Iam Come Back

Iam Come Back
Kehidupan setelah menikah


__ADS_3

"170 ribu, kamu gajian tanggal berapa Tio?" tanya Keysia melihat ke arah uang yang ada di tangannya.


Max mengerutkan dahi ketika mendengar pertanyaan Keysia, ia berasumsi sendiri dengan pikirannya.


Kenapa Keysia menanyakan tanggal gajian aku? Apa uang itu tidak akan cukup? Apakah Keysia sama seperti wanita pada umumnya yang hidup boros tanpa memperhatikan situasi dan kondisi keuangannya.


"10 hari lagi, aku akan gajian,” jelas Max.


Keysia terdiam sejenak, setelah mendengar ucapannya, dan Max bisa melihat dan mendengar kalau saat ini Keysia seperti menghitung sesuatu, setelah itu ia kembali menghitung uang yang ada di tangannya.


"Ini lebih dari cukup," ucap Keysia memberikan sebagian uang yang Max berikan padanya.


"Apa kamu yakin? Uang sebanyak itu cukup selama 10 hari?" tanya Max melihat ke arah uang lima puluh ribu yang Keysia berikan untuknya.


"Aku yakin, ini cukup untuk kita berdua selama 10 hari ke depan" Keysia meyakinkan Max.


Max merasa tidak yakin dengan apa yang Keysia katakan, dan untuk membuktikan apa yang di katakan Keysia, Max meraih uang yang Keysia kembalikan padanya.


Aku ingin melihat jika memang Keysia bisa mencukupi uang Cuma segitu selama 10 hari, itu tandanya ia pintar mengirit, pintar menyimpan uang dan idaman para suami, dan tentu aku juga menyukai wanita yang irit seperti itu.


"Tio, Rezaldin memanggilmu," Keysia membuyarkan lamunan Max yang hanya terdiam memikirkan apa yang baru saja Keysia katakan padanya.


"Hem, baiklah, aku berangkat ya Key."


"lya, hati-hati.”


Di dalam perjalanan menuju tempat ia bekerja, Max tidak berhenti tersenyum, ada rasa senang yang mengganjal di hatinya, senyuman dan ucapan Keysia di pagi hari telah membuatnya merasa bersemangat, ia tidak tau kenapa ia merasa bersemangat seperti itu.

__ADS_1


Sementara Rezaldin yang melihat Max terus tersenyum, berkata.


"Cie, elah, pengantin baru, ehem, ehem, nie?" ledek Rezaldin tertawa melihat ke arah Max.


Max menyipitkan matanya melihat ke arah Rezaldin yang sejak tadi mengejeknya, namun semua yang di katakan Rezaldin, Max hanya menanggapinya dengan senyuman.


Membuat Rezaldin berasumsi sendiri kalau Max benar-benar telah melakukan malam pertama dengan istrinya, iha, aku juga ingin segera menikahi Vina agar ada yang bisa di peluk tiap malam, dan juga bisa melakukan ihik, ihik bersama dengan istri tercintaku nantinya, itulah yang ada di pikiran Rezaldin saat ini.


Setelah sampai di tempat kerja, Max dan Rezaldin bekerja bersama seperti hari sebelumnya, namun kali ini Max lebih bersemangat bekerja tidak sama seperti hari-hari sebelumnya apalagi ketika ia dituduh mencuri.


Sementara Lisa yang selalu mendekatinya, kini mulai menjauh ketika mengetahui jika Max yang telah memiliki istri tepat hari dimana Max membawa bekal makan siang yang Keysia buatkan untuknya.


Gio yang memiliki banyak kesempatan untuk mendekati Lisa, semakin gencar melakukan pendekatan agar gadis yang di sukainya tidak mendekati pemuda lain selain dirinya.


Hari berlalu dengan sangat indah dan lambat menurut Max, entah kenapa ia ingin segera kembali ke kamar kostnya, padahal hari yang di laluinya sama saja, namun kenapa saat ini ia merasa hari terasa sangat lambat.


Apa yang terjadi denganku? Aku tidak tau dan tidak mengerti dengan apa yang tengah aku rasakan saat ini, ada rasa senang, ada rasa bahagia, semuanya tengah aku rasakan saat ini bahkan aku merasa ingin segera kembali ke kost, padahal tidak ada yang bisa terjadi jika aku kembali lebih ke kamar kost aku, namun perasaan ini kenapa?


Lamunan Max buyar ketika Rezaldin datang menghapirinya, dan langsung menepuk pelan bahunya.


"Apa lagi yang kamu pikirkan? Nanti juga ketemu lagi, waktu masih sangat panjang masih ada waktu malam, sebelum terganti menjadi pagi, banyak hal yang bisa kamu lakukan dengan istrimu," ledek Rezaldin lagi.


Max merasa bingung dengan Rezaldin, hampir seharian ini, ia hanya meledek, mulai dari pagi, siang, hingga saat ini, tidak tau nanti di jalan pulang mungkin ledekannya semakin aneh dan bertambah parah dari sebelumnya.


"Apaan sih Za, aku tidak memikirkan apapun," sanggah Max.


"Benar."

__ADS_1


"Benar. Suer"


Max menaikan jari yang menunjukkan angka dua ketika mengatakan itu kepada Rezaldin, karena ia berharap Rezaldin akan berhenti meledeknya, ia mulai agak risih dengan ledekan Rezaldin yang terlalu menohok menurutnya.


"Baiklah, ayo kita bekerja lagi, sebentar lagi kita akan segera pulang."


Keysia keluar kamar untuk mengambil semua pakaian jemurannya karena hari telah menjelang sore, sebentar lagi Tio akan segera pulang, akan lebih baik jika aku memasak untuk makan malam nanti.


Setelah merapihkan semua pakaian yang telah kering, ia memasukkan ke dalam lemari plastik milik Max, di dalam lemari pakaian Max hanya ada beberapa lembar pakaiannya saja, begitupun dengan pakaiannya hanya ada beberapa lembar saja, hingga lemari plastik kecil itu muat untuk pakaian mereka berdua.


Setelah merapihkan semua pakaian dalam Max, Keysia ingin menutup pintu lemari tersebut, namun tanpa ia segaja tangannya menyambar pakaian Max hingga terjatuh ke lantai.


Terkejut pastinya, Keysia sangat terkejut ketika barang milik pribadi Max terjatuh ke lantai, bukan terkejut karena apa? Melainkan ia terkejut ketika melihat merek ****** ***** tersebut.


Namun yang menjadi pertanyaan bagi Keysia, ****** ***** yang bermerek seperti ini, Max mampu membelinya, karena merasa penasaran dengan semua pakaian dalam milik Max hingga akhirnya Keysia melihat semua merek pakaian dalam Max yang tersimpan rapi di dalam lemari.


Semua mereknya sama, cuman warnanya saja yang berbeda, harga untuk pakaian dalam seperti ini paling murah harga sejuta, lantas jika harga pakaian dalamnya saja harga seperti ini? Bagaimana caranya ia mengumpulkan uang sebanyak itu, cuman untuk membeli pakaian dalamnya saja.


Bingung itulah yang tengah Keysia lakukan saat ini, ia tidak tau harus mengatakan apalagi ketika melihat semua pakaian dalam tersebut.


Keysia meletakkan semua pakaian dalam Max di pinggir tempat tidur lalu melihat semua mereknya, namun ia di kejutkan oleh suara ketukan pintu dari luar.


Lagi-lagi ia sangat terkejut dan takut jika sampai pemilik pakaian dalam melihatnya tengah menyentuh barang milik pribadinya. Apa yang di pikirkan nantinya? Namun beruntung pintunya selalu ia kunci dari dalam, hingga membuat orang yang mengetuk pintu tidak langsung masuk, kalau tidak, wajah aku mau di taruh dimana?


"Tunggu" sahut Keysia dari dalam kamar.


Keysia kembali memasukkan semua pakaian dalam Max ke dalam lemari, tanpa merapihkannya, agar ia lebih cepat membuka pintu untuk Max, nanti aku akan merapihkannya setelah ia membersihkan diri.

__ADS_1


__ADS_2