
"KYYYAAA!! SETAN!!"
Jerit ketakutan terdengar menggema di bangunan mewah yang memiliki tiga lantai tersebut. Aileen dan Adrian terjengkang kebelakang saat melihat seorang berwajah putih keluar dari kamar Tao.
Tao pun yang kebingungan langsung celingukan mencari setan yang disebutkan oleh mereka berdua. Yang tanpa dia sadari, jika sebenarnya setan itu adalah dirinya sendiri.
"Omo, Omo, Omo!! dimana setannya?" tanya Tao kebingungan.
Adrian dan Aileen pun melepaskan pelukannya. Keduanya kemudian menatap Tao yang masih tampak kebingungan itu dengan tatapan tak terbaca. "Sepertinya suaranya tidak asing." Ucap Adrian. "Hyung, apa kau mengenalnya juga?" ia memastikan. Aileen mengangguk.
"Ya, aku mengenalnya dan suaranya seperti suara...."
"TAO HYUNG!!" Adrian memekik menyela ucapan Aileen.
Aileen mengangguk membenarkan. "Benar!!"
"Yakk!! Apa yang kalian bicarakan, ini memang aku!!" dia menyahut cepat. "Jadi yang kalian maksud adalah setan itu aku?!" Tao menunjuk dirinya sendiri. Aileen dan Adrian mengangguk membenarkan. "Yakk!! Dasar bocah-bocah setan, tampan-tampan begini malah kalian sebut sebagai setan!! Benar-benar menyebalkan!!"
__ADS_1
Aileen dan Adrian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Maaf, Hyung. Kami berdua~!!"
BYURRR...
Aileen menggantung kalimatnya karena guyuran air dingin dari lantai dua. bukan hanya Aileen saja yang basah kuyup, tetapi Adrian dan Tao juga. Dengan kesal Aileen mengangkat kepalanya dan hendak membuat perhitungan dengan orang yang mengguyurnya dengan air.
"KALIAN SEMUA TIDAK PUNYA OT*K YA?! INI SUDAH MALAM DAN KALIAN MALAH BERTERIAK TIDAK JELAS, KALIAN MEMBUAT BULAN DAN BINTANG TERBANGUN!!" amuk orang itu yang pastinya adalah Aster.
Bagaimana Aster tidak marah, karena ulah mereka bertiga si kecil terbangun dan menangis. Bagus Aster yang keluar, jika yang keluar adalah Aiden bisa dipastikan nasib mereka bertiga jauh lebih buruk lagi.
"Ma..Maaf, Nunna. Bukan salah kami, tapi salah Tao Hyung. Siapa suruh dia keluar dengan muka putih mirip badut begitu. Jadinya kan kami terkejut, makanya kita berteriak." Adrian memberi penjelasan.
mata ketiganya sontak membelalak mendengar hukuman dari Aster. "MWO?! TIDUR DI KAMAR MANDI?!"
Setelah memberikan hukuman pada mereka bertiga, Aster pun kembali ke dalam kamarnya dan menenangkan si kecil yang kini dalam penanganan Aiden. Beruntung ada dia yang bisa menenangkan si kembar, jika tidak pasti Aster sudah menggila.
-
__ADS_1
-
Malam telah berlalu. Tiga orang pemuda keluar dari kamar mandi dengan tubuh menggigil kedinginan. Siapa lagi mereka bertiga jika bukan Adian, Tao dan Aileen. Hukuman Aster terlalu ekstrim, tapi jika tidak begitu. Pasti mereka tidak akan kapok.
"Tuan Muda, minum tega dulu." Seorang pelayan menghampiri mereka bertiga dan memberikan teh hangat pada mereka bertiga.
Dan pemandangan semacam ini tentu saja bukan hal baru bagi ketiganya. Mereka sering sekali menerima hukuman dari Aster dan Aiden, Adrian, Tao dan Aileen memang biang kerok dan tukang membuat masalah jadi tidak mengherankan jika mereka sering kali terkena hukuman dari mereka berdua.
"Hyung," Aileen menghampiri Aiden dan langsung memeluknya. "Berikan keadilan pada kami, Hyung. Aster Nunna semakin keterlaluan saja. Masa iya dia mengurung dan mengunci kami di kamar mandi. Itukan keterlaluan. Setidaknya berikan yang pada kami bertiga sebagai kompensasi."
Bagaimana pun juga Aileen tak mau rugi. Dia akan meminta ganti rugi pada Aiden. Tapi sepertinya permintaanya tak terkabulkan dan dia justru mendapatkan hukuman tambahan.
"Baik, sepertinya hukuman dari kakak iparmu tidak membuat kalian jera sama sekali. Mulai hari ini, aku akan mencabut semua fasilitas kalian berdua. Dan khusus untukmu, Tao. Bulan ini tak ada bonus sama sekali!!"
Sontak kemuda mata mereka bertiga membelalak sempurna mendengar keputusan Aiden. "What, semua fasilitas di cabut lagi?! Huaaa, Hyung aku bisa gila!!" teria Aileen dan Adrian nyaris bersamaan. Sementara Tao langsung tak sadarkan diri dan kejang-kejang. Dan Adrian sudah terkontaminasi oleh kelakuan Tao, Aileen dan William.
-
__ADS_1
-
Bersambung.