
Disebuah Mansion mewah yang memiliki tiga lantai. Orang-orang terlihat begitu sibuk mempersiapkan ini dan itu.
Hari ini adalah ulang tahun ke satu putra dan putri majikan mereka. Di perkirakan tamu undangan yang datang lebih dari lima ratus orang.
Ya, hari ini usia si kembar Bulan dan Bintang genap satu tahun. Dan Aiden ingin membuat perayaan besar-besaran untuk putra-putrinya tersebut.
Terlihat William, Aileen, Adrian dan Tao juga ikut sibuk seperti pelayan-pelayan di mansion tersebut. "Tolong, yang ini letakkan di sebelah sana. Dan yang ini disebelah situ." berbeda dari ketiga Hyungnya, Adrian selalu bersikap sopan pada mereka yang lebih tua darinya meskipun itu adalah pelayan sekalipun.
Aiden dan Aster pun tak kalah sibuk dari mereka semua. Pasangan suami-istri itu juga ikut sibuk. Mereka sibuk mempersiapkan si kembar. Jessica dan Steven pun tak kalah sibuk juga. Terutama Jessica, dia ingin ulang tahun cucunya yang ke-1 berlangsung dengan meriah.
"Steven, foto yang itu jangan diletakkan sebelah sana, tapi letakkan di sebelah sini. Bagaimana orang bisa melihat jika kau meletakkannya di tempat yang tak terjangkau oleh mata. Bagaimana sih kau ini, menatap dekor saja tidak bisa!!" Sungguh apes bagi Steven karena dimarahi habis-habisan oleh Jessica. Dan dia pun hanya bisa pasrah.
"Huft, baiklah Nenek Bulan dan Bintang."
Jessica mendengus. Dia pun melanjutkan kembali pekerjaannya. Pokoknya tidak boleh ada yang kurang, semua harus sempurna karena hari ini sangat spesial untuk kedua cucunya.
Di tempat yang sama namun di lokasi berbeda, Aster dan Aidan telah sibuk mempersiapkan si kecil.
Ibu dua anak itu mendandani putri dan putranya secantik dan setampan mungkin. ini adalah hari istimewa bagi Bulan dan Bintang, jadi wajar jika Aster ingin mereka terlihat sempurna.
"Wah, Putra-Putri Mama dan Papa sudah tampan dan cantik. Oke, Bintang sama Mama dan Bulan sama Papa ya."
__ADS_1
"Apa tidak sebaiknya kau mandi dulu?" Ucap Aiden sambil menatap pada Aster.
"Lalu kalau aku mandi, Bintang sama siapa? tidak mungkin kan jika kau menjaga keduanya,"
"Bukankah ada Mama, kau bisa menitipkannya padanya sebentar."
Aster mengangguk. "Oke,"
Kemudian Aster membawa Bintang keluar dan menyerahkannya pada Jessica. Tentu saja dia sangat senang dititipi Bintang. Mengingat betapa menghempaskannya bocah laki-laki itu.
Setelah putra sulungnya berada ditangan sang ibu. Aster pun kembali ke kamarnya untuk mandi.
Satu jam lagi acaranya akan dimulai dan untuk itu dia harus segera bersiap-siap. Masa iya tamu undangan sudah datang sementara tuan rumah masih belum para siap?! Tidak lucu bukan?!
.
.
Si kembar tampak begitu menggemaskan. Bulan dalam balutan gaun cantik dengan renda di bagian bawahnya. Sedangkan Bintang terlihat tampan dalam balutan setelan jas hitam dan kemeja putihnya.
Bulan dalam gendongan Aiden, sementara Bintang dalam gendongan ibunya. "Tuan Zhang, Anda memiliki putra dan putri yang sangat menggemaskan. Saat dewasa nanti bagaimana jika kita jodohkan saja mereka," ucap salah seorang rekan bisnis Aiden.
__ADS_1
"Itu ide yang sangat bagus," jawab Aiden. Dan kemudian mereka berdua tertawa. Jelas itu adalah gurauan saja.
"Hyung, Nunna. Bagaimana kalau kita mengambil foto dulu?" seru William. Dia membawa sebuah lensa kamera. "Ayo semuanya berkumpul dulu, kita foto bersama-sama." Dia mengajak seluruh keluarga untuk foto bersama.
"Bukan biar Mama saja yang menggendongnya." ucap Jessica lalu mengambil alih Bulan dari tangan Aiden.
"Bintang biar dengan Papa." Steven pun tak mau kalah.
Semua berkumpul untuk mengabadikan moment berharga ini. Bulan dan Bintang berada di gendongan nenek dan kakeknya. Mereka berdua duduk disebuah kursi yang telah disiapkan oleh Aileen dan Adrian.
Aster dan Aiden berdiri dibelakang mereka berdua, sedangkan William, Adrian dan Aileen di bagian depan dengan berjongkok. Tao pun tak mau ketinggalan. Dia berada di pangkuan ketiga pemuda itu.
Aster dan Aiden saling bertukar pandang. Bibir mereka sama-sama menyunggingkan senyum bahagia.
Setelah semua yang terjadi, suka-duka yang mereka lewati bersama. Akhirnya sekarang berada dititik kebahagiaan.
Dan sekarang mereka mengerti. Jika sebenarnya Tuhan itu maha adil, mereka lebih dulu dipertemukan dengan orang yang salah sebelum akhirnya dipasangkan dengan orang yang tepat.
-
-
__ADS_1
Tamat.