
"Mama, aku pulang!!"
Suara mirip lumba-lumba itu menggema di setiap sudut ruangan bangunan mewah yang memiliki tiga lantai tersebut. Seorang gadis cantik berambut coklat panjang menarik kopernya memasuki Mansion mewah tersebut.
Dahinya mengernyit melihat keadaan rumah yang begitu sepi. Ibu, ayah serta adiknya tak terlihat batang hidungnya, hanya beberapa pelayan yang sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
"Bibi Ahn, kenapa rumah sepi sekali. Memangnya mama, papa dan si pembuat onar itu pergi kemana?" Tanya gadis itu yang pastinya adalah Aster.
"Nyonya sedang pergi keluar untuk berbelanja bulanan. Tuan besar sedang ke luar kota, sedangkan Tuan Muda masih belum pulang dari kampusnya."
Ternyata semua orang sedang pergi, pantas saja Aster tidak melihat satu orang pun di rumah. "Bibi Ahn, aku lapar, siapkan makanan untukku plus potongan buah-buahan segar dan jus jangan lupa. Lalu antar ke kamar ya."
"Baik, Nona."
Demi menjaga bentuk tubuhnya agar tetap langsing dan indah. Aster pun menerapkan hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak serat, seperti buah dan sayur-sayuran.
Jujur saja, Aster benar-benar tidak ingin memiliki bentuk tubuh yang jelek dan tidak sedap dipandang. Karena itu bisa mengurangi daya tariknya sebagai gadis yang cantik. Itulah kenapa dia sangat membatasi asupan kalori yang masuk ke dalam tubuhnya.
-
-
Aileen terus mondar-mandir di depan kamar yang Aster tempati sejak semalam. Pemuda itu menunggunya untuk sarapan bersama, namun hampir dua jam orang yang dia tunggu tak kunjung keluar dari kamarnya. Saat dia mengetuk pintu pun tak ada sahutan dari dalan.
Cklekk...
Perhatian pemuda itu teralihkan oleh suara decitan pada pintu yang bersebelahan dengan kamar Aster. Seorang lelaki tampan keluar dari kamar tersebut. "Sedang apa kau disini?" Tanya orang itu yang pastinya adalah Aiden.
"Aku sedang menunggu Aster Nunna, Hyung. Rencananya aku mau mengajaknya sarapan bersama. Tapi dia tidak kunjung keluar dan aku ketik pintunya pun tak ada sahutan dari dalam." Jelas Aileen menuturkan.
__ADS_1
"Nona itu sudah check out sejak pagi, Tuan Muda. Kamar itu sudah kosong sejak tiga jam yang lalu. Jadi wajar jika tak ada jawaban saat Anda memanggilnya." Sahut pria yang berdiri disamping kiri Aiden.
"What?! Jadi dia sudah pergi dari tadi dan tanpa memberitahuku?! Bahkan aku dan Aster Nunna belum bertukar nomor ponsel. Sepertinya aku dan Aster Nunna benar-benar tidak berjodoh," Aileen menghela napas kecewa.
Malas mendengar keluhan adiknya. Aiden pun memutuskan untuk pergi dan meninggalkan Aileen begitu saja. Dia harus kembali ke Seoul hari ini juga. Karena masih banyak hal yang perlu dia urus di sana.
-
-
Gerry melangkahkan kakinya memasuki sebuah gedung perkantoran yang memiliki puluhan lantai. Demi bisa bekerjasama dengan Z Empire, dia rela membatalkan semua pertemuan pentingnya hari ini. Dari bulan lalu Gerry mengajukan kerjasama tersebut namun belum juga di ACC oleh CEO dari Z Empire.
"Aku ingin bertemu dengan Presdir Zhang, apa dia ada? Aku sudah membuat janji dengannya untuk bertemu hari ini."
"Maaf, Tuan. Tapi Presdir sedang tidak ada di tempat. Anda bisa kembali lagi nanti."
"Apa? Bagaimana mungkin dia tidak ada, jelas-jelas dia sudah setuju untuk bertemu denganku. Bagaimana sih, katanya Presdir, tapi kenapa tidak profesional sama sekali."
"Presdir," dan wanita itu pun membungkuk melihat kedatangan atasannya.
Dan sementara itu, Gerry yang mendengar suara familiar itu sontak berbalik badan. Dia memperhatikan laki-laki yang berdiri dihadapannya ini, menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dan semua yang melekat ditubuhnya adalah barang-barang branded dengan harga selangit.
Akan tetapi api bukan itu yang membuatnya terkejut, melainkan siapa laki-laki yang berdiri dihadapannya ini. "A..Aiden," ucapnya terkejut.
Yang dipanggil hanya menyeringai lalu melewati Gerry begitu saja. "Batalkan semua rencana kerjasama dengan Lee Corp. Aku tidak berminat bekerjasama dengan perusahaan kecil itu. Jangan lupa panggil security, usir dia keluar!!"
Wanita itu mengangguk seraya membungkuk setelah menerima perintah Aiden. "Baik, Presdir."
"Tu..Tunggu. Aiden, tunggu dulu." Seru Gerry, dia berusaha mengejar Aiden namun dihalangi oleh seorang security. "Aiden, tunggu. Kita perlu bicara, jangan pergi!!" Teriak Gerry namun tak dihiraukan oleh Aiden.
__ADS_1
Aiden melambaikan tangannya tanpa pada Gerry menghentikan langkahnya. Untuk apa dia mau bekerjasama dengan perusahaan milik laki-laki bangsat yang sudah menghancurkan rumah tangganya. Aiden tidak ingin melihat Gerry mendapatkan keuntungan, karena yang dia inginkan adalah melihatnya hancur.
"Selamat pagi, Presdir."
Beberapa karyawan dan staf perusahaan berhenti dan membungkuk saat berpapasan dengan Aiden. Mereka menunjukkan sikap hormat pada atasannya. Sedangkan Aiden menyikapinya dengan anggukan pelan, wajah tampannya tak menunjukkan ekspresi apapun, dingin.
Ini adalah kepemimpinan Aidan yang pertama, karena sebelumnya perusahaan di kelola oleh satu-satunya orang kepercayaan mendiang kakeknya, yakni mantan Asisten pribadinya.
Meskipun ayah Aiden adalah putra kandung Kakek Zhang, tapi dia tidak berhak atas semua kekayaan milik ayahnya. Dia diusir keluar dari keluarga Zhang dan namanya pun telah di hapus dari daftar pewaris sejak dia memutuskan untuk tetap menikahi kekasih gelapnya.
Orang tau Aiden berpisah saat dia berusia 15 tahun. Aiden adalah korban broken home, ibunya menikah lagi dan telah memiliki kehidupan sendiri begitupun dengan ayahnya. Dan sejak saat itu Aiden dibesarkan oleh kakaknya. Dia dan Aileen-lah pewaris yang sah seluruh kekayaan milik keluarga Zhang.
-
-
"Bi, dimana Aster. Tadi kau menghubungiku dan memberitahu jika gadis nakal itu sudah pulang."
Sang kepala pelayan itu mengangguk. "Benar sekali, Nyonya. Tetapi Nona langsung pergi setelah mendapatkan telfon dari kampusnya. Saya tidak tau berita baik apa yang Nona terima tetapi dia terlihat sangat gembira. Dan Nona berpesan pada saya supaya memberitahu Nyonya jika dia kembali tiga tahun lagi setelah berhasil menjadi desainer ternama."
Wanita itu 'Jessica' tersenyum lebar setelah mendengar apa yang bibi Ahn sampaikan. Tanpa ada penjelasan pun, dia sudah tau apa alasan putrinya pergi lagi. Dan sebagai seorang Ibu, Jessica sangat yakin jika putrinya pasti bisa mewujudkan impiannya untuk menjadi seorang desainer ternama.
"Ya sudah kalau begitu. Segera siapkan makan malam, Steven pulang malam ini dan dia ingin supaya kau sendiri yang menyiapkan makan malam untuknya."
Wanita setengah baya itu membungkuk serta mengangguk mendengar perintah Jessica."Baik, Nyonya. Akan segera saya siapkan."
Bibi Ahn sendiri adalah salah satu orang yang paling dipercayai oleh pasangan Steven-Jessica. Dia sudah bekerja lama pada mereka berdua, Bibi Ahn adalah orang yang mengasuh Aster dan putra kedua mereka, William.
-
__ADS_1
-
Bersambung.