I Love You Duren Impoten

I Love You Duren Impoten
Bab 12: Setan Belang


__ADS_3

Cuaca hari ini lumayan terik. Disebuah kedai sederhana di kawasan Myeongdong, terlihat sepasang pria dan wanita tengah duduk dimeja paling ujung dekat jendela. Mereka berdua adalah Aster dan Aiden yang sedang makan siang.


Dari semu pengunjung, hanya mereka berdua yang terlihat seperti orang dari kalangan elit. Hal itu terlihat dari pakaian dan perhiasan yang mereka kenakan. Bahkan mereka berdua datang dengan menaiki sebuah mobil mewah.


"Hei, Tuan, Nona. Apa kalian berdua tidak salah tempat? Bagaimana mungkin orang elit seperti kalian datang dan makan siang di kedai murahan seperti ini?" Salah seorang pengunjung kedai yang juga datang untuk makan siang.


"Memang apa salahnya jika orang kaya makan di kedai kaki lima? Apa ada undang-undangnya yang melarang orang kaya untuk makan di tempat seperti ini? Dan kenapa juga kau harus mengurusi urusan orang lain, aku mau makan di mana pun itu tidak ada urusannya denganmu!!" Jawab Aster menimpali.


"Tentu saja tidak salah dan juga tidak ada undang-undangnya. Hanya saja penampilan kalian sangat tidak cocok untuk datang dan makan di tempat umum seperti ini, malu dong dengan mobil mewah yang kalian pakai itu!!" Ucapnya lagi.


Mendengar ucapan pria itu lama-lama Aster kesal sendiri. Gadis itu penyakit dari kursinya dan hendak menghampiri pria tersebut, namun Aiden menahan pergelangan tangannya seraya menggelengkan kepala. Baru saja Aster hendak melayangkan protesnya, tiba-tiba air dan berdiri dan menghampiri pria tersebut.


"Apa sudah selesai bicaramu?"


Glukk...


Susah payah pria itu menelan salivanya ketika melihat tatapan mematikan Aidan. Sorot matanya yang dingin penuh dengan intimidasi dan terlihat berbahaya. "Ma...ma..mau apa kau ?" Tanya lelaki itu dengan sedikit panik melihat Aiden yang semakin mendekat.


"Aku tanya, apa kau sudah selesai bicara?" Aiden bertanya sekali lagi.


Kemudian Aiden menendang kaki kursi yang pria itu duduki hingga terlepas. Akibatnya pria itu pun jatuh dengan posisi duduk, wajahnya menunjukkan kesakitan akibat pantatnya berciuman dengan lantai dengan cukup keras.


Aiden menarik pakaian yang pria itu pakai lalu berbisik pelan di telinganya. Matanya membulat sempurna dan keringat dingin langsung mengucur dari pelipisnya. Tubuhnya gemetar hebat, celananya basah akibat dari dia terkencing di celana. Entah apa yang sebenarnya Aiden bisikan pada pria itu sehingga dia begitu ketakutan.


"I..Iblis!!" Dia kemudian bangkit dari posisinya dan berlari meninggalkan kedai dengan tunggang-langgang. Aiden menghampiri paman pemilik kedai lalu memberikan beberapa lembar won padanya. "Untuk mengganti kursimu yang rusak,"


"Ta..Tapi ini terlalu banyak, Tuan."


"Tidak apa-apa. Ayo pergi, aku sudah selesai." Aiden melenggang pergi tanpa menunggu Aster yang belum selesai menyantap makan siangnya.


"Tapi aku belum!! Yakk!! Laki-laki menyebalkan, kenapa aku malah ditinggal sendirian?! Tunggu aku!!" Aster mendengus kasar. Dia bangkit dari kursinya dan buru-buru mengejar Aiden yang sudah semakin menjauh. "Dasar iblis tak berhati!!"


-

__ADS_1


-


Berkali-kali Yunna melihat jam yang melingkari pergelangan tangannya, sudah satu jam lebih dia menunggu untuk bertemu dengan CEO Z Empire. Namun orang yang dia tunggu tak kunjung menampakan batang hidungnya, sekretarisnya bilang dia sedang keluar makan siang bersama salah seorang rekan bisnisnya.


Menunggu adalah hal yang paling Yunna benci. Jika bukan demi karirnya, Yuna tidak akan sudi menunggu sampai selama ini. Di sisi lain, Yoona juga sangat penasaran dengan CEO dari Z Empire. Apakah dia seorang pria tua mata keranjang, atau lelaki muda yang tampan.


Yunna memang belum pernah bertemu dengan CEO dari Z Empire. Dia hanya pernah mendengar jika CEO Z Empire seorang impoten, dan hal itu membuat Yunna semakin yakin jika CEO Z Empire adalah seseorang yang telah berumur.


"Ini sudah satu jam, tapi kenapa Tuan Zhang belum kembali juga?" Tanya Yunna pada Maria.


"Jadi kau sudah bosan menunggu?!" Sahut seseorang dari belakang.


Degg...


Kedua mata Yunna membulat dan bibir y sedikit terbuka setelah mendengar suara yang tak asing di telinganya. Sontak dia berbalik badan dan mendapati Aiden berdiri di hadapannya dengan tatapan datar tak bersahabat.


"A..Aiden?" Gumam Yunna terbata-bata.


"A..Apa? Jadi CEO Z Empire adalah dirimu, bagaimana bisa?" Yunna bertanya dan meminta penjelasan pada Aiden.


Aiden tak langsung menjawab pertanyaan Yunna, dia hanya menatap wanita di depan itu dengan datar. "Aku memintamu kemari bukan untuk membahas bagaimana aku bisa menjadi seorang CEO, kita bicara di ruanganku saja!!" Aiden beranjak dari hadapan Yunna dan melenggang begitu saja.


"Aiden, tunggu!!"


.


.


"Apa-apaan ini? Kenapa kau memberikan syarat yang tidak masuk akal, aku seorang model yang terkenal jadi bagaimana bisa kau memintaku menjadi pelayan model-model yang lain?"


Aiden menatap Yunna dengan pandangan yang sama, datar. "Semua keputusan ada di tanganmu, aku akan menandatangani surat kerjasama ini jika kau menyetujui syarat yang aku berikan. Di dunia ini tidak ada yang instan, Nona. Ingin menjadi sukses tentu ada prosesnya, jadi tentukan keputusanmu sekarang ini juga!!"


"Aku menolak!! Aku tidak sedih jika harus menjadi babu dan melayani model-model lain, aku ini adalah model yang terkenal dan wanita cantik sepertiku tidak layak menjadi seorang pelayan!!"

__ADS_1


Aiden mengangkat bahunya. "Itu bukan masalah, dan keputusanmu menentukan segalanya. Jadi persiapkan dirimu untuk menanggung resiko yang lebih besar jika Agensi tempatmu bekerja selama ini sampai mengalami kebangkrutan!!"


"Kau keterlaluan!! Berikan surat kerjasamanya, aku akan menandatanganinya!!"


Aiden tersenyum lebar. "Kau sungguh mengambil keputusan yang tepat, Nona. Dan senang bekerjasama denganmu, semoga hasil kerjamu tidak mengecewakan semua orang. Sekarang keluarlah, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan!!"


Yunna mengepalkan tangannya. Dengan perasaan bercampur aduk, Yunna meninggalkan ruangan Aiden. Sungguh memalukan, ternyata dia akan bekerja sama dengan mantan suaminya. Dan rasanya sangat mustahil saat melihat Aiden yang dia kenal sebagai pria miskin duduk di singgasana seorang pemimpin


Aiden menyeringai. "Yunna, terimalah. Ini adalah awal dari kehancuranmu!!"


-


-


"Wow, lihatlah itu. Meskipun sudah Tante-tante, tapi dia memiliki body yang aduhai. Lihat saja pantatnya dan buah dadanya yang montok. Benar-benar luar biasa."


"Eitt, jangan salah. Lihat saja perempuan muda itu. Dia juga memiliki body yang tak kalah bagus dari Tante-tante itu."


Beginilah yang dilakukan oleh Aileen dan William ketika pulang dari kuliah. Pergi ke pemandian air panas hanya untuk mengintip para wanita yang sedang berendam dan mandi.


Tentu saja bukan sebagai pria, melainkan sebagai wanita. Ya, mereka berdua menyamar dengan total agar tak ada yang menyadari jika keduanya adalah seorang pria.


Sebenarnya itu bukanlah kolam air panas khusus wanita saja, melainkan pria juga. Dan tanpa mereka berdua sadari, seorang pria yang telah berumur menghampiri keduanya lalu merangkul mereka bersamaan.


Aileen mengira jika yang merangkulnya adalah William, begitupun sebaliknya. Sampai mereka merasakan sesuatu yang basah menyentuh pipi masing-masing, sontak keduanya menoleh dan....


"SETAN BELANG!!!"


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2