I Love You Duren Impoten

I Love You Duren Impoten
Bab 48: Nasib Buruk


__ADS_3

Wajah wanita itu bengkak dan membiru akibat tamparan Aster yang berulang-ulang. Jangankan untuk berteriak dan memaki Aster seperti tadi, dibuka saja rasanya sulit dan sakit.


"Hentikan, jangan memukulnya lagi!!" Seorang laki-laki tiba-tiba datang dan menghentikan aksi brutal Aster.


Sontak wanita itu mendongakkan kepala. Tangis wanita itu pun pecah setelah melihat kedatangan suaminya. Dia menghampiri lelaki itu dan memeluknya. "Huhuhu...!! Selamatkan aku dari wanita gila ini. Dia menuduhku mencuri desainnya dan membakar boutiquenya. Jelas-jelas aku tak pernah melakukannya!!"


"Apa?! Berani sekali dia menuduhmu yang tidak-tidak!! Apa dia tidak tahu siapa suamimu?! Biarkan aku memberi pelajaran padanya!!" Ucapnya penuh emosi. Kemudian dia berbalik dan...


"No..Nona Muda?!" Kaget lelaki itu.


Melihat siapa yang berdiri dihadapannya membuat nyalinya ciut seketika. Dia yang sebelumnya berkaor-kaor ingin memberi pelajaran pada orang yang sudah membuat wajah istrinya babak belur, sekarang justru tak berani bicara lagi.


"Sayang, kenapa kau memanggilnya, Nona Muda? Apa kau mengenalnya?" Tanya wanita itu memastikan.


"Dia adalah putri dari Bos Steven dan Nyonya Jessica. Istri dari Tuan Muda Zhang, Kau benar-benar bodoh karena berani mencari masalah dengannya!!" Bukannya pembelaan, wanita itu justru dimarahi habis-habisan oleh suaminya.


Aster adalah putri dari Bos Mafia dan Mantan Ketua Gangster, dan suaminya juga bukan orang sembarangan. Selain posisinya sebagai CEO di sebuah perusahaan besar, Aiden juga merupakan pemimpin dari organisasi Black Devil. Salah satu organisasi mafia yang paling di takuti dan di segani.


Memang, Aiden tak pernah terjun langsung dalam menghabisi musuh-musuhnya. Namun soal kekejaman tak bisa dipertanyakan lagi, siapa pun yang berani mencari masalah dengannya maka imbalannya adalah nyawa.


"Aku akan membawa kasus ini kemeja hijau, perbuatan istrimu benar-benar tidak bisa termaafkan. Dia sudah membuatku rugi berkali-kali lipat!!"


Wanita itu menggeleng. Kemudian dia mendekati suaminya sambil memohon agar dia mau membantunya. "Jors, lakukan sesuatu untukku. Aku tidak mau dipenjara!! Aku tidak mau, Aku tidak mau!!"


Lelaki itu kemudian menyentak tangan istrinya dan menatapnya dengan tajam. "Ini adalah buah dari perbuatanmu sendiri, kenapa aku harus ikut campur. Kau yang membuat masalah, jadi kau sendiri yang harus menyelesaikannya!! Nona Muda, saya tidak peduli bagaimana Anda akan menghukumnya. Saya tidak tau apa-apa, dan saya tidak terlibat!!"


"Jors!!" Wanita itu berteriak histeris. Bukannya membelanya, dia malah menjerumuskannya.


"Itu adalah masalahmu, bukan masalahku!! Kau yang berbuat, kau juga yang harus bertanggung jawab!! Jadi nikmati saja perbuatanmu!!"


"Jors, Kau benar-benar sangat keterlaluan. Jadi selama ini kau hanya memanfaatkan uang dan tubuhku saja?! Kau mengatakan cinta, cinta, dan cinta. Tapi ketika aku berada dalam masalah kau malah membuangku seperti sampah!!"


"Makanya jadi wanita jangan bodoh!! Siapa suruh kau buta oleh cinta, lagi pula sejak awal aku sudah memberitahumu jika aku adalah Playboy. Tapi kau tetap saja ngotot ingin menikah denganku, ya sudah terima saja nasibmu!!"


Jors pun lantas pergi dan meninggalkan wanita itu begitu saja. Dan selanjutnya wanita itu akan berurusan dengan pihak yang berwajib atas apa yang telah diperbuat kepada Aster. Seharusnya dia berterima kasih karena Astra hanya memasukkannya ke penjara, bukan kandang singa. Karena jika Aiden yang memberi hukuman, maka lain lagi ceritanya.


"Arrrkkhhh!! Sial, kenapa hidupku malah berakhir seperti ini?!"

__ADS_1


"Jika tidak ingin menuai hasil yang buruk, makanya jangan menanam biji yang busuk. Terima saja nasibmu. Kalau begitu kami pergi dulu, kau tetap duduk manis di sini sampai polisi datang. Bye, bye,"


"Aster... Kau benar-benar Iblis!!'


-


-


"Yakk!! Makhluk jadi-jadian berhenti mengikuti kami!!"


Nasib sial benar-benar menimpa Aileen dan William. Makhluk dua alam yang mereka goda di pemandian panas tadi ternyata masih mengikutinya terus menerus dan tidak mau melepaskan mereka berdua.


"Ganteng, jangan kabur-kaburan lagi. Sini dong biar eike cium, eummahhh..."


"Adrian, jangan melongo saja seperti sapi ompong. Cepat lakukan sesuatu untuk Hyung, huaaaa..."


"Lalu aku harus bagaimana, Hyung? Aku tidak tahu harus bagaimana cara untuk mengusirnya."


Aileen dan William gemes sendiri melihat tingkat Adrian. Benar-benar polos. Dia benar-benar tidak bisa diharapkan sama sekali. Tapi mereka berdua memakluminya karena Adrian ibarat anak piyik yang baru saja keluar dari cangkang telur induknya. Dan sepertinya malam ini mereka berdua harus bermalam di atas pohon.


-


-


Berbagai sumpah serapah keluar dari mulut si wanita. Sedangkan pria yang mengemudi di sampingnya sedari tadi hanya diam sambil menghela nafas berkali-kali. Dia teman sendiri melihat kelakuan istrinya.


"Jujur saja aku masih belum puas memberi pelajaran pada wanita itu. Jika saja si bodoh itu tidak datang dan mengganggu, mungkin aku sudah membotaki kepalanya."


"Sampai kapan kau akan terus mengoceh seperti burung beo, Aster Zhang?!" Geram si pria yang pastinya adalah Aiden.


"Diamlah, Ai!! Jangan membuatmu semakin buruk, aku ini sedang kesal setengah mati. Karena perbuatannya yang tidak beradab aku mengalami rugi besar. Perasaan aku tidak mimpi apa-apa, selain mimpi menginjak kotoran kucing, tapi kenapa aku malah mengalami nasib buruk seperti ini!!"


Aiden mendengus kasar. "Sudah relakan saja!! Masalah perbaikan boutique-mu, serahkan saja padaku. Aku akan membangun ulang boutique itu lebih besar dari boutique-mu yang sebelumnya!!"


Tiba-tiba perhatian Aster teralihkan oleh keberadaan seorang remaja yang wajahnya Tak asing sama sekali. Ester memicingkan matanya ketika jarak mobil yang di kemudikan oleh Aiden dengan remaja tersebut semakin dekat. Kedua mata Aster kontak membelalak, dengan keras dia berteriak..


"HENTIKAN MOBILNYA!!"

__ADS_1


Aiden pun mengerem mendadak. Lalu dia menatap istrinya penuh tanya. "Ada apa, kenapa mendadak ingin berhenti?!" Tanya Aiden.


"Lihat ke sana, bukankah itu Adrian. Sedang apa bocah itu di sana?"


Kemudian Aiden mengikuti arah tunjuk Aster. Dan benar apa yang Aster katakan, itu benar-benar Adrian. Yang menjadi pertanyaan Aiden, sedang apa si bungsu di sana bersama seorang perempuan jadi-jadian yang terus melihat ke arah pohon sambil melambaikan tangannya.


Sadar ada yang tidak beres, Aster dan Aiden pun memutuskan untuk segera menghampiri mereka berdua. Adrian dan wanita jadi-jadian tersebut.


"Adrian, sedang apa kau disini?"


Deggg...


Aileen terkejut bukan main mendengar suara dingin dan familiar seseorang yang berkaur di telinganya. Yang ditanya Adrian, dan yang panik malah Aileen. Bagaimana dia tidak panik, sekarang Aileen sedang dalam masalah besar.


"Hyung, Nunna. Kalian berdua datang di saat yang tepat. Terus terang saja aku sangat bingung bagaimana harus menolong William Hyung, dan Aileen Hyung. Saat ini mereka berdua sedang ada di atas pohon demi menghindari kakak ini," ujar Adrian dengan polosnya.


Dan tanpa dia sadari apa yang dia katakan barusan membuat mereka berdua dalam masalah besar. Aileen dan William menutup matanya, mereka benar-benar dalam masalah besar sekarang. Entah bagaimana nasib mereka setelah ini, pasti keduanya diadili habis-habisan oleh Aster dan Aiden.


"Turun kalian berdua!!" Teriak Aster pada mereka Aileen dan William. Sedangkan si wanita jadi-jadian sudah lari terbirit-birit setelah mendapatkan amukan dari Aster.


"Iya, iya. Kita turun."


"Appo, Nunna sakit!!" William berteriak histeris sambil memegangi tangan Aster yang menjawab telinganya. "Huhu, Nunna sakit, lepaskan!!"


"Kau benar-benar tidak ada kapoknya ya?! Apa masih belum cukup hukuman dari Mama? Masih ingin ditambah lagi?!" William menggeleng. "Bukannya belajar dengan giat malah kelayapan tidak jelas. Ayo pulang!!"


"Huaaa, Nunna!! Lepaskan, jangan menjewer telingaku, sakit!!" Teriak William lagi. Aster menarik telinga William tanpa peduli dengan teriakan kesakitan pemuda itu.


Tak jauh berbeda dengan William, Aileen dan memiliki nasib yang serupa. Dia tidak berkutik sama sekali di depan kakaknya yang sedang marah. Masih bagus nasib William, karena yang dia hadapi bukanlah Iblis seperti Aiden.


Aster membawa William pulang ke kediaman Nero dengan taksi. Sementara itu, Aileen dan Adrian pulang dengan Aiden.


Hukuman yang mereka dapatkan bisa berlipat ganda karena mereka sudah mempengaruhi Adrian yang masih polos dengan ajaran sesat!


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2