
Keheningan menyelimuti kebersamaan Aster dan Aiden. Tak sepatah kata pun keluar dari bibir mereka, keduanya sama-sama diam dalam suasana yang hening dan sunyi. Tak terdengar suara apapun, selain detak jam yang menggantung di dinding ruangan bernuansa putih tersebut.
Sesekali Aster melihat ke arah Aiden yang dari tadi terus diam. Wanita itu gugup sendiri, nyaris saja Aster terkena serangan jantung mendadak ketika Aidan mengakuinya sebagai calon istri di depan banyak orang. Parahnya lagi, Aiden juga mencium bibirnya.
Aster tidak tahu apa yang terjadi setelah ini, karena berita itu pasti sudah tersebar luas karena beberapa dari karyawan Aiden ada yang merekamnya. Bukan hanya merekam saja, tapi ada yang live juga. Pasti dunia akan mengolok-oloknya karena berhubungan dengan pria Impoten.
"Aku bukan seorang impoten!!" ucap Aiden memecah keheningan.
Lalu lelaki itu menoleh dan menatap Aster yang juga menatap padanya. Seolah-olah dia bisa membaca apa yang sedang perempuan itu pikirkan.
"Aku memiliki sebuah alasan kuat ketika mengatakan di depan semua orang jika Aku adalah seorang pria yang tidak normal. Dan tanpa aku jelaskan sekalipun, pasti kau sudah tahu apa alasanku!!"
Yunna, satu nama yang terlintas di benak Aster. Satu-satunya alasan yang membuat Aiden mengatakan sebuah kebohongan besar, karena sejujurnya dia masih trauma dengan kegagalan yang ia alami di masa lalu. Dan Aiden masih belum siap membuka hatinya lagi untuk orang lain.
"Kenapa tiba-tiba di sini panas sekali ya, apa kau memiliki minuman dingin di lemari pendingin mu?" Aster mencoba mengalihkan pembicaraan di antara mereka berdua. Karena dia sendiri tidak tahu bagaimana harus menimpali setiap kalimat yang keluar dari bibir lelaki itu.
Wanita itu bangkit dari kursinya, lalu berjalan kearah lemari pendingin yang ada sudut ruangan. "Hm, lumayan banyak juga. Dan tidak disangka ternyata kau suka minum ya? Wow, koleksi minumanmu juga banyak," Aster melihat beberapa botol wine dan beberapa jenis minuman beralkohol lainnya dengan merek ternama.
"Itu adalah red wine yang berasal dari Oakville, California. Screaming Eagle
Cabernet Sauvignon 1992," ucap Aiden sambil menunjuk wine yang ada di tangan Aster.
"Omo!! Berarti ini adalah wine paling mahal di dunia?" Wanita itu membulatkan matanya.
Lalu pandangannya kembali pada botol wine di genggamannya. Rasanya dia ingin sekali mencicipi bagaimana rasa wine dengan harga termahal di dunia. Tetapi Aster tidak enak hati memintanya pada Aiden.
Kemudian Aiden berdiri dan menghampiri Aster. "Kau ingin mencobanya?" Aiden mengambil wine itu dari tangan Aster lalu mengunci manik Hazel-nya. Perempuan itu mengangguk dengan cepat.
"Ya, aku ingin sekali mencobanya. Bagaimana sih rasanya wine termahal di dunia, aku benar-benar sangat penasaran." Ucapnya.
Aster meminum wine itu dengan perlahan agar dia bisa merasakan kenikmatannya. Dan tak bisa Aster pungkiri jika wine Screaming Eagle merupakan wine yang paling spektakuler yang pernah dicobanya.
__ADS_1
Dan dalam segi rasa, wine yang satu ini memiliki kombinasi rasa dari aroma blackcurrant dengan aroma pohon oak dan memiliki proporsi yang pas serta terjaga kemurniannya.
"Bagaimana? Apa kau menyukai rasanya?" Aiden menatap Aster yang sedang menikmati minumannya.
Perempuan itu membuka kembali matanya yang sebelumnya tertutup rapat. "Ya, dan ini merupakan wine dengan rasa paling spektakuler yang pernah aku coba. Saya benar-benar sangat berbeda, saja jika Screaming Eagle dinobatkan sebagai Wain termahal di dunia." Ujarnya.
Itu adalah wine termahal yang pernah Aster coba, dan dia sangat beruntung bisa mencicipi wine tersebut meskipun hanya dua-tiga teguk saja.
"Kau ingin tetap disini atau ikut pergi bersamaku. Aku mau pergi untuk meninjau langsung proyek yang ada di Daegu." Ucap Aiden seraya bangkit dari kursinya. Dia mengambil jasnya lalu memakainya.
"Ikut!! Kebetulan aku juga ingin pergi keluar untuk menjernihkan pikiranku yang sedikit butek ini." Ucapnya.
Keduanya pun berjalan beriringan meninggalkan gedung perkantoran tersebut. Dan tentu saja mereka berdua kini menjadi pusat perhatian dan menarik perhatian banyak pasang mata. Desas-desus mengenai hubungan Aiden dan Aster telah terdengar seantero negeri.
-
-
Aileen jatuh pingsan setelah mengetahui hubungan Aster dan Aiden. Dia yang mengenalnya lebih dulu, dia yang mengejarnya lebih dulu, tapi malah kakaknya yang lebih beruntung darinya dengan mendapatkan perempuan pujaan hatinya.
William yang kebingungan melihat temannya tiba-tiba jatuh pingsan, bukannya langsung menolongnya dia malah pergi entah kemana. Namun tak lama kemudian William kembali dengan ember air dingin yang langsung dia guyurkan muka Aileen. Membuat pemuda itu sadar seketika dan berteriak...
"BANJIR... BANJIR..."
Aileen memperhatikan sekelilingnya, namun tak ada genangan air sama sekali. Lalu air itu dari mana? Dan dia bertanya-tanya, kemudian Aileen mengangkat wajahnya dan mendapati William berdiri di depannya sambil tersenyum tanpa dosa.
"Yakk!! Jadi kau yang membantuku dengan air?! Membuatku terkejut saja, aku pikir ada banjir!!"
"Salahmu sendiri, siapa suruh kau pingsan tiba-tiba dan mengejutkanku!!" Ucap William tak mau disalahkan.
"Memangnya siapa yang pingsan tiba-tiba? Lagi pula aku pingsan juga ada sebabnya. Lihat ini, pengakuan Aiden Hyung membuatku syok setengah mati." Aileen, menunjukkan berita yang sedang trending saat ini dan sedang menjadi perbincangan hangat.
__ADS_1
William memicingkan matanya, sepertinya dia mengenali sosok perempuan yang ada di video tersebut. Perempuan yang diakui oleh Aiden sebagai calon istrinya. "Sepertinya tidak asing, tunggu dulu...!!! Omo... Omo...!! Dia kan, Aster Nunna. Dan dia kakakku,"
Aileen lebih syok lagi setelah mendengar pengakuan dari William. Bahwa Aster ternyata adalah kakaknya. Kemana saja dia selama ini, padahal ia dan William telah bersahabat sejak 5 tahun yang lalu, tapi kenapa dirinya tidak pernah tahu jika ternyata William memiliki seorang kakak. Dan orang itu adalah Aster.
"Untung saja yang bersama Aster Nunna adalah Aiden Hyung, Bukan dirimu. Apa jadinya Aster Nunna jika memiliki kekasih sepertimu, bocah ingusan!! Bukannya membahagiakanmu, bisa-bisa kau malah merepotinnya!!"
"Yakk!! Kejam sekali kau padaku. Hiks, aku sedang payah hati. Bukannya menghiburku, kau malah meledekku. Dasar sahabat tidak berhati, sudahlah aku mau patah hati dulu. Huhuhu..."
"Dasar sinting!!"
-
-
"Apa ini Yunna?" Boy menatap wanita itu penasaran.
"Aku ingin mengundurkan diri. Kau tidak perlu khawatir dan cemas Z Empire akan menuntut agensi ini karena memutuskan kontrak secara sepihak. Akan bicara langsung dengan CEO dari perusahaan besar itu. Kebetulan aku sangat mengenalnya."
Boy menatap Yunna penuh tanya. "Apa kau yakin dengan keputusanmu ini?" Yunna mengangguk. "Tapi kenapa, Yunna. Akan menjadi model terkenal adalah impian sejak lama, hanya tinggal satu langkah lagi kau bisa mewujudkannya. Tapi kenapa kok malah ingin berhenti?"
"Sudah terlalu banyak kesalahan yang aku perbuat selama ini, dan aku ingin memperbaiki semuanya dengan memulainya kembali dari awal. Aku sudah memutuskan untuk pergi ke luar negeri. Boy, terima kasih untuk semua kebaikanmu selama ini. Aku tidak bisa membalasnya, kembalilah pada keluargamu dan sampaikan maaf kepada mereka. Aku pergi dulu."
Yunna telah menyadari semua kesalahannya, hampir saja dia menghancurkan satu keluarga kecil nan harmonis. Hampir saja dia membuat seorang istri kehilangan suaminya, seorang anak kehilangan ayahnya.
Dia pernah berada di posisi mereka, ketika sang ayah memutuskan untuk bercerai dan lebih memilih bersama keluarga barunya. Dan siapa yang paling dikorbankan dalam peristiwa tersebut, tentu saja anak. Yuna tidak ingin hal serupa terjadi pada anak-anak Boy.
Boy tersenyum tipis menatap kepergian Yunna. Kata-kata wanita itu membuatnya sadar, tak ada yang lebih penting dan berharga dari sebuah keluarga. Ya, sudah seharusnya ia kembali pada keluarganya dan memulai semuanya dari awal lagi.
-
-
__ADS_1
Bersambung.