
Kemudian Rino mengatakan, “Betul juga, mungkin direktur Kevin tidak mengerti. Meskipun Veyron Corp memiliki banyak cabang, tetapi ketuanya adalah Adam Veyron yang memiliki kendali penuh atas seluruh cabang. Dan kali ini, kontrak ini akan ditandatanagani atas nama Adam dengan persetujuan Alena.”
Kevin mengerti apa yang dikatakan Rino dengan menggelengkan kepalanya, “Kalau begitu kontrak ini tidak sah! Kita memilih Alena, saya sendiri tidak tahu siapa Adam Veyron. Tetapi karena kalian mengatakan bahwa Nona Alena sudah setuju, maka saya akan memastikan sendiri dengan bertanya dengan Nona Alena. Selama dia setuju, maka saya akan setuju juga.”
Rino, Lara, dan Daniel langsung panik melihat Kevin hendak menelpon Alena. Mana mungkin Alena akan setuju? Bahkan mereka aja tidak bertanya kepada Alena.
Alena kemudian menerima panggilan dari Kevin dan langsung bertanya, “Nona Alena apakah kamu setuju bahwa orang lain akan menandatangani kontrak atas namamu dan kamu ingin menandatangani atas nama Adam Veyron?”
“Aku ... aku se ...,” Alena berpikir untuk waktu yang lama dan merasa dia harus setuju, tetapi Max langsung mengambil Handphone yang ada digenggaman Alena.
“Aku tidak setuju! Mereka bahkan tidak bertanya pada Alena! Apa yang telah terjadi? Sekarang Alena sudah tidak menginginkan proyek ini, terserahkan kalian ingin memilih siapa!” kemudian Max menutup telepon.
Wajah Kevin menjadi hitam dan menatap mereka bertiga dengan tegas. Beberapa orang menyadari masalah itu dan menundukkan kepala tanpa beranimenatap direktur Kevin.
“Saya katakan sekali lagi pada kalian, jika kalian menginginkan proyek ini, segera cari nona Alena untuk tanda tangan kontrak! Jika tidak, maka kami anggap bahwa kalian tidak menginginkan kontrak ini lagi!” ucap Kevin dengan tegas.
Setelah mendengar apa yang dikatakan direktur Kevin, mereka bertiga segera melarikan diri. Lalu Rino menelpon Adam untuk memberitahu mengenai tanda tangan kontrak itu.
“Apaa? Hanya Alena yang boleh tanda tangan? Aku pikir siapa pun bisa tanda tangan kontrak itu!” kata Adam yang kaget ketika mengetahui masalah itu.
“Iya pa, kalau Alena mengambil alih, sebagian besar keuntungan akan berada di tangan kita pa. Alena kan masih patuh sama papa dan dia pasti akan memberi sedikit keuntungan. Lagian juga, perusahaan cabang kecil itu tidak akan mampu membayar proyek ini yang bernilai sangat besar dan pasti masih membutuhkan bantuan kita!” ucap Rino.
“Oke, aku akan menghubunginya agar dia mau menandatangani kontrak itu!”
__ADS_1
Adam mencoba untuk menghubungi Alena, akan tetapi Alena tidak mengangkat telepon dari kakeknya. Setelah ke 6 kali Adam mencoba menghubungi dan akhirnya diangkat sama Alena.
“Alena! Apa maksudmu? Apakah kamu tidak menginginkankan proyek ini?” tanya Adam dengan marah.
Kemudia Alena mencibir, “Iya, lagian proyek itu sudah tidak ada hubungannya dengan aku lagi! Bukankah kalian tadi menginginkan aku untuk tidak ikut campur? Sekarang aku tidak ingin proyek ini!”
Adam langsung melunakkan nadanya ketika mendengar Alena, “Alena ... kakek tidak ada maksud lain, kamu sekarang bisa menandatangani kontraknya! Dan kamu sendiri yang akan mengembangkan proyek ini dengan kendali penuh, sama seperti apa yang dikatakan Direktur Kevin.”
“Aku tidak merasa tenang kek, aku khawatir kalau aku akan dilengserkan kapan saja.”
“Alena, katakan syarat kamu agar kamu tanda tangan kontraknya?” meskipun Adam sangat marah, tetapi dia tidak punya cara lain.
Kemudian Max yang ada disamping Alena mengambil Handphone yang ada di genggaman Alena. Max menginginkan sahabatnya yaitu Alena untuk dipisahkan dari keluarga Veyron, sehingga proyek itu tidak ada hubunganya dengan keluarga Veyron di masa depan.
“Syarat ya? Syarat pertama, proyek ini sepenuhnya dikembangkan oleh perusahaan Aralnaco dan Veyron Corp tidak diperbolehkan untuk berpartisipasi secara langsung. Syarat kedua, perusahaan Aralnaco memisahkan diri dari Veyron Corp dan menjadi perusahaan independen. Kedua syarat tersebut sudah disetujui Alena berserta keluarganya. Selama kamu setuju dengan dua hal tadi, aku akan segera membawa Alena untuk menandatanagni kontrak itu!” ujar Max.
Emosi Adam naik ketika Max selesai bicara. Jika keluarga Veyron menginginkan bagian dari proyek itu, mereka harus mengandalkan sumbangan Alena. Tetapi hal terpenting adalah untuk menandatangani kontrak itu terlebih dahulu.
“Oh ya. Aku tidak mempercayai janji, aku usulkan kalau kita harus tanda tangan kontrak!” Max tersenyum.
Adam ingin mencekik leher Max, tetapi Adam tidak bisa menunda lagi, “Kamu ... oke, aku akan menyuruh seseorang untuk melakukannya!”
......
__ADS_1
Hanya dalam dua jam, Adam sudah sudah menyelsaikan semua formalitas dan kontrak yang perlu ditandatangani. Perusahaan Aralnaco sudah terpisah dari Veyron Corp dan menjadi perusahaan Alena sendiri.
“Oke, kita sudah selesai dalam masalah ini, dan mari kita tanda tangan sekarang!”
Max membawa Alena ke pertemuan dan berhasil tanda tangan kontrak dengan direktur Kevin. Alena masih tidak percaya jika dia sudahberhak mengembangkan proyek besar yang bernilai lebih dari satu triliun!
Alena menandatangani kontrak di hadapan semua orang, sejumlah besar orang Adam memiliki ekspresi bercampur dengan kebahagian dan kesedihan.
“Untuk apa? Apakah Alena bisa mengerjakan proyek ini sendirian? Jika bukan karena latar belakang keluarga Veyron, dia memiliki modal apa untuk tanda tangan kontrak?”
“Iya, dia sudah mengambil semuanya sendiri! Dasar manusia tak tau untung serta rakus juga!”
Lara dan Daniel berkata kesal.
“Jangan khawatir, kita masih bisa mengambil keuntungan dari proyek ini, bahkan jika perusahaan Aralnaco berpisah. Apa kalian tidak ingat? Kalau ayah masih memiliki saham sebesar 30% di dalamnya. Lagi pula, memang proyek itu bisa dikembangkan begitu saja? Setiap SDK (Sumber Daya Keuangan) akan diperlukan, dan bagaimana mungkin perusahaan Aralnaco yang kecil itu bisa melakukannya.” Ujar Rino sambil tersenyum.
Yuki juga tersenyum lebar, “Iya, lagian perusahaan Aralnaco hampir bangkrut dan masih berhutang pada kakek! Apalagi Alena tidak memiliki koneksi apa pun, dari mana mereka bisa mendapatkan dana untuk mengembakan proyek ini? Dan mereka akan meminta kita untuk berinvestasi cepat atau lambat.”
“Hahaha ...” mereka serentak tertawa.
Kemudian Rino mengusulkan ide ke ayahnya, “Pa, aku merasa kita harus menekan mereka sedikit, mari kita minta utang mereka dulu, kalau mereka membayarnya, pasti mereka akan sulit mendapatkan uang untuk mengembangkan proyeknya!”
Adam tertawa, “Hahaha ... Rino anakku, pikiranmu sungguh kejam, tetapi metode ini akan berhasil untuk menekannya! Rino, kamu segera ke rumahnya untuk meminta uang dari mereka!”
__ADS_1
......
Arya dan Nanda telah menerima kabar tentang kontrak itu dan mereka berdua sangat senang. Mereka secara khusus menyiapkan pesta kecil-kecilan di rumah untuk merayakannya dan menunggu Alena dan Max. Tetapi meskipun Alena sudah menandatangani kontrak besar, wanita tu merasa tidak senang.