
Masa lalu Derren
Derren adalah anak dari seorang pengusaha Adi Putra Sanjaya. dan memiliki seorang adik perempuan yang bernama Jesicca putri Sanjaya. Derren waktu SMA berpacaran dengan Riri dan mereka merupakan pasangan Couple yang membuat teman-teman mereka iri.
"sayang, sebentar lagikan kita lulus. Aku pingin kita kuliah di tempat yang sama. Aku gak mau aku jauh dari kamu"ucap Riri manja ke Derren.
"Hem....kayaknya gak"ucap Derren terpotong oleh Riri yang lebih dulu berbicara.
"kamu gak mau!"ucap Riri marah ke Derren yang langsung mengacak-acar rabut kekasihnya itu.
"kok diberantakin sih, nyebelin tahu gak"ucap Riri ngambek. Derren yang melihat ekspresi kekasihnya itu merasa gemas dan mencubit manja kedua pipi Riri.
"kamu itu, aku kan belum selesai ngomong sudah kamu potong saja"ucap Derren melepaskan cubitan itu. Riri memasang ekspresi cemberutnya dan mengelus pipinya itu.
"aku gak mungkin jauh dari kamu juga sayangku. Takut kamu ngelirik cowok-cowok lain, kan bahaya"ucap Derren. Riri yang mendengarnya tidak berhenti tersenyum.
"kenapa senyum-senyum gitu"goda Derren lagi.
"nggak, siapa yang senyum-senyum"ucap Riri menahan senyumnya.
"itu"tunjuk Derren yang tiba-tiba menggelitik kekasihnya itu. Riri meminta untuk Derren berhenti, karena itu sangat geli tapi Derren terus menggelitik kekasihnya itu.
"janji jangan pasang muka ngambek seperti itu lagi"ucap Derren yang langsung disetujui oleh Riri.
.
.
.
.
__ADS_1
.
"*hallo sayang, nanti malam jadikan"tanya Riri di telphon.
"iya"jawab Derren.
"aku mau kenalin kamu ke sahabat aku. Dia baru pulang dari London"ucap Riri lagi.
"iya sayangku, sebentar ya. Ada tamu dirumah"jawab Derren.
"memang bi asih kemana"tanya Riri lagi.
"gak tahu. nanti aku telphon balik ya" ucap Derren mematikam telphonnya*..
Derren pun melihat orang-orang itu yang masuk kerumahnya. Saat itu pula Jesica baru saja pulang dari tempat les.
"ada apa ini kak. Kok banyak orang ke rumah"tanya Jesica heran.
"Ada perlu apa bapak-bapak datang kerumah saya"tanya Derren.
"mana ayah kamu?"tanya salah satu orang dari mereka.
"ayah kami belum pulang"jawab Derren. Memang ayahnya belum pulang dari kantor. Karena ayahnya biasanya pulang jam 8 malam.
"tapi ayahmu tidak ada di kantor"ucap mereka lagi.
"saya juga tidak tahu itu. Coba anda tanyakan ke sekretarisnya, mungkin ayah saya bertemu dengan klien"ucap Derren lagi menatap mereka yang malah rusuh.
"kalian tahu. Gara-gara ayah kalian kami mengalami kerugian setelah berinvestasi ke perusahaan kalian. Perusahaan kalian bangkrut karena ayah kalian ketahuan melakukan penggelapan uang dari perusahaan Erlangga. dan kami akan menyita barang-barang dirumah ini"ucap salah satu dari mereka yang langsung masuk ke rumah dan mengambil setiap barang di rumah itu.
Derren dan Jesica yang mendengar ucapan itu tidak mempercayainya. dan masih syok dengan pernyataan yang didengarnya. Karena dia tahu ayah mereka seperti apa.
__ADS_1
"tolong hentikan, kalian mungkin salah. Ayah kami tidak mungkin seperti itu"ucap Derren mencoba mengehentikan mereka yang sudah kerumah.
"kak, Jesica takut"ucap Jesica memeluk Derren.
"Salah apanya. Semua itu sudah diberitakan di beberapa channel tv dan surat kabar."ucap salah satu dari mereka lagi.
"dan salahkan ayah kalian akan kejadian ini"ucapnya lagi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.#
NEXT ON....
__ADS_1