punya anak"ucap Zania yang kaget diakhir kalimatnya, karena Rifky mengerem mendadak mobilnya.
__ADS_1
Zania melihat ke arah Rifky untuk memakinya karena mengerem mendadak itu. Tapi dia urungkan ketika Rifky memeluknya. Jantung Zania berdetak sangat keras, bekerja lebih cepat dari biasanya dan dia bisa merasakan detakan jantung yang sama dari Rifky.
"Kak, ini salah, lepaskan"ucap Zania mencoba melepaskan pelukan Rifky itu.
"Maafkan aku yang telah membuatmu seperti ini. Sebesar itukah kamu membenci pernikahan itu hingga melupakanku dan anak kita. Jika itu yang membuatmu bahagia aku mendukungmu melupakan semua tentangku, tapi bagaimana dengan anak kita" ucap Rifky dalam hati yang terbuyarkan karena Zania berucap.
"Kak, Zania sesak"ucap Zania dan Rifky melepaskan pelukannya.
"Maaf"ucap Rifky memijat pelipisnya.
"Baperkan kakak, itu yang pernah aku rasakan saat kakak memberikan perhatian ke aku, seperti saat ini juga. Kakak itu punya banyak salah ke Nia, minta maaf mah nggak cukup, beliin Nia bunga"ucap Zania manja.
"Kok bunga?"ucap Rifky tersenyum.
"Aku selalu mimpi di beri bunga sama laki-laki tapi realitanya nggak ada yang kasih aku bunga. Jadi kak Rifky beliin aku bunga ya, untuk tanda minta maaf"ucap Zania menampilkan deretan giginya membuat Rifky tersenyum melihat.
"Jika aku bisa melihatmu tersenyum seperti ini, aku bahagia dan menerima kamu melupakanku"ucap Rifky dalam hati.
"Disana ada yang jual, aku beli dulu deh"ucap Rifky keluar dari mobilnya dan Zania menatap Rifky dari dalam mobil.
"Aku tahu siapa laki-laki dalam mimpiku yang memberikan bunga kak, itu kakak. Tapi kenapa kakak ada dalam mimpiku sih dan siapa pula anak itu"ucap Zania frustasi sambil acak rambutnya.
Zania merapikan rambutnya ketika melihat Rifky memasuki mobil.
"Kak, kakak yang pilih sendiri bunga ini"tanya Zania.
"Tadi ada anak kecil, bilang aku harus ambil bunga ini, katanya paduan yang bagus, dan menurutku cantik, seperti kamu yang sedang tersenyum"goda Rifky.
"Memang cantik dari lahir sih kak"ucap Zania mulai kepedeannya dan malah membuat Rifky tersenyum mendengarnya.
"Kakak tahu nggak apa arti dari dua bunga ini?"tanya Zania yang dijawab gelengan kepala dari Rifky.
"Kalau dua bunga ini digabungkan artinya itu aku tidak ingin melupakanmu, karena aku menyayangimu"ucap Zania dan membuat suasana di mobil semakin canggung.
"eh....kakak kan nggak tahu artinya, jadi jangan difikirkan kak dan terima kasih atas bunganya. Sekarang anterin Zania pulang, udah jam segini, waktunya Nia terapi"ucap Zania.
"Kamu melakukan terapi?"tanya Rifky
"Papa mama, yang minta Riri buat terapi Nia, Nia nggak paham, padahal Nia normal-normal saja, nggak gila, gak stres, apalagi depresi"ucap Zania membuat Rifky terdiam kembali.
"Ya udah aku antar pulang ya"
__ADS_1
***
Sampailah mereka dirumah Zania dan Rifky langsung pamit pulang. Beno melihat anaknya diantar oleh seseorang pun menanyai Zania.
"Diantar siapa?"tanya Beno setelah Zania masuk rumah,
"Kak Rifky pa"ucap Zania biasa.
"Rifky dari keluarga Erlangga?"tanya Beno memastikan dan di jawab anggukan dari Zania.
"Ngapain dia nemuin kamu, jangan pernah bertemu dengannya lagi dan bunga itu buang"ucap Beno mengambil bunga yang dipegang Zania lalu membuangnya.
"Papa kenapa sih, Nia juga nggak akan dekitin kak Rifky, dia kan sudah punya isteri dan anak"ucap Zania yang malah semakin membuat darah Beno memanas.
"Sudah punya isteri dan anak, bagus sekali. Dewi...!!"panggil Beno ke isterinya yang membuat Zania bingung dengan sikap papa nya yang berubah.
"Ambil kunci mobil Zania dan bilangin ke anakmu ini, mulai besok dia diantar jemput pak Joko!!!"ucap Beno.
"Papa itu kenapa sih,ma. Kok tiba-tiba marah gitu"ucap Zania melihat kearah bunga yang sudah di hancurkan oleh Papanya.
"Kamu pulang sama siapa, sampai Papa marah seperti itu"tanya Dewi mencoba menenangkan anaknya yang masih syok.
"Kak Rifky, memang salah ma, aku saja baru ketemu kak Rifky setelah 6 tahun lamanya. Tapi kok papa benci banget sama kak Rifky, sampe segitunya"ucap Zania.
"Papa bener sayang. Dia nggak baik buat Nia, jadi jangan bertemu dia lagi ya"ucap Dewi.
"Maksud mama, gimana sih, nggak baik gimana. Orang ketemu saja jarang. Papa mama aneh deh. Kalian menyembunyikan sesuatu dari Nia kan. Kenapa Nia harus melakukan terapi setiap hari, terus nggak boleh ketemu kak Rifky, kenapa ma"ucap Zania yang tidak ada jawaban dari Dewi. Zania yang masih kesal langsung masuk kekamar dan menguncinya.
"Kalian menyembunyikan sesuatu dariku dan aku tidak mengetahuinya"ucap Zania.
.
.
.
.
.
NEXT ON....
__ADS_1
Jangan lupa like, comen, vote
tidak lupa cek cerita novel Author yang lain "Menjaga Hati".