Harus Memilih

Harus Memilih
Akhir


__ADS_3

Maaf telah menyakitimu, maaf karena melibatkan mu akan semua ini. Maaf untuk tidak jujur padamu. dan terima kasih telah menerimaku dan menemaniku beberapa waktu lalu.(Derren Sanjaya)


Derren Pov'


Aku tidak menyangka dia akan baik padaku, walaupun dia tahu aku telah mengusahakannya dan menyakiti dirinya dan orang-orang terdekatnya. Dia malah selalu ada disamping beberapa Minggu ini. dengan memberikan perhatian padaku. Aku tidak menginginkan hal itu darinya. Tapi perhatian yang dia berikan mengingatkanku akan orang yang aku rindukan, ibuku.


"makan dulu ya. Kamu pasti belum makan kan. Jangan bilang sepulang dinas kamu langsung kesini?"tanya mencecar diriku yang baru sampai di depan ruangan adikku yang dirawat. Aku terdiam dan menatapnya sekilas. Aku sangat merasa bersalah padanya. Kehidupannya hancur karena aku. Karena dendamku dengan keluarga Erlangga, dia harus terbawa.


"Derren!? makan dulu ayo, aku sudah pesan makanan nih, mau soto kan"tanyanya padaku. Sebelum aku menjawab pertanyaannya, dia pun menarikku dan mengajakku menuju ruangannya.


"duduk, aku siapin dulu"ucapnya lagi, dan aku menurutinya.


"keadaan Jesicca, sudah mulai membaik katanya dr. Dani. Aku harap dia bisa pulang, ya kan"ucapnya lagi. Sungguh, aku sangat merasa menyesal akan perbuatan yang pernah aku lakukan padanya. Dia masih begitu perhatian pada orang yang mencelakainya.


"terima kasih untuk makanannya"ucapku yang langsung ingin pergi setelah menyelesaikan makannya.


"Derren, kamu tahu. Aku cuma takut kamu semakin masuk ke jurang yang gelap. Karena aku sangat berharap kamu kembali dan melihat cahaya terang bulan. Mungkin kata-kataku agak berlibet ya"ucapnya sedikit tersenyum geli dengan ucapannya.

__ADS_1


"jika seandainya kamu dan Jesicca maupun apa yang dilakukan Devan pada Jesicca. maksudku kalian, dibawa ke jalur hukum. Maaf..."ucapnya sulit mengatakan.


"aku tahu arah pembicaraanmu Nia. Rifky sudah membawa masalah ini kejalur hukum bukan?, Aku gak mau berlibet lagi, aku akan mengikuti alur ini. dan untuk Devan, aku hanya mengancamnya untuk menikahi Jesicca, kamu jangan khawatir. Karena hal itu tidak akan terjadi. Aku tahu apa yang dilakukan Devan pada adikku dan bodohnya aku membiarkan hal itu terjadi. dan parahnya Rifky yang mengungkap semua ini. Maaf telah membodohimu Nia."ucapku padanya dan dia hanya terdiam, dan aku tahu pasti dia sudah mengetahui itu dari Rifky.


"Kamu tidak akan melarikan diri seperti sebelumnya bukan. Seperti saat kamu meninggalkan Riri. Maaf aku mengungkit hal itu. Tapi kebencian yang kamu tanam itu salah Derren. Karena dulu Riri sangat mencintaimu dan sekarang dia telah menemukan cintanya. Maaf sekali lagi aku mengungkit hal ini Derren. Aku hanya ingin melihatmu lebih mengutamakan masa depanmu tanpa mengingat masa lalu yang begitu menyakitkan."ucapnya lagi.


"hem...aku akan mengingat hal itu."ucapku padanya.


"terima kasih untuk makanannya"ucapku tersenyum tipis kepadanya dan langsung keluar dari ruangan itu menuju ruangan adikku.


Aku melihat Jesicca tersenyum senang melihat kehadiranku disana.


"dengerin apa yang kakak bilang ya. Maafin kakak yang telah melibatkan mu dalam masalah ini dan membiarkanmu mengalami hal ini. Kita hentikan dendam tak mendasar ini yeah. Kakak yang salah, telah meracuni pikiran kamu dek. Jika kak Derren tidak bersama sama kamu, kakak harap kamu tidak melakukan hal yang tidak-tidak ya"ucapku pada Jesicca yang sedikit bingung dengan alur pembicaraanku.


"maksud kak Derren apa sih"tanyanya.


"kakak akan menyerahkan diri akan kejahatan yang pernah kakak lakukan. dan kakak harap, kamu tetap diam. dan kamu akan menunggu kakak bukan"ucapku lagi padanya dan aku tahu dia sedang menahan emosinya dan menganggukan kepalanya. Aku pun memeluk adik satu-satuku ini.

__ADS_1


"maafin kakak ya dek"ucapku padanya yang menahan tangisnya itu.


Tanpa aku sadari ada seseorang yang memerhatikan kami dari luar pintu dan itu adalah Zania.


Aku sudah membuat perjanjian dengan Rifky, jika aku akan menpertanggung jawabkan semua kesalahan yang aku lakukan ini, tapi dengan satu syarat untuk tidak membawa adikku Jesicca. Karena semua permasalahan ini, akulah dalangnya.


.


.


.


.


.


Next on ya gaes

__ADS_1


tunggu kelanjutannya...


Boleh juga nih cek cerita Author yang lain. Ada cerita baru nih "Cinta Dalam Diam" Boleh mampir....🖤🖤🖤


__ADS_2