I Love You Duren Impoten

I Love You Duren Impoten
Bab 42: Dessert Beracun


__ADS_3

"Apa ini? Perasaan kami tidak memesan dessert ini,"


Aster menatap bingung pada seorang pelayan yang tiba-tiba datang membawa dessert ke mejanya. Jelas-jelas ya tidak memesan dessert tersebut. "Ini gratis, Nona. Dan cafe kami memberikan special untuk Anda. Karena anda adalah wanita paling cantik yang datang ke cafe ini,"


"Tunggu dulu!!" Seru Aiden. "Tidak perlu diambil, kita tidak memesan dessert ini. Jika memang ini gratis dan spesial, kenapa hanya untukmu saja?! Jelas-jelas wanita cantik yang datang ke cafe ini bukan hanya kau saja."


Aiden merasa curiga dengan dessert tersebut dan merasa tak asing dengan makanan penutup yang dibawakan oleh pelayan untuk istrinya. "Untuk memastikan apakah dessert ini beracun atau tidak, bagaimana jika kau mencicipinya terlebih dulu? Kami baru mengambilnya setelah memastikan jika dessert itu benar-benar tidak beracun!!"


Pelayan itu menelan ludah setelah mendengar permintaan Aiden. "Ma..maaf, Tuan. Bukannya saya tidak mau, tetapi saya tidak berani. Bos bisa marah jika sampai tau saya mau memakan dessert pelanggan."


Melihat ketakutan di wajah pelayan itu, membuat idle semakin yakin jika memang ada sesuatu di dalam dessert tersebut. "Aku berani menjaminnya, kau tidak akan dipecat!! Jadi sekarang cepat cicipi dessert itu dan buktikan jika itu memang aman!!"


Dengan tangan gemetar, pelayan itu memotong dessert yang ia bawa untuk Aster lalu mengarahkan ke mulutnya. Matanya tertutup rapat. Dan belum sampai dessert itu ke mulutnya, seseorang tiba-tiba datang dan menggagalkan si pelayan memakan dessert tersebut.


Praanggg...


Piring berisi dessert itu terlepas dari genggamannya dan isinya berserakan di lantai. Para pelanggan terkejut dan menoleh seketika. Mereka menatap kebingungan ke meja Aster dan Aiden.


"Apa-apaan kalian berdua?! Kenapa kalian malah memaksa pelayan ini untuk memakan dessert itu?! Jelas-jelas dia mengatakan jika dessert itu gratis, tapi kenapa kau malah mempersulitnya?!" Shilla tiba-tiba datang dan melindungi pelayan tersebut.


Aster berdiri dan menghampiri Shilla. "Lalu kenapa kau malah ikut campur?! Ingin menjadi pahlawan kesiangan, atau berniat mendapatkan pujian? Ahh, atau jangan-jangan kau sendiri yang menyiapkan dessert itu untukku?! Kau ingin membunuhku melalui dessert itu?! Trik mu sungguh kuno, Nona!!"


"Omong kosong apa yang kau katakan?! Dan atas dasar apa kau menuduhku menaruh racun di dessert itu?!"


Aster menggeleng. "Aku tidak menyebut racun sama sekali, dan hanya mengatakan jika kau ingin membunuhku melalui dessert itu. Bisa saja kan komen masukkan sesuatu ke dalam dessert tersebut, bomm mini misalnya. Siapa yang tahu. Dan apa yang baru saja kau katakan, jelas-jelas kau seolah membuka kartu as mu sendiri. Atau mungkin memang ada racun di dalam dessert tersebut?!"

__ADS_1


Shilla pun menjadi panik setelah mendengar apa yang Aster katakan. Sontak Aiden mengangkat wajahnya dan menatap Shilla dengan tatapan penuh selidik. "Benarkah apa yang Aster katakan, jika kau telah memasukkan racun ke dalam dessert tersebut?!"


Shilla menggeleng. "Ti... Tidak!! Memangnya untuk apa aku memasukkan racun ke dalam dessert itu?! Ingat ya, aku bisa saja melaporkan kalian berdua dengan tuduhan pencemaran nama baik. Anggap saja kali ini aku berbaik hati dengan mengampuni kalian berdua!! Tapi sekali lagi kau berani menuduhku yang tidak-tidak, aku akan melaporkan kalian berdua ke polisi!!"


Tak ingin Aster dan Aiden mengetahui jika dia memang memasukkan memasukkan sesuatu ke dalam dessert tersebut. Buru-buru Shilla melarikan diri. Dia tak ingin terkena masalah besar apalagi berurusan dengan Aiden yang ketika marah lebih menyeramkan dari seorang iblis!!


"Sepertinya dia berniat membunuhku, buktinya saja wanita itu menaburkan bubuk racun pada dessert tersebut." Ucap Aster.


Aiden menautkan alisnya mendengar apa yang Aster katakan. "Bagaimana kok bisa tahu jika ada bubuk racun di atas dessert itu?"


"Pertama, gelagat pelayan itu yang sangat mencurigakan. Kedua, pelayan itu ragu-ragu ketika kau memintanya untuk memakan dessert tersebut, jika memang aman pasti dia tak ragu untuk mencobanya. Lihat saja bagaimana dia mencari alasan supaya tidak sampai memakannya. Ketiga, kedatangan Shilla yang tiba-tiba. Pasti sudah ada kesepakatan di antara mereka berdua,"


Aiden mengangguk. "Masuk akal yang kau katakan, aku akan segera menyelidikinya. Jika wanita itu benar-benar terbukti menaruh racun ke dalam dessert itu, aku sendiri yang akan memberinya pelajaran!! Sudah selesai kan, ayo kita pergi." Aster mengangguk. Kemudian mereka berdua meninggalkan cafe.


-


-


Perempuan itu menahan pergelangan tangan Leon ketika dia hendak meneguk gelas kesepuluhnya. Dengan kasar Leon menyentak tangannya. "Lepaskan, Amber!! Sebaiknya kau tidak usah ikut campur dengan urusanku!!"


"Aku seperti ini karena aku peduli padamu. Kau seperti orang gila, jangan hanya karena patah hati kau lepas kendali. Dan lagipula di dunia ini perempuan hanya dia saja?! Dan terimalah kenyataan jika kalian berdua tak ditakdirkan untuk berjodoh!!"


"Diamlan!! Berhenti mengoceh, aku muak mendengarnya!!"


Tiffany mendesah berat. Dia tidak tahu lagi bagaimana harus bicara dengan Leon!! Sudah seharian ini dia mengurung diri di rumahnya, tidak makan, tidak mandi. Hanya minum saja, dan jika dibiarkan terus menerus, lambung Leon bisa terluka parah.

__ADS_1


"Baiklah, terserah kau saja!! Aku malas menasehati pria keras kepala dan menyebalkan sepertimu!! Terserah kau mau mati atau pun tidak, itu tak ada lagi hubungannya denganku!!"


"Bagus, pergi saja sana!! Dasar wanita menyebalkan, aku benci kalian semua!!"


-


-


Sepasang suami istri terlihat memasuki sebuah gedung perkantoran yang memiliki puluhan lantai. Kedatangan mereka berdua menyita perhatian banyak pasang mata, tak lagi merasa aneh, karena ini bukan pertama kalinya mereka melihat keduanya datang bersama.


Tak sedikit yang merasa iri pada keserasian mereka berdua, dan tak sedikit pula yang merasa senang melihatnya. Mereka adalah pasangan yang sempurna, cantik dan tampan. Benar-benar satu perpaduan yang sempurna.


"Lihatlah orang-orang disini, Apa mereka tidak bosan setiap hari menggosipkan kita berdua? Ada yang iri lah, ada yang tidak suka lah, ada yang ini ada yang itu. Aku sampai bosan mendengarnya!!"


"Kalau begitu jangan didengarkan!!" Si pria menyela cepat.


"Bagaimana mau tidak didengarkan, jelas-jelas aku tidak tuli. Kadang-kadang ucapan mereka membuatku kesal sendiri. Kau memiliki fans yang sangat mengerikan!!" Aster tak mau kalah.


Lelaki itu 'Aiden' mendengus lalu menjitak gemas kepala coklat Aster. Dia tidak tahu kenapa mulut perempuan itu sangat licin ketika berbicara. "Hn, aku tidak tau!!"


"Memangnya kapan kau pernah tau. Makanya jadi orang jangan terlalu dingin dan acuh!! Dasar manusia kulkas!! Kadang-kadang kau sangat menyebalkan!!"


"Terima saja, karena itu sudah menjadi sifat patenku!!"


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2