
"Hyung, sebenarnya tempat apa ini?"
Adrian menatap William dan Aileen penuh tanya. Mereka berdua membawanya ke sebuah tempat dimana para wanita cantik dan sexy berkumpul di sebuah kolam renang.
"Kita ada di surganya dunia, ditempat ini kita bisa mencuci mata sekaligus menjernihkan otak yang keruh!!" jawab Aileen menimpali. "Ayo masuk, kita akan bergabung bersama mereka. Tapi sebelumnya kau harus melepaskan pakaianmu dulu,"
"Melepaskan pakaian, untuk apa?" adrian menatap Aileen penuh tanya.
"Kau ini bodoh atau apa?! Jika kau masuk ke sana dengan pakaian lengkap, bisa-bisa pakaianmu nanti basah kuyup lalu bagaimana nanti kau pulangnya jika pakaianmu basah?" balas William menimpali.
Saat ini mereka bertiga berada di pemandian air panas. Menurut William dan Aileen, pemuda seperti Adrian membutuhkan banyak asupan vitamin yang bisa menjernihkan mata dan otaknya. Itulah kenapa mereka berdua membawanya ke tempat ini.
"Tapi Hyung, aku malu."
"Kenapa harus malu, lihat saja orang-orang itu. Bahkan di antara mereka ada yang sampai telanjan*, ada juga yang hanya memakai celan* dala*. Sedangkan kau kan masih memakai celana pendek. Sudah jangan banyak berpikir, cepat lepaskan saja pakaianmu. Dijamin deh, kau tidak akan menyesal!!" Ujar Aileen memaparkan.
Dengan ragu, Adrian membuka pakaiannya lalu mengikuti William dan Aileen masuk ke dalam kolam air panas.
Bagi Adrian ini adalah pertama kalinya, tetapi bagi mereka berdua ini sudah yang kesekian kalinya. Hampir setiap akhir pekan mereka selalu datang ke pemandian air panas untuk mencuci mata dan otaknya.
"Will, lihat disana, wanita itu begitu menggoda. Bagaimana kalau kita dekati dia sekaligus ajari bocah ini caranya memikat wanita yang baik dan benar?!" Ucap Aileen yang kemudian dibalas anggukan setuju oleh William.
__ADS_1
Lalu pandangan William bergulir pada Adrian yang berdiri disamping kirinya. "Drian, kau harus lihat dan perhatikan ini baik-baik. Hyung berdua akan mengajarimu sebuah ilmu yang keren dan bermanfaat, jadi perhatikan baik-baik, oke!!"
Aileen dan William pun menghampiri perempuan tersebut. Mereka mengapitnya disisi kanan dan kiri. Namun ketika diperhatikan, ada yang salah dengan perempuan cantik yang menjadi incaran mereka ini. Ada benjolan di lehernya lalu kenapa ketika mereka tanpa sengaja menyentuh bagian bawahnya malah berdiri tegak.
Aileen dan William saling bertukar pandang. Mata mereka sama-sama membulat sempurna. Dan dengan keras kemudian mereka berteriak...
"KYYAAA!! PEREMPUAN JADI-JADIAN!!"
"Oppa, kalian berdua mau kabur kemana?! Jangan kabur, tunggu Eike!!!"
Gelak tawa pun membahana. Semua orang menertawakan mereka berdua. Niatnya untung malah jadi buntung karena ternyata yang mereka incar bukan wanita tulen melainkan wanita jadi-jadian, banc*. Seperti mendapatkan karma dan dibayar kontan.
-
-
Dia tidak tahu siapa pria di depannya ini, dan dia juga merasa tak pernah memiliki masalah dengannya.
"Sebenarnya Anda ini siapa, dan apa maksud anda datang kemari?" Tanya wanita itu penasaran.
"Aku datang kemari untuk mengambil semua rancangan musim dingin milik istriku yang kau curi!!" Jawab laki-laki itu menimpali.
__ADS_1
"Maksud Anda apa?"
"Maksudnya adalah desain yang ada di atas mejamu!!" Sahut seseorang dari arah pintu. Aster memasuki ruangan itu lalu mengambil beberapa desain musim dingin yang ada di atas meja perempuan kerja tersebut. "Ini adalah desain milikku, aku yang mengerjakannya dengan susah payah dan kau malah mencurinya!!"
"Omong kosong apa yang kau katakan?! Dan atas dasar apa kau menuduhku mencuri semua desain milikmu?!" Wanita itu tak terima dituduh mencuri oleh Aster. Padahal jelas-jelas desain itu adalah miliknya, yang Aster kerjakan untuk musim dingin.
"Kau tanya atas dasar apa Aku menuduhmu mencuri?! Aku memiliki buktinya, dan CCTV jalan menangkap ketika kau memasuki boutique milikku. Kau keluar dengan membawa desain-desain ini, tidak hanya mencuri di saat milikku tapi kau juga membakar boutiqueku!! Semua buktinya ada disini, jadi bagaimana kau mau mengelak lagi?!" Aster menyeringai.
Tangan wanita itu terkepal kuat, dengan marah dia menatap Aster. "Ya, memang aku yang mencurinya dan aku pula yang membakar boutiquemu. Kau mau apa?!"
PLAKKK...
Aster menampar wanita itu dengan keras. Matanya memerah karena emosi yang memuncak. Dengan kasar Aster menjambak rambut wanita itu lalu menamparnya berkali-kali.
Melihat kebrutalan istrinya. Aiden hanya melihatnya dengan seringai tipis disudut bibirnya. Benar-benar wanita yang tangguh dan tidak mudah ditindas. Aiden benar-benar menikahi wanita yang tepat. Dan wanita seperti Aster memang layak diperjuangkan.
-
-
Bersambung.
__ADS_1