Harus Memilih

Harus Memilih
Perjodohan kembali


__ADS_3

Setelah hari itu, aku tidak melihat kak Revan. Aku takut kak Revan seperti dulu, meninggalkan rumah ini. Aku tahu kak Revan sangat mencintai Riri, tapi itu salah bagiku. Karena mencintai tidak harus memiliki. Riri tidak lagi mencintai kak Revan. Aku harap kak Revan segera melupakan cinta itu, yang aku anggap sebuah obsesi, bukan cinta.


.


.


.


.


.


Sebulan setelah Pertunangan Riri dan Kevin, aku menjalani hari-hariku seperti biasa. Meskipun setelah itu tidak ada kak Revan di rumah ini. Devan selalu bersamaku dan selalu menjemputmu dan mengantarku bekerja. Aku tidak mempermasalahkan hal tersebut.


Aku baru saja pulang dari kerjaku dari sift pagiku. Aku pulang dengan diantarkan oleh Taxi karena Devan tidak bisa mengantarkan ku. Aku sampai di rumah sekitar jam 16.00 dan melihat mama sedang menyiapkan makan malam di ruang makan. Aku mendekati mama dan melihat makanannya yang tersaji disana. Ada banyak makanan kesukaan kak Revan disana.

__ADS_1


"ma, kak Revan pulang"tanyaku dan Mama tersenyum padaku.


"iya papamu yang bawa Revan pulang, sebentar lagi dia datang. Oh ya sayang, kamu bantuin mama ya. Soalnya nanti ada temannya papa kamu juga makan malam disini"ucap mama dan aku pun langsung mencuci tanganku dan membantu mama mempersiapkan makan malam ini.


Setelah persiapan makan malam selesai. Aku pun masuk ke kamarku untuk mandi dan berganti baju setelah itu terun kebawah untuk bergabung makan malam bersama.


Terdengar suara mobil diluar dan aku pun melihat dijendela kamarku yang tertuju dihalaman depan. Itu adalah mobil papa dan ternyata papa bersama kakak disana. Kak Revan sangat berbeda. Wajah dingin terlihat jelas disana.


Aku pun keluar dari kamarku dan melihat ada seorang perempuan muda dan seorang laki-laki paruh baya disampingnya. Aku melihat kak Revan berekspresi datar disana.


"kak Revan pulang"sapa ku yang menghampirinya. Kak Revan tersenyum kearahku dan juga papa.


"main ngilang gak ada kabar saja sih kak. Berasa remaja saja sampai dijemput papa"ejekku ke kak Revan yang langsung mengacak-acak rambutku.


"kangen maksudnya"ucap kak Revan padaku.

__ADS_1


"gak sih hehehe. oh ya siapa dia pa"tanyaku menunjuk kearah perempuan itu. Sangat muda menurutku.


"oh ya, kenalin dia om Bram sahabat papa dan ini anaknya Gladis"ucap Papa padaku dan aku pun mengalami mereka.


"Nia lupa sama om ya, padahal dulu suka gak mau pulang kalau sudah dirumah om"ucap Om Bram padaku.


Aku pun hanya tersenyum karena tidak mengingatnya.


"Gladis umur kamu berapa, kelihatan masih muda banget om"tanyaku ke om Bram.


"baru lulus SMA Nia, ini tujuan om kesini ya mau titipin anaknya om disini. Karena om harus ngurus pekerjaan om di Singapura dan Gladis gak mau ikut kesana, katanya nyaman di sini."ucap Om Bram menatap ke papa yang menganggukan kepalanya dan tersenyum.


Papa pun mengajak mereka untuk makan malam dan kami pun makan malam bersama. Tiba-tiba papa mengatakan sesuatu dan membuatku terkejut padahal aku sudah tahu dari gerak-gerik mereka. Ternyata alasan sebenarnya papa dan om Bram disini adalah menjodohkan kak Revan dengan Gladis yang baru saja lulus SMA ini.


Aku melihat ekspresi dari dua pasangan manusia yang dijodohkan itu. Kak Revan memasang wajah datarnya disana sedangkan Gladis hanya terdiam tapi terlihat jelas bahwa dia menyimpan beribu banyak pertanyaan.

__ADS_1


Next on...


__ADS_2