Harus Memilih

Harus Memilih
Apakah kamu bisa bersamaku?


__ADS_3

"kamu sudah makan?"tanya Rifky padaku yang dari tadi berkutik dengan handphoneku semenjak didalam mobil. Rifky masih fokus menyetir sembari melirik kearah ku sekilas.


"sudah"jawabku yang masih fokus dengan layar handphoneku ini.


"beneran sudah makan"tanya Rifky lagi kepadaku. Aku pun menatap kearahnya dan dia melihat kearahku sekilas.


"aku sudah makan, jelas bukan. Sekarang anterin aku pulang saja dech, cape banget tahu"ucapku yang kembali fokus dengan layar handphoneku. Padahal aku sedari tadi aku hanya melihat lihat Instagram saja.


"kalau gitu temanin aku makan ya. Aku belum makan nih"ucapnya lagi.


"terus ngapain saja dari tadi. Bukannya makan malah ke rumah sakit, sebelum jenguk teman cewek kamu itu kan bisa makan dulu. Sebelum mengkhawatirkan orang lain perhatiin diri sendiri dulu dong"ucapku asal. Tidak tahu kenapa aku berbicara seperti ini. Rifky menatap sekilas kearahku dan sedikit tersenyum. Hal itu membuatku jengkel padanya.


"makanya, temanin aku makan malam ya"ucapnya lagi dan hanya mendapatkan helaan nafas berat dariku.


Rifky pun menghentikan mobilnya dipinggir jalan dan mengajakku keluar.


"makan disini"tanyaku padanya melihat gerobak tukang nasi goreng disana yang lumayan rame pembeli. Rifky menganggukan kepalanya dan berjalan kearah abang-abang nasgor itu dan memesan 2 porsi nasi goreng dan teh manis hangat 2. Rifky pun mengaku duduk lesehan disana.


"kok pesan 2 porsi sih, kamu mau makan itu semua"tanyaku bingung dengan Rifky. Ternyata nafsu makannya banyak juga.


"maunya sih gitu. Tapi 1 porsi itu buat kamu. Aku tahu kamu belum makan, jangan bohong gitu"ucap Rifky yang tersenyum kearahku.


"sok tahu."ucapku yang merasa jengkel dengan tebakan Rifky yang benar adanya. Apalagi senyumannya itu sangat menyebalkan menurutku.


"kabar Bella dan anak kalian gimana"tanyaku tiba-tiba dan Rifky menatap kearahku. Aku tidak bisa mengartikan ekspresi wajah yang dia tunjukan padaku saat ini. Dia pun menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaanku ini.


"dia balik ke Landon dan Azka ikut bersamanya"ucapnya yang sangat tenang tapi aku tahu ada rasa penyesalan disana.


"kenapa kamu selalu menyakiti hati wanita sih ky. Bella itu sangat mencintaimu loh dan ada Azka diantara kalian. Kalian tidak memikirkan Azka saat mengakhiri hubungan itu"ucapku yang entah kenapa aku membicarakan hal itu.

__ADS_1


"diamlah, jangan bahas hal seperti itu lagi. Itu bukan urusanmu"ucap Rifky dan membuatku berdecak kesal.


"aku kira, kamu akan bahagia dengan dia. dengan cara aku melepaskanmu untuknya. Tapi apa yang aku lihat dan aku dengar, sungguh mengejutkan"ucapku lagi.


Rifky menatap kearahku dan menutup matanya sebentar dan melihat kearahku lagi.


Dan Abang nasgor pun datang membawakan pesanan kami tadi.


"maaf ya mbak, mas nunggu lama. Soalnya antri"ucap Abang nasgor itu mengalihkan pembicaraan kami tadi.


"gak apa-apa mas, terima kasih"ucapku yang tersenyum kearah abang nasgor itu.


"mas Rifky tumben bawa isterinya kesini, biasanya sendirian"ucap Abang nasgor itu lagi dan hanya tersenyum kecut sedangkan Rifky tersenyum.


"iya mas, habis jemput isteri. Terus mampir kesini"ucap Rifky.


Setelah kepergian Abang nasgor itu, Rifky kembali terdiam dan tidak menyentuh makanan itu. Aku merasa sebal melihatnya.


"katanya lapar, kok gak dimakan"ucapku menegurnya.


"ini juga mau dimakan"ucapnya yang langsung menyantap makanan itu dan disusul denganku.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Kami pun pulang dan Rifky mengantarku sampai dirumah.


"maaf kalau aku mencampuri urusanmu ky. Aku hanya tidak ingin kamu menjadi laki-laki yang memberikan harapan kepada wanita dan menyakitinya. dan Terima kasih sudah mengantarku"ucapku yang akan membuka pintu tapi ditahan oleh Rifky.


"Apa kamu tidak bisa lagi denganku Ni"ucap Rifky...


.


.


.


.


.


.


.


SEE YOU NEXT ON


JANGAN LUPA UNTUK LIKE, COMENT, VOTE, AND RATE


DAN


JANGAN LUPA UNTUK CHECK CERITA AUTHOR YANG LAIN (DIBALIK SENJA)💛💛💛

__ADS_1


__ADS_2