
Aku bermimpi tentang seorang anak kecil menghampiriku dan mengatakan padaku untuk tidak mengkhawatirkan nya.
Aku pun bertanya padanya, "dimana orangtuamu" dan dia tidak menjawabnya tapi menunjukku dan setelah itu menunjuk seseorang di belakangku. Aku ingin menoleh dan melihat siapa itu, tapi anak kecil ini menarikku dan mengatakan untuk memaafkan dia.
Aku bingung dengan maksud ucapannya. Dia membawaku menjauh dari orang di belakangku. Aku pun bertanya padanya lagi "kita mau kemana dik?" dia tersenyum kearah ku dan membawaku kesebuah taman yang dipenuhi dengan Bunga anyelir. Sungguh indah dengan banyak sekali warna disana.
Anak itu tiba-tiba memberiku bunga anyelir warna merah dan mengatakan itu dari laki-laki yang ada di belakangku dan lagi dia memberikan bunga anyelir warna pink khusus darinya untukku. Aku pun tersenyum kepadanya dan mengucapkan terima kasihku padanya. Namun setelah itu aku mendengar ada seseorang memanggilku dan terdengar detikan jam yang berbunyi tepat di sampingku juga.
***
Jarum jam berbunyi, detik ke detik. Suara itu tidak asing, badan ini masih terlelap dengan mata yang masih terpejam, tiba-tiba terbuka melihat sekeliling yang tidak asing baginya.
"Kenapa aku ada disini"ucap Zania melihat dirinya berada di ruang kerja papanya. Karena yang dia ingat dia berada di Rumah Sakit. dan saat itu dia diminta Beno untuk menemui di kantor. Dia mengingat lagi mimpi yang baru saja menghampirinya
"Kenapa mimpi ini selalu hadir dan selalu berlanjut sampai saat ini"ucap Zania kedirinya sendiri.
Dia pun bangkit dan turun dari kursi yang menampungnya tidur tadi.
"Pa.... ma...."panggil Zania tak ada jawaban, Zania pun keluar, melihat Dewi sedang menyiapkan makanan di meja.
"Ma, kapan Nia pulang? seingat Nia tadi masih berada di Rumah Sakit." ucap Zania yang di balas senyum ibunya.
"ehm...Nia tadi pulang kerumah jam 2 siang, Nia lupa?"bohong Dewi ke anaknya.
"Iyakah?"ucap Zania menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Iya sayang, Nia lupa"ucap Dewi.
"Kalau begitu Nia keatas deh ma, mau mandi"ucap Zania yang langsung pamit ke kamarnya.
#2 jam Sebelumnya ....
"Tan.....Riri minta maaf, Nia lupa akan hal itu" ucap Riri ke Dewi dan Dewi memeluk Riri.
"Riri sudah semaksimal mungkin membantu Nia. Tante berterima kasih sangat banyak padamu Ri, mungkin itu yang diinginkan Nia, melupakan mimpi buruknya"ucap Dewi mencoba tersenyum.
"Tapi itu sebuah masalah tan. Depresi harus segara disembuhkan. Jika tiba-tiba Nia ingat, Nia akan semakin merasa bersalah karena melupakan hal penting itu"ucap Riri lagi.
"Tante tahu itu Ri, maka dari itu tante akan selalu disamping Nia dan kamu juga kan?"
"Tapi tan, Nia selalu memimpikan hal sama dan itu soal anak kecil dan seorang laki-laki. Menurutku itu ingatan Nia terpendam disitu, apa sebaiknya, Riri melanjutkan terapi ini, hingga Zania sembuh"ucap Riri.
"Tante percaya kepadamu Ri, jaga Nia hingga dia sembuh"ucap Dewi
***
#Zania Pov'
__ADS_1
Aku menuju dapur untuk membantu mama, menyiapkan makanan. Aku lihat mama tampak serius dengan masakannya. Aku pun turun dari tangga dan menghampiri mama yang terlalu fokus itu.
"Nia bantu ya ma?!" ucapku dan mama memintaku merapikan meja. Aku pun merapikannya dan meletakan makan yang siap di sajikan itu di meja.
"Ma, Nia sepertinya tidak bisa ikut sarapan, soalnya sudah jam segini, ehm....Nia minta bekal saja ya?!"ucapku manja ke mama.
"Pantesan mau bantuin nyiapin makanan ada maunya ternyata"ucap mama yang membuatku nyengir mendengarnya.
Mama pun memasukan berbagai macam makanan didalam box makanan dan memberikan padaku. Aku pun tersenyum melihat mamaku yang begitu perhatian pada anak gedenya ini.
"Kalau gitu Nia berangkat ya ma, terima kasih bekalnya, bye..."ucapku langsung melangkah keluar.
Aku mengendarai mobilku hingga menuju rumah sakit tempatku bekerja dan melakukan aktivitas harianku seperti biasanya.
Zania Pov' end
***
Dilain sisi...
"Ada masalah di perusahan ayah yang di Indonesia, kita harus balik, kamu ikut atau nggk?!,"tanya Rifky
"Tapi disanakan ada ayahmu ky, kenapa kamu harus urus balik perusahaan itu?"tanya Bella yang masih menata pakaian di lemari.
"Intinya kamu mau ikut atau tidak, ayah minta kita pulang. Beliau sudah merestui pernikahan kita. Dia ingin melihat cucu satu-satu nya ini"ucap Rifky menggendong Azka. Bella yang mendengarnya pun tersenyum bahagia dan menganggukan kepalanya.
"Iya"ucap Rifky yang bermain dengan Azka. Bella yang melihat itu tersenyum senang. Karena apa yang dia harapkan selama ini terwujudkan. Tapi dari sisi lain ada kekhawatiran pada dirinya sendiri. Bella takut Rifky bertemu wanita itu lagi. Benar..., yang dia maksud adalah Zania.
"2 hari lagi kita berangkat, kamu selesaikan urusan yang belum selesai disini oke"ucap Rifky meninggalkan Bella dan kembali ke kantornya.
"Kamu ke kantor lagi"tanya Bella yang hanya dijawab deheman dari Rifky.
***
Rifky sekeluarga pulang ke Indonesia dan terkejutnya mereka, karena Mario menjemput mereka di bandara langsung.
"Cucu kakek mana"ucap Mario yang disambut senyum oleh mereka.
"Sayang, itu kakeknya Azka? Azka nggak rindu kakek, dari tadi Azka menanyakan kakek bukan"ucap Rifky. Azka pun langsung melihat kearah Mario dan meminta diturunkan dari gendongannya oleh Rifky dan berlari kearah Mario dan memeluknya.
"Ka...kek...., Azka kangen kakek"ucap Azka yang langsung di gendong Mario.
"Kakek juga Rindu Azka"ucap Mario yang tiba-tiba tatapannya mengarah ke Bella.
"Kamu sudah besar ya, kakek sampe nggak tahu cucu kakek sudah sebesar ini"ucap Mario ke cucunya.
"Azka dah besarkah?"tanya Azka dengan ekspresi cutenya.
__ADS_1
"Lucu sekali sih anak ayah"ucap Rifky yang mencubit pipi anaknya itu.
"Kakek!? ayah cubit Azka"ucap Azka manja kepada Mario, padahal mereka baru pertama kali bertemu. Tapi Azka sudah manja seperti itu.
"Manja bener cucu kakek ini, nanti biar kakek cubit balik"ucap Mario yang malah disenyumin Rifky
"Kalau begitu, ayo kita pulang"ucap Mario mengajak mereka pulang.
Sampailah mereka di rumah besar keluarga Erlangga dan untuk pertama kalinya Bella menginjak rumah tersebut. dan betapa bahagiannya dia karena akhirnya dia diakui sebagai keluarga dari rumah itu.
"Azka ketiduran, bawa kekamarnya"minta Mario kesalahsatu ART disana.
"Baik tuan"ucapnya.
"Duduk dulu"ucap Mario mengajak anak dan mantunya itu duduk.
"Gimana kabar kalian, perusahan disana sepertinya semakin maju"sindir Mario yang malah dibalas senyum oleh Rifky.
"Ayahkah sudah tahu siapa yang megang perusahaan disana, pasti maju"sombong Rifky ke Mario yang dibalas anggukan kepala.
"Bagaimana denganmu? kamu bahagia dengan Rifky?" tanya Mario ke Bella yang langsung menatap kearahnya.
Tidak ada jawaban disana, namun Bella tersenyum melihat kearah Rifky dan menganggukan kepalanya.
"Saya bahagia karena keluarga saya kembali lengkap"ucap Bella percaya diri dengan omonganya dan dibalas senyum oleh Mario.
"Dengan menghancurkan keluarga orang lain"ucap Mario memainkan kakinya sambil tersenyum.
"yah!?" ucap Rifky menatap tajam ke Mario.
"Paman ....."suara seorang wanita yang manja dan membuat mereka yang berada diruang tamu tersebut menoleh ke sumber suara yang memanggil Mario.
Betapa terkejutnya mereka ketika tahu siapa yang datang mengunjungi rumah keluarga besar Erlangga itu. Wanita itu adalah...
.
.
.
.
.
NEXT ON
Bagi like coment vote, sangat membantu penulis ya gengs,
__ADS_1
Support penulis dengan bantu 👆