
#Zania Pov'
Pernah berfikir untuk mengulang semuanya dari awal. Ingin tidak mengenalnya, ingin tidak berhubungan apapun dengannya, ingin menghapus segala kenangan yang bersama dengannya. Andai aku sebuah komputer yang bisa mendelete, me-refresh sebuah cerita, mengulang dari awal dengan restore, mengembalikan ke semua yang ada semestinya. Andai aku mengalami amnesia, inginku melupakan semua tentangnya, tidak mengenalnya. Tapi, semua itu hanyalah andaian. sungguh miris, sungguh memuakan, dia berada disamping dengan segala tingkah angkuhnya yang membuatku muak. Segaraku berdiri dari tempat dudukku dan meninggalkan nya, tapi semuanya terhenti.
"Mohon maaf Bu, pasawat sebentar lagi akan take off, saya mohon ibu untuk kembali ketempat duduk" ucap salah satu pramugari tersebut.
Aku pun hanya tersenyum dan kembali ketempat dudukku semula dan langsung menggunakan headphone di telingaku untuk mengalihkan pandangan itu. Tidak ada percakapan disana dalam perjalanan yang membutuhkan waktu berjam-jam. Aku pun sadar dengan posisi kami saat ini. Tapi yang membuatku bertanya-tanya, untuk apa dia berada disini? di pesawat yang sama denganku? duduk disebelah kursi penumpang ku? Untuk apa dia seperti ini? apakah sebuah kebetulan belaka? apakah suatu perjalanan bisnis? atau...aku jadi malas memikirkannya. Untuk apa aku memikirkan hal itu? lebih baik aku mengabaikannya, bukan.
Pesawat pun landing, aku bersiap-siap keluar ketika sudah ada pemberitahuan pendaratan. Dia menatapku seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi aku menghindarinya. Aku tidak ingin terlibat dengannya, aku tidak ingin liburanku hancur karena salah satu orang yang membuatku tidak nyaman. Aku bergegas keluar ketika pintu sudah terbuka. dia memanggilku dan aku pun mengehentikan langkahku. Dia mengatakan sesuatu padaku dan membuat hatiku seperti tersayat benda tajam, sungguh sakit. Kenapa dia berkata seperti itu?
"Saya tidak percaya dengan apa yang baru saja kamu katakan" ucapku yang langsung meninggalkan. Aku tahu dia marah padaku dan ingin berkata...entahlah aku tidak tahu apa jalan fikirnya selama ini. Aku pun keluar dari sana dan melanjutkan perjalananku.
#Zania Pov' end
***
#Rifky Pov'
Aku melihat mama mertuaku datang membawa sebuah amplop coklat ke kantorku. Aku melihatnya berjalan masuk ke kantorku dengan senyumannya yang mengingatkanku akan seseorang yang mirip dengannya. Tidak aku temukan ekspresi wajah kecewa disana.
Aku pun mempersilahkannya duduk terlebih dahulu dan meminta salah satu sekretarisku yaitu Ajeng untuk membuatkan teh untuk mama mertuaku ini.
"Ada apa Ma, sampai jauh-jauh datang kesini"tanyaku berbasa basi kepadanya.
"Mama ada titipan dari Nia. Keputusan dia sudah ada di amplop ini. Mama tidak ingin ikut campur dengan urusan kalian, hanya saja mama ingin memberi saran ke kamu ky. Mama berharap keputusan yang kamu ambil dengan Nia akan baik untuk kalian. Mama harap kalian tidak terburu-buru mengambil keputusan. Sebanarnya mama dan papa sangat kecewa dengan sikap kalian yang terlalu kekanak-kanakan. Sampai melakukan perjanjian seperti itu, tapi ya sudahlah itu sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur bukan. Oh ya Nia berangkat ke London hari ini, penerbangan jam 11 siang, kalau begitu mama pamit dulu ya, harus kembali mengajar ini nak, jaga kesehatan" ucap Dewi(mama mertuaku) padaku.
Setelah semua kata demi kata yang terucapkan dari mama Dewi. Entah kenapa aku meminta asistenku untuk menjadwalkan penerbangan ku ke London untuk masalah bisnis disana, padahal perusahaanku disana aman-aman saja.
Aku pun bergegas keluar dari ruanganku. Aku melihat Bella menatapku dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Aku ke London, ada masalah dengan diperusahaan disana," ucapku kepada Bella dan hanya diangguki olehnya. Aku tahu dia tidak mempercayai apa yang aku ucapkan barusan. Tapi mulut ini tidak ingin jujur dan badan ini ingin segera meninggalkan tempat ini dan menuju ke bandara.
Aku pun melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi demi mengejar waktu penerbangan. Sampailah aku disana dan siap-siap melakukan check in dll. Pada saat itu pula aku melihatnya bersama seorang pria yang mungkin aku kenal dan familiar. Entah melihatnya dimana? mereka sedang bercanda dan reflek membuatku mengepalkan telapak tanganku. Aku sontak berfikir, bahwa dia berpergian berdua atau lebih tepatnya berkencan. Tapi fikiranku akhirnya terhapuskan ketika aku melihat sahabatnya yang sudah sangat aku kenal datang menghampiri mereka dan bercanda bersama. Aku pun tersenyum dengan pikiranku sendiri.
Dia pun berpamitan dengan kedua orang itu untuk melakukan check in dll. Aku pun mengikuti langkahnya.
Dia sudah duduk dikursi penumpangnya dan aku pun duduk disampingnya
Hal itu membuatnya terkejut setelah melihatku. Dia pun berdiri entah ingin keluar atau apa hingga datang seorang pramugari mengingatkan jika pesawat akan take off. Dia pun kembali duduk dan melakukan aktivitasnya tanpa mempedulikan keberadaanku.
Perjalanan yang memakan waktu berjam-jam dan akhirnya pesawat akan landing. Dia pun bersiap-siap untuk turun ketika pintu telah terbuka, aku pun menghentikannya.
"Nia!?" panggilku dan dia pun menghentikan langkahnya. Aku pun berdiri dan menghampirinya.
"Saya ingin kita tidak bercerai" ucapku yang di tatap tajam olehnya.
Sebuah perasaan yang selama ini aku sembunyikan sangatlah menyakitkan. Mencintai dan tanggungan adalah bebanku. Kesalahan yang pernah aku lakukan selama ini, apa terbalaskan olehnya.
#Rifky Pov' end
***
#Flashback on#
Empat tahun yang lalu...
"Aku mencintaimu Nia, kamu maukan jadi pacarku?!" ucap Derren didepan Zania dengan membawa bunga dan boneka yang membuat Zania meringis melihat tindakan yang dilakukan Derren padanya. Apalagi hal ini dilakukan didepan fakultas jurusannya. dan pasti banyak dari teman-temannya yang melihat hal tersebut.
"Terima....Terima...terima..., terima dong, kasian tahu berlutut begitu, sakit lututnya itu"ucap mereka yang menyaksikan apa yang dilakukan Derren pada Zania.
__ADS_1
Zania menengok kanan dan kiri mencari sahabatnya Riri yang entah kemana. Padahal dia ingin Riri datang dan menolongnya dalam situasi yang menurutnya mainstream ini.
"Kamu mau jadi pacarku kan Nia?" tanya Derren lagi yang di balas senyum kikuk dari Zania.
"Riri kemana sih? Nih Derren apa-apaan coba, mau bikin aku ribut sama Riri apa?" ucap Zania dalam hati dan tiba-tiba ada seseorang datang dan menarik Zania sambil mengatakan ke Derren.
"Maaf dia sudah punya pacar dan pacarnya dia adalah saya. Jadi otomatis dia menolak" ucap laki-laki itu sontak membuat orang-orang yang berada disana saling berbisik dan berbicara ntah apalah ya.
Derren yang mendengar itu langsung bingung melihat Zania yang dibawa pergi oleh laki-laki yang dikenalnya.
"Rifky kurang ajar!!"ucap Derren menatap kepergian Zania yang dibawa pergi oleh Rifky.
Zania mulai kikuk dengan situasi yang dialaminya. Pertama temannya atau bisa disebut mantan pacar temannya mengajaknya pacaran. Kedua ada laki-laki yang mengaku pacarnya. What!!! itu yang ada dipikiran Zania saat ini. Zania pun menghempaskan tangannya yang berada digandengkan tangan laki-laki tersebut. Sontak langkah mereka pun terhenti.
"Oh...sorry, saya hanya ingin membantu kamu. Saya lihat kamu tadi terintimidasi dalam situasi canggung itu" ucap laki-laki itu yang membuat kening Zania berkerut mendengar penjelasannya.
"Anda tidak kenal saya kenapa anda membantu saya? tapi untuk itu saya ucapkan terima kasih ya"ucap Zania tersenyum ke laki-laki itu yang balik di balas senyuman olehnya.
"Nama saya Nia dari fakultas kedokteran, kamu" tanya Zania mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan tentunya😁.
"Saya Rifky"...
#Flashback end#
***
#Next on
Saya ingatkan kembali alur cerita nya campuran ya Gengs...
__ADS_1