Harus Memilih

Harus Memilih
Part 30| Ketika Cinta Itu Datang II


__ADS_3

#Flashback


6 Tahun yang lalu...


"Aku titip dia(menunjukan foto gadis yang di cintai), tolong jaga dia selama aku nggak ada. Karena aku tahu kamu teman yang paling bisa diandalkan"ucap Devan ke Rifky yang ditatap Rifky dengan jailnya.


"Seharusnya kamu itu titip dia ke Revan, dia kan adiknya Revan?"ucap Rifky sambil tersenyum jailnya.


"Ya iya dia adik Revan, tapi kamu tahukan, minta jagain disini maksudnya gimana. Kamu tahu sendiri Revan kayak mana di kampus ini"ucap Devan kesal sendiri.


"Dan kamu juga kan tahu sendiri, aku kayak mana di kampus ini?"ucap Rifky menaikan alisnya sambil tersenyum jail.


"Intinya aku titip dia ke kalian berdua. Dia lagi marah sama akku, gara-gara mau di tinggal"ucap Devan dilema yang malah jadi bahan bully an Rifky.


"Dasar bucin kamu Dev. Hahaha itu mah urusan kalian Dev. Aku masih sibuk urus skripsi nih, sebentar lagi sidang"ucap Rifky mengalihkan pembicaraan.


"Intinya aku titip dia ke kamu ky dan awas, jangan sampe kamu jatuh cinta dengannya, awas saja! aku sudah beri peringatan"ucap Devan meninggalkan Rifky yang sedang fokus dengan laptopnya.


Saat Rifky sedang fokusnya mengerjakan Skripsinya tanpa sengaja dia melihat kekasihnya jalan dengan laki-laki lain. Dan dia mengenal laki-laki itu, tak lain dan tak bukan adalah Derren.


"Ternyata itu yang kalian buat di belakangku"ucap Rifky menutup laptopnya.


***


"Iya"jawab Zania


"........."


"Bodo amat, nggak peduli...., terserah kamu...banyak cowok yang kejar-kejar aku. Kamu tinggalin aku, aku bisa dapat yang lain"ucap Zania asal, karena masih marah.


".........."


"Bodo amat....terserah......kamu besok mau berangkat terus nggak balik lagi terserah kamu.....kita putus...."ucap Zania mematikan telponnya.


"Kenapa sih, harus ke luar negeri segala., aku paling nggak suka LDR...."ucap Zania mengacak-acak rambutnya.


"Bocil, ada Devan tuh diluar"panggil Revan yang mengetuk kamar Zania.


"Bodo amat, katakan pada dia, Nia nggak ada"ucap Zania tidak membukakan pintu.

__ADS_1


"Dasar bocah labil, awas saja besok maksa kakak buat nganterin kamu ke bandara, males kakak tahu, ngikutin drama kamu"ucap Revan dan Zania pun membuka pintunya.


"Nah kan dibuka"ejek Revan yang melihat adiknya turun dan menghampiri Devan di ruang tamu.


"Ada apa"tanya Zania jutek.


"Sayang, kamu harus ngertiin aku dong, aku selalu ngertiin kamu, please jangan marah lagi. Aku nggak bisa pergi tenang kalau kamu masih ngambek gini"ucap Devan duduk disamping Zania yang tidak mau melihat kearahnya.


"Sayang, lihat aku"ucap Devan membujuk Zania dan mengarahkan wajah Nia menghadapnya.


Zania menghadap kearah Devan sambil menghela nafas kasar, karena masih sebalnya.


"Kita tuh dah putus..."ucap Zania.


"Ni..."ucap Devan memelas


"Huft......aku nggak bisa LDR, sama saja nggak ada kamu disampingku. Kamu janji akan selalu bersamaku dan menjagaku. Tapi apa, kamu pergi tanpa bilang ke aku dulu. dan kasih tahu mendadak kek gini, apaan coba maksudnya"ucap Zania masih kesal.


Devan menghela nafasnya panjang.


"Kamu tahu kan, aku membutuhkan beasiswa ini, aku harus kuliah disana sayang, untuk membuktikan ke orang tuaku kalau aku bisa hidup tanpa bantuan mereka dan aku janji setelah selesai pendidikan disana, aku akan pulang dan langsung kesini, melamarmu"ucap Devan menggenggam tangan Zania. Zania pun menatap Devan yang sangat serius dengan perkataannya itu.


"Aku nggak bisa Dev, aku takut kamu punya pacar disana, apalagi cewek disana cantik-cantik, sexy- sexy lagi. Pasti ada kesempatan buat kamu selingkuh. Kesempatan LDR, mana mungkin tidak dimanfaatkan"ucap Zania yang malah pipinya di cubit gemas oleh Devan.


"Pikiran kamu, itu loh kok sampai kesitu segala. Nggak ada yang bisa gantiin kamu di hati ini, kamu tahu sendirikan"ucap Devan yang membuat Zania senyum-senyum nggak jelas.


"Gitu dong senyumkan cantik"ucap Devan menggoda pacarnya itu.


"Pinter ngerayu....awas saja kamu ketahuan selingkuh, aku cincang kamu sama selingkuhanmu"ucap Zania yang malah di ketawain oleh Devan.


***


Setelah berangkatnya Devan ke London, Zania menjalani hari-harinya seperti biasa, hingga satu bulan kemudian. Derren laki-laki yang terkenal **** boy itu menghampiri Zania dengan membawa bunga dan kawan-kawanya. Membuat Bunga terkejut akan tindakan yang dilakukan Derren padanya.


"Derren, apa-apaan sih, bangun, malu-maluin tahu nggak"ucap Zania melihat banyak yang melihat kearahnya. Karena tiba-tiba Derren mengajaknya pacaran. Zania sangat malu saat itu. Apalagi nggak mungkin dia menolak Derren dalam posisi seperti ini. Namun datang seorang laki-laki yang mengaku sebagai pacarnya dan membawa Zania pergi dari kerumunan orang tersebut.


"Kurang ajar..., awas kamu Rifky. Aku akan membalas hal memalukan yang aku dapat hari ini, karena ulahmu"ucap Derren menatap Rifky yang membawa Zania pergi dari hadapannya.


Flashback off

__ADS_1


***


#Rifky Pov'


Kamu datang untuk memintanya kembali. Dan yang aku lihat saat ini, kamu masih sangat mencintainya. Aku pun pergi dari sana, karena aku tidak bisa melihat kebersamaanmu dengannya.


#Rifky Pov' end


Rifky melangkahkan kaki nya gontai dan langsung menuju kekamar anaknya yakni Azka. Rifky melihat anaknya yang tertidur pulas itu. Ada raut kesedihan disana.


"Maafkan Ayah sayang"ucap Rifky mengecup kening anaknya yang tertidur pulas itu.


Jam sudah menunjukan pukul 11 malam, Rifky pun menuju ke kamarnya dan melihat Bella yang belum tertidur.


"Kenapa kamu belum tidur"tanya Rifky sambil melepaskan jas yang dia pakai.


"Kamu dari mana saja, ini sudah jam berapa?"tanya Bella melihat kearah Rifky. Tapi yang membuat Bella terkejut, keadaan Rifky yang berantakan dan membuatnya miris untuk melihatnya.


"Kamu menemui dia kan?"tanya Bella yang tidak ada jawaban dari Rifky yang hanya terdiam.


"Apa kamu tidak bisa melupakan dia, apakah kamu benar-benar jatuh cinta padanya....ky...."tanya Bella mulai melempar vas bunga ke lantai. Rifky kaget dengan tindakan Bella yang mulai seperti itu.


"Stop Bella..., kamu ingin membangunkan semua orang dirumah ini..."gertak Rifky menatap Bella tajam. Bella yang ditatap seperti itu pun menangis. Rifky yang melihat itu tidak bisa menghampiri Bella dan lebih memijat pelipisnya.


"Aku sudah memikirkannya selama 1 tahun ini, aku tahu kamu sudah berpaling dariku. Aku tahu kamu menyesal meninggalkannya, aku tahu juga kamu menyesal saat mengetahui anakmu dengannya meninggal, aku tahu semua itu dan aku membohongi diriku sendiri"ucap Bella menangis terduduk di lantai.


"Aku ingin kita pisah?!,...kita pisah saja, aku nggak mau jadi orang bodoh yang mencintai pria yang tidak mencintaiku lagi, aku cape berbohong pada diriku sendiri" ucap Bella dengan seruan jantung yang bergetar tak karuan dan hati terasa tersayat dan pedih. Karena dia yang mengatakan hal gila itu terlebih dahulu.


"Aku tahu aku hanya benalu bagimu, hanya beban bagimu dan aku tahu aku salah karena mencintaimu. dan membuatmu terikat denganku selama ini. Untuk itu aku ingin pisah darimu, supaya kamu bisa bebas dari semua ini. Aku tahu kamu mencintainya, hanya karena aku kamu rela meninggalkannya, aku ingin pisah dari mu dan ingin melihatmu bahagia dengan pilihanmu" ucap Bella kembali. Rifky terdiam dan mendengarkan seruan dari Bella yang menangis memegang kedadanya.


***


Mungkin 4 hari kedapan jarang update, tapi gak tahu juga sih ya...


soalnya mulai jaga nih, mungkin kalau ada waktu senggang bisa lanjut ke bab selanjutnya, gak janji tapi ya....


oh ya jangan lupa like, coment, vote, dan shere cerita ini ke teman-teman kalian ya gengs, kalau kalian suka dengan ceritanya.


Boleh juga gabung ke grup kok, kalau pingin tanya-tanya atau berbagi ide, gagasan siapa tahu bisa saya masukan ke dalam cerita heheh...

__ADS_1


SELAMAT MEMBANCA UNTUK PARA GENGS SETIA


SEE YOU NEXT TIME...


__ADS_2