I Love You Duren Impoten

I Love You Duren Impoten
Bab 49: Animasi Menyesatkan


__ADS_3

Pemuda itu terus menundukkan kepalanya tanpa berani membalas tatapan tajam kakaknya. Baru saja Dia kehilangan segalanya untuk kedua kalinya, semua fasilitas miliknya yang sebelumnya telah dikembalikan hari ini dicabut kembali oleh sang Kakak


Pemuda itu yang pastinya adalah Aileen telah mengabaikan peringatan dari Aiden dan Aster.


Padahal mereka berdua sudah memperingatinya supaya tidak mengajarkan ajaran sesat pada Adrian yang masih bocah dan polos itu. Tapi dia tidak mendengarkan peringatan itu dan malah membawa Adrian datang ke pemandian air panas.


"Hyung, ayolah kembalikan fasilitasku lagi. Tanpa mobil, tanpa ponsel dan tanpa kartu kredit. Apa gunanya hidupku ini, aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa ketiganya!!" rengek Aileen memohon.


"Aku sudah tidak bisa memberikan toleransi apapun lagi padamu!! Bukankah Hyung sudah memperingatkanmu, tapi kenapa kau tidak mau mendengarnya dan malah membawa Adrian ke pemandian air panas?!"


Aileen memanyunkan bibirnya. "Padahal Niatku baik kok. Adrian itu masih dalam masa pertumbuhan, dan remaja seperti dia membutuhkan banyak asupan vitamin yang bisa menyegarkan otaknya. Makanya aku dan William membawanya ke sana," Aileen membela diri.


"Kau benar-benar sudah tidak tertolong lagi. Jangan harap mulai sekarang kau akan mendapatkan kembali semua fasilitasmu!! Dan sebagai hukumannya, kau tidak boleh keluar kamar selama satu bulan penuh. Belajar dengan giat dan sungguh-sungguh!! Atau aku akan memperpanjang hukumanmu!!"


Dan sementara itu...


Di tempat dan lokasi berbeda. Hukuman juga tengah menghampiri William. Berbeda dengan hukuman yang diberikan oleh Aiden pada adiknya. Jessica menghukum putra bungsunya itu dengan mengurungnya tidur di kamar mandi


"Malam ini kau tidak boleh tidur di kamar. Tetap berada disini dan renungi kesalahanmu!! Mama sudah memintamu untuk belajar sungguh-sungguh, tapi kau malah mengabaikannya dan pergi kelayapan tidak jelas."


"Ma!! Jangan mengunci pintunya!! Huhuhu, aku salah dan aku janji tidak akan mengulanginya lagi, tapi jangan kunci pintunya. Aku mau keluar, disini sangat horor. Huaaa... Mama!!"


Jessica benar-benar kesal setengah mati pada putra keduanya itu. William semakin tidak bisa diatur dan selalu bertingkah yang membuatnya terkena serangan darah tinggi.


-


-


Aster tiba di rumahnya hampir tengah malam. Dia tak pulang sendirian tetapi diantar oleh supir ibunya. Saat melewati ruang keluarga, samar-samar dia mendengar suara yang sangat mengerikan. Mirip suara des*han seseorang yang sedang bercocok tanam.


Dia pun mencari dari mana asal suara itu berasal, dan ternyata suara itu berasal dari teras belakang. Mata wanita itu memicing ketika melihat seorang pemuda duduk di beranda sambil menonton sebuah video di ponselnya.


"Adrian!!" Seru Aster dan mengejutkan pemuda itu. Sontak Adrian menoleh dan mendapati kakak iparnya berdiri dibelakangnya. "Video Apa yang sedang kau lihat?" Tanya Aster.


Kemudian Adrian menyerahkan ponsel miliknya pada Aster. "Aku sedang menonton film animasi," jawab pemuda itu dengan polosnya.


Aster mengangkat kepalanya dan menatap pemuda itu dengan serius. "Dari mana kau mendapatkan video ini?" Tanya Aster penasaran.


"Tao, Hyung. Dia yang menyarankan supaya aku menonton aninasi itu. Kata dia dramanya sangat bagus, tapi setelah Aku menontonnya, ternyata isinya hanya orang-orang yang sedang berciuman dan tidak ada bagus-bagusnya." Jawab pemuda itu menuturkan.

__ADS_1


Adrian pikir animasi yang dimaksud oleh Tao adalah film animasi seperti yang sering dia tonton, tapi ternyata tidak. Itu memang film animasi, tetapi tidak cocok untuk ditonton anak-anak dan remaja yang masih dibawah 17 tahun. Apalagi pemuda polos seperti Adrian yang tidak tahu apa-apa.


"Mulai sekarang, jika ada yang menyuruhmu menonton film apapun itu sebaiknya jangan ditonton, terutama Tao yang memintanya. Nanti Nunna akan mencarikan film dan animasi yang cocok untuk di tonton pemuda polos sepertimu. Ini sudah larut malam, sebaiknya pergi ke kamarmu dan segera tidur. Mulai besok kau sudah harus masuk sekolah,"


Adrian mengangguk. "Baik, Nunna."


Aster menghela nafas panjang. Dia benar-benar kasihan pada Adrian. Tidak William, tidak Aileen, tidak Tao. Mereka bertiga benar-benar tidak ada yang beres. Dan sekarang Aster harus membuat perhitungan dengan Tao karena sudah mengajarkan ajaran sesat pada Adrian.


"ZITAO, KELUAR KAU, PANDA!!"


Teriakan nyaring Aster mengejutkan semua orang yang ada di mansion mewah itu termasuk Aiden. Buru-buru Aiden keluar dari kamarnya untuk melihat apa yang terjadi. Dia sangat penasaran Apa yang membuat Aster berteriak malam-malam begini.


Dan sementara itu, Tao yang mengerti maksud dan tujuan Aster mencarinya pun segera bersembunyi. Dia benar-benar tidak ingin terkena masalah oleh wanita itu, bisa habis jika Aster sudah mengamuk.


"PANDA, JANGAN SEMBUNYI DAN KELUAR KAU!!" Teriak Aster untuk kedua kalinya, namun orang yang dicari belum juga menampakan batang hidungnya.


"Aster, apa-apaan kok ini? Kenapa berteriak dan membuat keributan malam-malam begini?!" Tegur Aiden seraya menghampiri perempuan itu.


"Jangankan aku, kau sendiri pun pasti akan emosi jika tau apa yang telah dilakukan panda jelek itu pada Adrian."


Aiden mengangkat sebelah alisnya dan menatap Aster penuh tanya. "Apa maksudmu? Memangnya apa yang telah Tao lakukan pada Adrian?"


Tangan Aiden terkepal kuat setelah melihat film animasi tersebut. Wajahnya memerah karena amarah. Dengan keras dia berteriak....


"TAO!!"


Tao terlonjak kaget. Saat ini lelaki bermata panda itu sedang bersembunyi untuk menghindari amukan Aster. Dan sekarang dia malah mendengar suara Aiden yang seperti seekor singa yang sedang kelaparan. Bulu kuduk Tao langsung berdiri mendengar teriakan itu. Bisa-bisa Aiden menggantungnya hidup-hidup.


Cari aman, ia pun segera keluar dari persembunyiannya dan menghampiri mereka berdua. Karena jika dia tak menampakkan batang hidungnya sekarang juga. Bisa lain ceritanya.


Mata Tao membelalak sempurna ketika Aiden tiba-tiba melemparkan ponsel yang dia pegang padanya. Untung dia memiliki refleks yang sangat baik sehingga benda tipis dan canggih itu berhasil ditangkapnya.


"Kau benar-benar sudah bosan hidup ya?! Mana bisa kau meminta Adrian menonton film tak beretika seperti itu? Jelas-jelas itu adalah animasi orang dewasa, bukan remaja apalagi anak-anak!!"


Tao menggaruk tengkuknya yang tidak gatal."Maaf, Nunna. Aku tadi hanya bercanda saja, tapi dia benar-benar menontonnya." Tao mencoba membela diri.


"Apa kau tidak memiliki pikiran?! Dia masih polos dan kau malah berusaha untuk meracuni pikirannya? Kau tidak ada bedanya dengan Aileen dan William. Kalian bertiga sama-sama tak tertolong lagi!!"


"Aku kan cuma ingin bagi-bagi sedikit ilmu." Ucapnya menggumam.

__ADS_1


"Bulan ini potong gaji dan tidak ada bonus tambahan!!" Sontak kedua mata Tao membelalak mendengar apa yang baru saja Aiden katakan. Dia menoleh pada sang majikan.


"Apa, dipotong dan tidak ada tambahan bonus?! Ayolah, Bos. Jangan begitu, aku inikan anak buahmu yang paling lucu, imut, baik hati dan suka menabung. Jika tidak ada bonus dan potong gaji, lalu bagaimana aku harus menghidupi ketiga kucing liarku. Tanpa mereka aku kan tidak bisa hidup bahagia."


"Masa bodoh, itu masalahmu bukan masalahku!!" Jawab Aiden dan pergi begitu saja. Diikuti Aster yang kemudian mengekor di belakangnya. Mereka berdua pergi ke kamar untuk beristirahat.


.


.


Aster merebahkan tubuhnya yang terasa lelah pada tempat tidur super nyaman ini. Bukan hanya tubuhnya saja yang lelah, tapi otaknya juga. Selama beberapa hari ini kesabarannya selalu diuji oleh kelakuan Aileen dan William. Lebih tepatnya setelah Adrian datang dan masuk ke kediaman Zhang.


Adrian adalah remaja yang polos, tetapi mereka malah berusaha meracuni pikirannya dengan hal-hal kotor dan menyesatkan. Aileen dan William membawanya pergi ke tempat pemandian air panas yang dimana banyak wanita bugi* dan seksi. Tak hanya otaknya saja yang tercemas, tapi matanya juga.


Kemudian Tao, dia juga melakukan hal yang sama dengan menunjukkan sebuah film laknat pada pemuda itu. Aster yang mati-matian menjaga kepolosan dan kesucian Adrian malah diberikan cobaan yang begitu berat.


"Aku benar-benar tidak habis pikir dengan mereka bertiga, bagaimana bisa mereka berlomba-lomba meracuni otak Adrian yang lagi polos dengan ajaran sesat seperti itu,"


"Aku sendiri juga tidak mengerti," balas Aiden menimpali.


Aiden menghampiri Aster kemudian berbaring disampingnya. Wanita itu lalu merubah posisinya, ia berbaring miring menghadap suaminya yang berbaring dalam posisi terlentang.


Tiba-tiba Aster terdiam ketika melihat dada bidang Aiden yang tersembunyi dibalik kaos lengan terbukanya. Kain tipis berharga mahal itu tetap tak bisa menutupi betapa bidangnya dada lelakinya ini.


Dari dada, pandangan Aster kemudian bergulir pada lengannya yang terbuka. Dia selalu berimajinasi liiar ketika melihat Aiden memakai pakaian lengan terbuka. Karena menurutnya, pria yang memakai pakaian lengan terbuka itu seksi.


"Kenapa? Apa kau menginginkannya?" Tanya Aiden sambil mengunci sepasang biner Hazel itu.


Aster mengangguk. "Ya, Aku sangat menginginkanmu. Tapi sayangnya kita tidak bisa melakukannya, Aku sedang kedatangan tamu dan baru tiba pagi ini. Hufft, aku harus menahannya dan itu sama sekali tidak menyenangkan!!" Aster menghela napas.


Aiden terkekeh geli melihat wajah menggemaskan istrinya yang sedang kesal karena tamu bulanannya yang datang tidak tepat waktu. "Tidak perlu kecewa, kita masih memiliki banyak sekali waktu untuk melakukannya. Ini sudah larut malam, sebaiknya ayo tidur."


Aster menghela napas panjang. Kemudian dia mengangguk lalu berbaring sambil memeluk tubuh Aiden. Sebenarnya dia juga sudah sangat mengantuk dan matanya tak bisa diajak kompromi lagi.


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2