I Love You Duren Impoten

I Love You Duren Impoten
Bab 10: Senjata Makan Tuan


__ADS_3

"Sialan, apa benar pemain hebat seperti dia adalah seorang imp*ten?! Rasanya sangat mustahil, dia begitu ahli dalam hal berciuman dan terlihat jelas sekali jika pria itu adalah pemain yang handal!!"


Aster kembali ke mejanya dan menghampiri kedua sahabatnya, mereka pasti sedang menunggunya. Sedari tadi mulutnya terus berkomat kami tidak jelas. Apa yang baru saja terjadi membuat Aster merasa ragu jika Aiden adalah seorang impote*.


Serra dan Tiffany menautkan alisnya lalu keduanya saling bertukar pandang melihat sahabatnya itu kembali dengan keadaan yang sedikit berantakan. Hingga mereka berdua bertanya-tanya apa yang telah terjadi di toilet tadi.


Dan sementara itu, Aster yang sadar tengah diperhatikan merasa tidak nyaman. "Kenapa kalian berdua menatapku seperti itu?" Ia menatap keduanya secara bergantian.


"Kau terlihat berantakan Nona Nero, rambutku agak kusut dan lipstik di bibirmu agak memudar. Apa sudah terjadi sesuatu di toilet tadi?" Tebak Tiffany 100% benar.


Aster mengambil nafas panjang dan membuangnya kasar. "Ya, ada orang gila yang tiba-tiba menciumiku dan menjadikanku sebagai pelampiasan untuk meredam gairah liar yang tengah membakar tubuhnya. Seseorang memasukkan sesuatu ke dalam minumannya!!" Aster memberi penjelasan.


Terpaksa dia mengatakan yang sebenarnya karena tidak ingin dihujani berbagai pertanyaan oleh mereka berdua. Pasti Tiffany dan Serra akan terus mendesaknya sampai dia mengatakan yang sebenarnya.


"Ini minum dulu, supaya kau lebih relaks." Serra memberikan segelas orange jus pada Aster. Kemudian Aster menyimpannya.


Aster urung untuk meminum orange jus tersebut saat mengingat apa yang telah terjadi pada Aiden, bisa saja mereka berdua juga memasukkan sesuatu ke dalam minumannya. Apalagi Tiffany dan Sera selalu memaksanya untuk mengikuti kencang buta hanya karena dirinya yang belum pernah berpacaran.


"Kenapa tidak jadi diminum?" Tiffany menatap Aster penasaran.


"Kita tukaran minuman, kebetulan sekali aku ingin minum jus strawberry." Aster menukar minumannya dengan minuman milik Tiffany.


Tiffany dan Serra saling bertukar pandang. Wanita itu menelan ludahnya dengan sedikit bersusah payah, Tiffany bingung setengah mati antara meminum orange juice tersebut atau tidak. Jika dia tidak meminumnya pasti Aster akan curiga jika iya dan Serra telah memasukkan sesuatu ke dalam minuman itu, tapi jika dia meminumnya maka dia yang akan terkena efek luar biasanya.


Dengan tangan gemetar Tiffany mengambil gelas itu dan meminumnya sedikit, dia benar-benar tidak ingin mengambil resiko besar Dengan meminum orange juice tersebut.

__ADS_1


"Kalian berdua lanjut ngobrol saja, aku ke toilet dulu." Ucapnya dan pergi begitu saja.


Baru satu seruputan, tetapi Tiffany mulai merasakan efeknya. Sekujur tubuhnya terasa panas. Jika dibiarkan, maka fatal akibatnya, dia bisa mempermalukan dirinya sendiri.


-


-


Brakkk...


"Ayam, Ayam, Ayam!!"


Hyuk terlonjak kaget akibat ulah Aiden, dia menggebrak meja di depan Hyuk dengan sangat keras, bukan hanya Hyuk saja yang terkejut tetapi beberapa pengunjung yang sedang menikmati makan malamnya. Termasuk sosok dara jelita yang mejanya agak sedikit jauh dari meja Aiden.


Wanita itu yang pastinya adalah Aster memperhatikan Aiden dari kejauhan. Raut wajahnya menunjukkan jika dia sedang marah besar pada pria yang ada di depannya, sedangkan orang itu malah menunjukkan senyum tanpa dosa.


Hyuk menggaruk tengkuknya yang tidak gagal. Rupanya Aiden sudah mengetahuinya. Dan dia hanya bisa menggunakan jurus pamungkasnya. "Aduh, aduh, aduh. Tiba-tiba aku sakit perut, aku ke toilet dulu ya. Nanti saja membuat perhitungannya," Hyuk buru-buru melarikan diri sebelum menjadi sasaran amukan Aiden. Bisa-bisa dia menjadi perkedel jika tidak kabur sekarang juga.


Aidan mendengus kasar. Belum juga diapa-apakan tapi sudah kabur duluan, ia pun memutuskan untuk pergi dan meninggalkan hotel. Benar-benar sebuah kesalahan besar menerima ajakan pamannya, dan jika bukan karena Hyuk terus memohon padanya, Aiden juga tidak Sudi pergi.


-


-


Surga dunia...

__ADS_1


Adalah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana yang sedang dinikmati oleh kedua pemuda ini, Aileen dan William. Saat ini kedua pemuda itu sedang berada di tempat pemandian air panas. Ini adalah malam Minggu, jadi sudah bisa dipastikan jika malam ini para gadis-gadis cantik akan berkumpul di tempat ini.


Menyamar sebagai perempuan agar bisa berbaur dengan mereka, Aileen dan William benar-benar melakukannya dengan total. Memakai rambut palsu, dada palsu, pantat palsu, demi meyakinkan semua orang jika mereka berdua benar-benar seorang perempuan.


"Hai, kami belum pernah melihat kalian berdua. Apa kalian baru pertama datang ke pemandian ini?" Seorang gadis cantik menghampiri mereka berdua dan menegurnya.


Glukk...


Susah payah Aileen dan William menelan salivanya melihat buah dada wanita itu yang padat dan besar. Mereka benar-benar menemukan surga dunia di tempat ini. Dan dengan kaku keduanya mengangguk. Namun pandangan mereka tentu saja tak lepas dari melon milik perempuan itu.


"Ya, i..ini memang pertama kalinya kami datang kemari. Oya, perkenalkan aku Aleena dan ini temanku Winona." Aileen memperkenalkan dirinya dan juga William dengan nama samaran.


"Aku Bonita, senang mengenal kalian berdua. Aku pergi dulu ya, teman-temanku sudah menunggu."


Glukk...


Lagi-lagi mereka berdua menelan salivanya ketika perempuan itu keluar dari kolam air panas. Panta*nya begitu besar dan sempurna, belum lagi bentuk tubuhnya yang mirip gitar Spanyol. "Mataku bisa semakin sehat jika setiap hari asupannya seperti itu. Ini benar-benar yang dinamakan surga dunia." Ucap William yang dibalas anggukan oleh Aileen.


"Dan wanita-wanita disini lebih menggoda." Sahut Aileen menimpali. Tiba-tiba di teringat sesuatu. Kedua matanya membulat sempurna. "Tunggu dulu, ini jam berapa?" Dia menoleh dan menatap William penasaran.


Lalu William menunjuk jam dinding yang tergantung di atas pintu masuk. "Omo!! Mati aku, sudah jam 11 malam. Gawat, aku bisa digantung hidup-hidup jika tidak pulang sekarang." Tanpa mempedulikan William, Aileen keluar dari kolam air panas dengan penuh kepanikan. William pun segera mengejar sahabatnya tersebut.


"Yakk!! Anak Ayam, tunggu aku!!"


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2