I Love You Duren Impoten

I Love You Duren Impoten
Bab 55: Ngidam Aneh


__ADS_3

Ngidam...


Setiap wanita hamil pasti pernah mengalaminya, tak terkecuali Aster. Wanita yang sekarang tengah berbeda dua itu juga sering ngidam. Mulai dari yang biasa saja sampai yang tidak masuk akal. Pernah satu kali, tengah malam Aiden harus berkeliling kota untuk mencari toko buah yang masih buka, Aster mengatakan ingin sekali makan mangga muda.


Namun sialnya, dia malah tak menemukannya. Endingnya malah membuat Aster ngambek karena Aiden tak berhasil membawakan Mangga muda yang dia minta. Aster mendiaminya sampai berhari-hari, dan dia baru mau bicara dengan Aiden ketika dia mengajaknya untuk jalan-jalan ke pulau Jeju.


Di luar cuaca sedang cerah, tetapi terasa mendung bagi keempat pemuda itu. Aileen, Tao, William dan Adrian menjadi korban dari ngidam Aster. Aster ngidam mereka berempat memakai gaun-gaun hasil rancangannya. Dan dia pun memaksa keempatnya untuk memakai gaun-gaun tersebut.


"Nunna, apakah ngidamu tidak ada yang lebih normal? Masa iya kami harus memakai gaun-gaun ini, itu sangat memalukan sekali dan menjatuhkan harga diri kami sebagai seorang lelaki tulen." William melayangkan protesnya pada sang kakak.


Sontak Aster mendelik tajam ke arah William lalu menjitak kepalanya. "Dasar kau ini, namanya juga sedang ngidam, pasti yang diminta aneh-aneh. Jangan banyak protes, sudah lakukan saja!!"


"Huuuaaa...!! Kenapa wujudku jadi mengerikan begini? Nunna, kau benar-benar tidak masuk akal, ngidammu bikin orang stres saja. Huhuhu, siapapun tolong aku dan bebaskan diriku dari ngidam aneh Nunnaku." Tangis Aileen pun pecah.


Bukan hanya William saja yang melayangkan protesnya pada Aster. Tetapi Aileen juga, dia dia tidak mau jika harus dijadikan badut percobaan oleh kakak iparnya. Wujudnya benar-benar sangat mengerikan.


"Diamlah, dan menurut saja. Kau terlihat sangat lucu dan menggemaskan dengan pakaian itu,"


"Huaaa....!! Lucu dan menggemaskan bagaimana, aku terlihat sangat mengerikan, huhuhu..."


"Dasar kalian ini, berhentilah mengeluh. Lagipula ini juga hanya sementara saja, dan menuruti keinginan orang hamil itu tidak ada salahnya. Dan siapa bilang berpenampilan seperti ini mengerikan, ini terlihat sangat bagus dan luar biasa kok," ucap Tao menimpali.


Adrian mengangguk, membenarkan apa yang Tao katakan. "Tao Hyung, benar. Bahkan aku sangat menyukai rancangan, Aster Nunna. Jika saja aku seorang gadis, pasti aku akan terlihat sangat cantik dengan balutan gaun-gaun itu." Ucap Aileen menambahkan.


"Ada apa dengan kalian berdua?! Jelas-jelas ini aneh, bagus darimana coba? Iya, bagus jika yang memakainya itu seorang gadis. Tapi kita berempat bukan perempuan melainkan laki-laki."


"Sudah cukup berdebatnya!! Sebaiknya kalian berempat segera ikut aku, aku akan membawa kalian ke acara fashion week." Ucap Aster menengahi perdebatan mereka berempat.


Sontak kedua mata William dan Aileen membelalak sempurna. "APA!! ACARA FASHION WEEK?!" Aster mengangguk.

__ADS_1


Berbeda dengan respon mereka berdua. Adrian dan Tao justru terlihat sangat bersemangat. Bukan karena mereka tidak normal, tetapi karena penampilan mereka saat ini sangat luar biasa. "Huaaa...!! Benarkah, aku jadi tidak sabar untuk seger pergi kesana."


"Kalian berdua itu sangat aneh, bukankah Kalian sering berdandan seperti wanita supaya bisa dekat dan menikmati tubuh mereka. Tapi kenapa sekarang kalian bersikap dan bertingkah menyebalkan seperti ini. Bukannya bagus ya. Karena dengan begini, kalian bisa lebih banyak mencuci mata." Ujar Tao sambil menatap Aileen dan William bergantian.


Yang keduanya pun langsung menunduk malu. Kartu as-nya baru saja dibuka oleh Tao. Bagaimana bisa dia membuka kartu as-nya di depan Aiden, Aster dan Adrian. Benar-benar sangat memalukan.


Aileen memukul lengan Tao dan mendelik tajam padanya. "Aisshh, Hyung. Kenapa kau malah membuka kartu as kami? Bikin malu saja, aku kan sedang berakting supaya terlihat keren. Dan kau malah mengacaukannya!!"


Sungguh sangat mengejutkan. Aster dan Aiden nyaris saja tidak percaya. Jika bukan Tao yang mengatakannya lebih dulu, pasti Aileen tak mungkin mengakuinya. William pun segera memberi penjelasan sebelum terkena amukan kakaknya.


"Nunna, itu tidaklah seperti yang kau pikirkan.Tao Hyung, hanya mengatakan omong kosong. Kami memang sering berdandan seperti ini, tetapi bukan untuk mencuci mata. Hanya untuk~!!"


"Sudah tidak ada waktu lagi!! Nanti saja menjelaskan, yang lain sudah menunggu kita. Ayo sebaiknya kita berangkat sekarang!!" Ucap Aster kemudian menarik Aileen dan William keluar.


Aiden mendengus berat. Sejak hamil, Ini pertama kalinya Aster ngidam sesuatu yang gila.


-


-


"Lalu bagaimana dengan mereka berempat?" Aidan menatap Aster dengan bingung.


"Kau tenang saja, mereka sudah ada yang mengurusnya."


Aidan mengangguk. Keduanya kemudian meninggalkan hotel yang menjadi tempat diadakannya fashion week. Lagi pula ngidam aneh Aster sudah keturutan. Jadi untuk apa mereka masih tetap di sini, makanya Aster memutuskan untuk pulang.


Tiba-tiba Aster menghentikan langkahnya. Membuat Aiden ikut berhenti juga. "Ada apa?" Dia bertanya dengan kebingungan.


"Aku mau ke toilet sebentar. Kau tunggulah di sini dan aku akan segera kembali," Aiden mengangguk.

__ADS_1


Aiden melihat jam yang melingkari pergelangan tangannya, sudah 15 menit namun Aster tak kunjung kembali dan itu membuat Aiden menjadi sangat cemas. Akhirnya dia pun memutuskan untuk menyusulnya ke toilet. Aiden benar-benar takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya.


Sesampainya di toilet, Aiden melihat after tengah diganggu oleh beberapa wanita yang ia duga sebagai saingan bisnisnya. Dia pun tak tinggal diam, Aidan menghampiri mereka bertiga dan menarik antar menjauh dari mereka.


"Aiden," seru Aster terkejut. Dia sungguh tak menduga akan menyusulnya.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Aiden memastikan. Dan meyakinkan pada suaminya jika ia baik-baik saja. Lalu pandangan Aiden bergulir pada mereka bertiga. "Apa Kalian bertiga sudah bosan hidup?! Berani-beraninya kalian mengganggu, Aster!!" Ucap Aiden dengan dingin dan tajam.


Salah satu dari ketiga wanita itu lalu mendekati Aiden. "Tuan Zhang, sebaiknya anda tidak usah ikut campur. Masalah ini tidak ada hubungannya dengan anda, karena masalah kami dengan wanita itu!!"


Jika saja Aster tak sedang dalam keadaan berbadan dua, dia sudah menghajar mereka bertiga bisa-bisa dari tadi. Tetapi Aster memikirkan kandungannya yang masih lemah dan sangat rentan mengalami keguguran. Itulah kenapa dia memilih tak menggunakan kekerasan fisik.


"Tentu saja ada, karena Aster adalah istriku. Dan masalahnya tentu saja menjadi masalahku, dan sebagai seorang suami tentu aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggu apalagi menyakiti istriku!!" Jawab Aiden dingin.


Keterkejutan terlihat di wajah wanita itu setelah mendengar apa yang Aiden katakan. Apa dia tidak salah dengar, bagaimana bisa Aiden mengatakan jika Aster adalah istrinya.


"Apa? Jadi perempuan ini adalah istri anda?"


"Apa masih belum jelas yang aku katakan?! Atau mungkin karena telingamu bermasalah?! Sebaiknya berhenti mengganggunya dan mencari masalah dengannya, atau kau akan menanggung akibatnya?! Ayo, kita pergi dari sini." Aster mengangguk. Aiden merangkul pundak Aster dan membawanya pergi dari hadapan ketiga wanita itu.


Aiden tau apa alasan Aster tidak melawan apalagi menggunakan kekerasan fisik pada mereka bertiga, itu karena dia memikirkan janin di dalam perutnya.


Dan jika saja Aster tidak dalam keadaan hamil, Aiden berani bersumpah jika ketiga perempuan itu sudah habis ditangannya. Itulah kenapa Aster lebih memilih beradu argumen daripada menggunakan kekerasan fisik.


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2