I Love You Duren Impoten

I Love You Duren Impoten
Bab 9: Seorang Duda


__ADS_3

BRUGG..


Tanpa sengaja Aster menubruk punggung seseorang yang baru saja keluar dari mobilnya. Matanya membelalak sempurna, dia hilang keseimbangan dan hampir terjungkal kebelakang jika saja orang yang ditubruknya tak menangkapnya tepat waktu.


Refleks, Aster mengalungkan sebelah lengannya pada leher pria itu dan membuat mata mereka berdua bertemu pandang. Dan untuk sesaat, Aster merasakan udara disekitarnya tiba-tiba menghilang.


"Ya Tuhan, lagi-lagi Bumi memanggilku!!" Jeritnya dalam hati. Aster gugup setengah mati setelah melihat siapa orang yang ditabraknya ini.


Ia menatap langsung ke dalam mata Aster."Kau tidak apa-apa?" Aster menggeleng. Meyakinkan pada pria itu jika dirinya baik-baik saja. "Lain kali kalau jalan hati-hati, dan sebaiknya gunakan matamu dengan baik."


Aster mendecih pelan. "Aku tau, namanya juga tidak sengaja. Tapi terima kasih, kalau kau tidak menangkapku dengan tepat waktu, mungkin saja pantatku sudah berciuman dengan tanah. Baiklah, kalau begitu aku masuk dulu." Ucapnya dan pergi begitu saja.


Aster sudah terlambat selama sepuluh menit, kedua sahabatnya yang super bawel pasti akan mengomelinya habis-habisan karena sayang terlambat.


Sementara itu, si Pria yang pastinya adalah Aiden mendengus dan menggelengkan kepala. Ini kedua kalinya Aster menabraknya secara tidak sengaja. Ia pun melanjutkan langkahnya dan memasuki hotel yang sama dengan wanita itu. Karena paman kecilnya sudah menunggunya di dalam.


-


-


"Ya Tuhan, bukankah itu CEO dari Z Empire? Ternyata dia benar-benar tampan, bahkan lebih tampan dari yang selama ini aku lihat di televisi."


Seorang pria tampan melintas begitu saja di samping meja yang ditempati oleh Aster dan kedua sahabatnya. Siapa lagi jika bukan Aiden. Sontak Aster pun menoleh, dia penasaran dengan orang yang dimaksud oleh Tiffany. Dan saat itu pandangan mereka bertemu selama beberapa detik.


"Dia memang sangat tampan, tapi sayang sekali dia tidak normal. Aku pernah dengar jika dia itu seorang Impoten, dan itu adalah alasan dia berpisah dengan istrinya." Sahut Serra.


"Apa!! Jadi dia seorang duda?!" Aster memekik kencang hingga perhatian para pengunjung cafe tertuju padanya. Wanita itu pun langsung merutuki kebodohannya, dia telah mempermalukan dirinya sendiri. Segera Aster bangkit dari duduknya dan meminta maaf.

__ADS_1


"Ada apa denganmu? Kenapa reaksimu berlebihan sekali? Ah, atau jangan-jangan diam-diam kau juga menyukainya makanya terkejut saat mengetahui jika ternyata dia itu seorang duda?" Tebak Tiffany.


Aster menggeleng, tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya pada kedua sahabatnya jika sebenarnya iya dan Aiden sudah saling mengenal, meskipun tidak akrab. Mereka bisa mencecarnya berbagai pertanyaan mengingat betapa keponya mereka berdua.


"Dasar bodoh, tentu saja tidak. Bagaimana mungkin aku menyukai seseorang yang tak kukenal sama sekali!! Kau jangan ngaco deh," ucapnya menimpali.


Bukan hanya masalah Aiden yang seorang duda, Aster juga terkejut setelah mengetahui jika sebenarnya aiden adalah seorang impote*. Dan Impote* sendiri adalah penyakit di mana seorang pria tidak dapat mencapai atau mempertahankan ereks* ketika berhubungan dengan lawan jenisnya.


Aster benar-benar Shock saat mengetahuinya. Aiden, si pria tampan dan mapan yang terlihat sempurna dari luar, tetapi siapa yang menduga jika ternyata dia memiliki kelainan seksua*. Benar-benar sangat disayangkan, seorang pria seperti Aiden ternyata tidak normal. Padahal Aster sempat berpikir untuk memilikinya.


"Apa yang kau pikirkan? Kenapa melamun?" Tegur Serra.


Aster terkesiap, wanita itu lalu menggeleng."Tidak apa-apa, aku ke toilet dulu." Ia bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Dan tak lama setelah kepergian Aster, Tiffany memasukan sesuatu ke minuman Aster lalu mengaduknya. Ia Dan Serra saling bertukar pandang, mereka sama-sama tersenyum.


-


-


Sebuah pertanyaan mengalihkan perhatian pria itu dari kedua wanita yang sedang memanjakannya. Lantas dia mengangkat kepalanya dan mendapati sang keponakan tercinta sudah tiba dan sekarang berdiri di depannya.


"Ternyata aku salah waktu, seharusnya besok acaranya tapi aku malah datang sekarang. Karena sudah terlanjur tiba di sini, jadi ku putuskan untuk mengadakan pesta sendiri. Anggap saja pesta ini untukmu, kau baru saja sembuh jadi itu perlu dirayakan." Tuturnya.


Aiden menghela nafas panjang. Dia sudah menduganya sejak awal jika memang ada yang tidak beres, Paman kecilnya memang tidak bisa dipercaya, dan Aiden tidak tau apa yang sebenarnya di rencanakan oleh Hyuk untuknya. Tetapi perasaan Aiden sungguh tidak enak.


"Jangan terlalu banyak berpikir, tenang saja Paman tidak akan melakukan apapun padamu. Kau terlihat sangat tegang, Keponakan. Duduklah dan minum dulu," kemudian Hyuk menyerahkan segelas wine yang telah dia campur dengan pil perangsan* pada Aiden.


Meskipun dia menaruh rasa curiga pada Hyuk. Tetapi Aidan tetap menerima gelas wine yang dia berikan padanya, tanpa banyak basa-basi ayo dan meneguk wine itu dengan sekali tegukan. Hyuk tersenyum penuh misteri, semoga saja rencananya kali ini berhasil.

__ADS_1


Sebenarnya niat Hyuk baik. Dia ingin membantu sang keponakan tercinta untuk kembali merasakan nikmatnya lubang buaya setelah tiga tahun burung perkututnya dianggurkan. Karena jika kelamaan bisa-bisa burung perkututnya mati dan berlumut.


Jujur saja Hyuk tidak percaya ketika Aiden memberitahunya jika sebenarnya dia seorang Impoten, apalagi dia sudah pernah menikah sebelumnya. Dan Hyuk merasa jika sebenarnya Aiden adalah seorang yang normal, dia hanya sengaja mengatakan pada orang-orang jika sebenarnya ia adalah seorang impoten.


"Sial, Hyuk!! Apa yang kau masukkan ke dalam minuman ini?!" Geram Aiden yang mulai merasa kepanasan.


"Maaf, Keponakanku sayang. Niat Paman baik, kok, Paman cuma ingin membantumu dan membuat supaya kau jadi pria normal."


"Mati saja kau, Hyuk!!" Aiden melepas jasnya dan dia buru-buru pergi ke toilet. Jika tubuhnya tidak didinginkan sekarang juga, bisa fatal akibatnya.


Dan ketika berjalan di lorong sepi menuju toilet. Tanpa sengaja Aiden berpapasan dengan Aster. Dan tanpa banyak berpikir, Aiden menarik lengan Aster lalu menghimpitnya di tembok. Dengan kasar Aiden meluma* bibir Aster, dan apa yang dilakukan oleh pria itu tentu saja membuat Aster terkejut bukan main.


Merasa terancam, Aster berusaha melepaskan ciuman Aiden dengan mendorongnya sekuat tenaga, tapi tidak bisa. Dia kalah tenaga, karena bagaimanapun juga Aiden adalah seorang pria.


Aiden terus meluma* dan memagut bibir Aster tanpa ampun, bahkan dia tidak peduli dengan pukulan Aster pada dadanya yang semakin brutal. Wanita itu benar-benar lemas, ciuman panas Aiden membuatnya tak berkutik sama sekali.


Dan entah sebuah kegilaan dari mana sampai-sampai Aster menyambut ciuman tersebut. Kedua tangannya memegang pipi Aiden dan mereka saling membalas ciuman satu sama lainnya. Perlahan, rasa panas yang membakar sekujur tubuh Aiden perlahan mereda setelah berciuman dengan Aster.


Aiden melepaskan ciumannya dan dengan jari-jarinya dia menghapus sisa liur di bibir Aster. "Maaf, karena sudah berbuat yang tidak sopan padamu. Pamanku memasukkan sesuatu ke dalam minumanku, dan apa yang baru saja terjadi benar-benar diluar kendaliku." Ucap Aiden penuh sesal.


Aster bingung harus bersikap bagaimana, mau marah tapi dia juga menikmatinya. Jika tidak marah bisa-bisa dia dianggap sebagai wanita murahan. Dan itu merupakan ciuman Aster yang pertama.


Dan jika bertanya bagaimana mungkin wanita yang tidak berpengalaman bisa semahir itu, maka jawabannya karena Aster sering melihatnya di dalam drama favoritnya. "Kali ini aku maafkan, tapi tidak untuk lain kali. Sekali lagi kau berbuat begini lagi, habis kau!!" Aster beranjak dari hadapan Aiden dan pergi begitu saja.


Pria itu mendengus geli. Entah kenapa Aster terlihat sangat menggemaskan ketika sedang gugup begitu. Meskipun belum lama mengenal wanita itu, tetapi Aiden merasa jika Aster sangat berbeda dengan kebanyakan wanita yang pernah dikenalnya.


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2