
#Seminggu setelah menghilangnya Zania...
Acara pernikahan Riri dan Kevin akan segera berlangsung, tinggal menunggu beberapa menit sebelum mereka mengucap janji suci dan berikrar bersama. Tapi dihari kebahagian itulah, hari dimana harusnya Riri tersenyum bahagia tapi malah sebaliknya. Raut wajah kesedihan tampak jelas di sana.
Riri memandangi sebuah foto yang dia pegang. Di foto itu tampak dua orang berpelukan bersama dan tersenyum menghadap camera yang mengarah kearah mereka untuk di potret.
#Flashback on
"Senyum Ni"cuel Riri ke Zania yang berada dalam pelukannya ketika Kevin mengambil potret dua perempuan yang disayanginya itu bergaya didepan camera yang diarahkan.
"*Iya ini aku senyum. Masalahnya nih, yang prewed siapa sih?. Kok aku yang di foto mulu"ucap Zania sambil tersenyum menghadap camera.
Riri yang mendengar gerutuan sahabatnya itu hanya tersenyum apalagi melihat raut wajah calon suaminya yang ikut kesal karena ulahnya itu*.
"Kan calon pengantinnya maunya sama kamu Ni"ucap Riri yang membuat Kevin cemberut dibuatnya.
"Aku merasa diabaikan sama kalian berdua tahu gak. Disini yang mau prewed sebenarnya aku apa Nia sih, kok calon isteriku nempel bener sama kamu Ni, padahal ada bentuk nyata laki-laki tampan yang jelas calon suaminya, huft"kesal Kevin yang malah diketawai oleh kedua perempuan itu.
"Aduh babang Kevin jadi cemburu tuhkan Ri, anehnya cemburu sama aku lagi. Ini semua salah kamu, Ri"goda Zania ke Kevin yang masih pura-pura marah kepada dua perempuan itu.
"Apa sih?. Masa cemburu sama Zania sih sayang"ucap Riri yang diketawain oleh Zania.
"Sayangku kalau marah gini jelek tahu, senyum dong sayang"ucap Riri yang menghampiri Kevin dan berbicara manja seperti itu membuat Zania menahan diri supaya tidak muntah-muntah melihat tingkah pasangan yang ada didepannya itu.
"Pamer saja terus, tebar saja kemesraan kalian didepanku, rasanya kan ehm...muantab ya gak"ejek Zania lagi yang gantian diketawain oleh kedua pasangan itu.
"Biar kamu kepingin Nia, kan bisa nyusul aku nanti"balik Riri menggoda Zania dan membuat Zania merasa kesal.
"Ya ya ya, terserah kalian saja deh. Aku balik dulu deh soalnya ditunggu sama pak Joko diluar"ucap Zania yang memang pulang dari Rumah sakit dia langsung mampir ke tempat pengambilan potret prewedding kedua sahabatnya itu.
"Inget seminggu lagi, kamu jangan kemana-mana ya. Awas saja gak datang, aku kutuk jadi batu kamu Nia. Karena durhaka sama sahabat sendiri"ucap Riri yang malah diketawai oleh Zania.
__ADS_1
"Ya datanglah, aku gak mau lu kutuk jadi batu ya Ri, aku pulang dulu bye. Sorry gak bisa menemani sampai potretan kalian selesai"ucap Zania lagi.
"Iya gak apa-apa hati-hati Nia"ucap Kevin
#Flashback off
***
"Kamu bohong Ni, kenapa kamu bohongin aku. Kamu janji akan datang dipernikahanku dan Kevin, tapi nyatanya kamu malah ngilang sampai saat ini, dasar bocah tengik sialan"umpat Riri sambil menangis menatap potret dirinya dan Zania di handphone miliknya.
Seseorang memasuki ruangan Riri dan dia adalah Gladis dan Revan. Gladis melihat Riri yang menundukkan kepalanya. Gladis tahu perasaan itu. Hal itu juga sering dilakukan oleh Dewi ketika melihat foto Zania dan akan menempatkan diri dalam posisi yang sama dilakukan Riri saat ini.
"Kakak tunggu diluar saja ya. Gladis mau bicara sama kak Riri"ucap Gladis meyakinkan laki-laki yang ada dihadapannya itu, sedang melihat kearah Riri yang menangis.
"Oke, aku tunggu diluar"ucap Revan yang langsung melangkah keluar meninggalkan dua perempuan itu didalam.
Gladis pun langsung menghampiri Riri dan duduk disamping Riri.
"Kami semua juga merindukannya kak. Hanya saja itu sudah keinginannya bukan untuk mencari kebebasan, pasti dia bakal kembali jika merasa tenang dengan fikirannya saat ini. Jadi kak Riri harus bahagia ya, masa iya pengantinnya sedih dihari pernikahannya. Dikira orang nanti kakak terpaksa lagi menikah sama kak Kevin"goda Gladis yang malah mendapatkan senyuman manis dari Riri.
"Begitu dong kak senyum. Nanti kakak pas foto pamerin senyuman cantik kakak itu, supaya Zania menyesal tidak melihat kebahagian kakak dan kak Kevin secara langsung"ucap Gladis memberikan semangat ke Riri yang menganggukan kepala menyetujui apa yang diucapkan Gladis barusan.
"Iya bener. Buat apa aku menangisi bocah tengik itu yang sukanya main kabur kayak anak kecil, gak sadar apa dia sudah tua begitu. Aku bakal pamerin dia fotoku dan Kevin di sosmed"ucap Riri menghapus air matanya itu.
"Nah begitu dong kak, ayo kak siap-siap. Kakak harus turun, sebelum itu aku perbaiki dulu make up-nya kak Riri"ucap Gladis sambil membantu memperbaiki make up Riri yang sedikit berantakan itu.
"Aku harap kamu bahagia di manapun kamu Ni. Meskipun kamu tidak hadir disini, aku yakin kamu mendoakan kebahagiaanku dengan Kevin disana bukan"ucap Riri dalam hati dan bersiap-siap keluar dengan digandeng oleh ayahnya keluar menuju altar.
***
"Maafin aku Ri, aku gak bisa menepati janjiku untuk hadir dipernikahanmu dengan Kevin. Karena aku harus disini, sialan!"ucap Zania dalam hati.
__ADS_1
Zania sedang duduk sendiri di sekitaran taman sebuah mansion. Tiba-tiba seorang perempuan menghampirinya dan ikut duduk disampingnya.
"Maafin kak Marcell ya. Dia telah membuatmu terpenjara disini seperti ini. Ini semua salahku"ucapnya lembut sambil menatap kearah langit yang sedikit mendung itu. Zania menatap perempuan itu, meskipun ada kecanggungan antara mereka saat ini.
"Gak apa-apa, bukan masalah. dan ini bukan salahmu kok, jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri, oke"ucap Zania tersenyum pahit, jika mengingat perlakuan semena-mena Marcell padanya. Apalagi saat itu Rifky datang ke Swiss untuk menemui Marcell karena membatalkan kerjasama perusahaan mereka. Sungguh Zania tidak menyangka Marcell menipunya.
"Jika kamu ingin kembali, aku bisa bicara dengan kak Marcel, Zania. dan Jika kak Marcell akan mempermasalahkan mengenai keadaanku, aku akan mengatakan jika aku sudah baik-baik saja. Jadi jika kamu ingin kembali aku akan menyampaikan hal itu"ucap perempuan itu yang tidak lain adalah Jesicca. Zania menatap Jesicca lekat setelah itu tersenyum.
"Tidak perlu Jes, aku tahu kamu sudah baik-baik saja. Tapi kamu harus kembali kedalam ya. Aku gak mau Marcell melihatmu diluar bersamaku apalagi dengan cuaca seperti ini, Marcell pasti akan sangat marah"ucap Zania yang dipandang kasian oleh Jesicca.
"Maafkan aku ya Zania, semua ini karena aku"ucap Jesicca merasa menyesal dengan perbuatan bodohnya dulu.
"Andai dulu..."ucap Jesicca yang langsung dipotong oleh Zania.
"Sudah-sudah jangan dibahas masa lalu, kamu kembali saja kedalam"ucap Zania tersenyum setelahnya.
"Ya sudah aku kedalam ya. Kamu juga segerah kedalam Zania, karena sepertinya hari ini akan hujan"ucap Jesicca yang langsung masuk kedalam mansion.
Zania menatap kepergian Jesicca disana.
"Aku takut jika aku kembali, kakakmu menggila. Aku tidak tahu kenapa dia seperti itu Jes, tapi kakakmu itu memang laki-laki gila"ucap Zania dalam hati.
.
.
.
.
.
__ADS_1
NEXT ON