
"tapi itu salah Dev, aku gak ingin kamu seperti ini"ucap Zania menatap Devan bersedih. Dia tidak menyangka cinta Devan sebegitu dalamnya kepadanya, hingga melakukan hal diluar logika dari Zania. Lelaki lugu, manis, baik seperti Devan berubah karena hal seperti ini. Zania menyalahkan dirinya karena semua ini.
.
.
.
.
.
Rifky melihat Zania keluar dari ruangan itu sendiri tanpa ada Devan disampingnya. Rifky pun menghampiri Zania. Zania menatap kearah Rifky dan Rifky hanya terdiam karena pandangan yang diberikan Zania kepadanya susah untuk dijelaskan.
"aku ingin menemui wanita itu"ucap Zania yang tidak menunggu jawaban dari Rifky dan langsung pergi meninggalkan Rifky begitu saja.
__ADS_1
Zania Pov'
Aku pun pergi menuju ke ruangan wanita itu dirawat. Tanpa menunggu jawaban dari Rifky yang terdiam setelah aku berucap seperti itu.
Aku tidak menyangka jika Rifky melakukan hal tidak aku suka seperti ini. Tapi aku juga bersyukur karenanya, Devan tidak terlalu melenceng jauh. Aku pun dengan tergesa-gesa masuk keruangan itu. Banyak sekali pertanyaan yang telah bersarang di kepalaku ini. Dengan banyaknya pertanyaan yang ingin aku lontarkan padanya. Aku melihat dia sedang terbaring lemah tak berdaya. Ada rasa iba yang aku rasakan untuknya, tapi disisi lain aku tidak menyukai sisi lain dari wanita ini. Aku pun mendekatinya, dia terbangun karena mendengar suara langkah kaki ku. Dia melihat kearahku dan wajah lemahnya itu berubah menjadi takut, benci, dan aku tidak bisa mengartikan tatapan wajahnya itu padaku.
"Jesicca. Anda mengingat saya"tanyaku padanya yang terlihat jelas tatapan tidak suka dari wajahnya itu. Dia berusaha bangkit dengan sisa tenaga yang dia punya. Dia ingin berbicara padaku namun dengan tiba-tiba Rifky datang dan membawaku pergi dari tempat itu. Aku berusaha melepaskan genggaman erat tangan Rifky di tanganku ini, tapi apalah daya genggaman tangannya lebih erat dari aku duga.
Aku merasa kesal dengan sikap Rifky yang seenaknya saja menyeret ku keluar dari ruangan wanita itu. Aku bertanya-tanya tentang apa yang akan terlontar dari mulutnya.
Dia menatapku sebentar tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun, aku merasa sebal dengan tingkahnya yang seperti itu padaku.
"kamu menyelamatkan wanita itu dari Devan. Dan kamu menyembunyikan semua kenyataan yang kamu tahu selama ini dariku., Ada berapa banyak lagi kebohongan yang kamu sembunyikan dariku Ky, dari menikah dengan Bella, punya anak dengannya, hingga...apa aku perlu menyebutkan semua kebohonganmu. Aku kira kamu berubah, nyatanya itu semua sama. Aku tidak akan pernah mempermasalahkan kesalahan wanita itu dan aku sudah memberikan pengertian ke Devan dan aku harap kamu jangan terlalu ikut campur dengan urusanku lagi."ucapku yang langsung menghempaskan kasar genggaman Rifky padaku. Genggaman tangan itu pun terlepas dan aku meninggalkannya, Rifky pun bersuara keras tegas dan membuatku menghentikan langkah kakiku.
"Jika itu keputusanmu dan keinginanmu, aku akan mengikutinya. Tapi satu hal yang perlu kamu pahami disini Zania, Devan telah melakukan kesalahan besar dengan melukai Jesicca, karena Jesicca adalah adik kesayangan Derren dan Derren tidak akan terima melihat adiknya seperti itu. Maka dari itu aku menyembunyikan ini semua dari kamu. Supaya kamu tidak terlalu terjun kemasalah ini"ucap Rifky panjang.
__ADS_1
Aku pun terdiam setelah mendengarkan ucapan yang terlontar dari Rifky dan semua hal itu ada benarnya. Derren akan membalaskan perlakuan Devan ke adiknya.
.
.
.
.
.
NEXT ON
Walah lama banget gak muncul lagi, maaf ya gaes...lagi sibuk banget nih author, nunggu libur baru bisa lanjut nulisnya. Oh ya terima kasih untuk para pembaca setia ya, semoga bisa menikmati cerita yang author sungguhan, maafkan kalau ceritanya ngarul ngidul😁,
__ADS_1