Iam Come Back

Iam Come Back
Nikah dadakan


__ADS_3

Menyadari apa yang baru saja di katakannya, dengan segera Max kembali berkata.


"Maaf, maksud aku baju yang kamu kenakan sangat cocok dan pas di tubuhmu."


Keysia menampakkan senyuman manisnya ketika mendengar ucapan Max, ia merasa sedikit senang dan sedikit lupa dengan apa yang terjadi tadi siang.


Keysia juga bisa melihat ketampanan yang Max miliki, terlihat jelas ketika ia menggunakan baju kemeja berwarna putih, celana jeans berwarna hitam meskipun celananya terlihat sedikit lusuh, namun itu semua tidak mempengaruhi ketampanan yang Max miliki, dan semua itu semakin membuat penampilan Max terlihat sangat sempurna.


Mereka berdua saling melempar pandangan satu sama lain, hingga keduanya di kejutkan oleh suara Rezaldin.


"Sudah cukup saling memandangnya, mobil di luar telah siap, waktu kita tinggal 25 menit lagi, dan mungkin akan lebih baik jika kita berangkat," ajak Rezaldin kepada sepasang calon suami istri yang ada di dalam kamarnya.


Max yang mendengar ucapan Rezaldin tersenyum, sementara Keysia menundukkan wajah merasa malu, entah kenapa ia merasa malu mendengar ucapan Rezaldin barusan.


Waktu berlalu begitu sangat cepat, tidak terasa Max dan Keysia telah kembali ke kamar kost mereka setelah menjalani ijob qobul di masjid.


Di dalam kamar kost yang mereka tempati terdengar sunyi dan sepi, seperti tidak berpenghuni seperti hari-hari sebelumnya.


Keysia duduk terdiam di pinggir tempat tidur, sementara Max duduk melantai, sama seperti yang selalu ia lakukan ketika tidak ada pekerjaan, ia hanya duduk melantai di tempat yang selalu ia tempati duduk, hanya suara napas mereka yang terdengar berhembus lebih pelan.


Keysia dan Max merasakan ada hal yang aneh pada diri masing-masing, ketika pulang dari masjid setelah selesai melakukan ijob qobu, mereka berdua terlihat sama-sama canggung padahal sebelumnya mereka terlihat biasa-biasa saja.


Apakah sekarang aku benar-benar telah memiliki istri? Wanita yang ada di sampingku adalah istriku, wanita yang baru saja aku nikahi. Max bertanya pada dirinya sendiri, sambil melihat sejenak ke arah Keysia yang daritadi hanya terdiam tidak tau apa yang tengah ia pikirkan.

__ADS_1


Suasana terlihat benar-benar canggung di antara mereka berdua, malam-malam sebelumnya, Keysia yang selalu bertanya soal pekerjaan Max saat ini lebih banya terdiam.


Apakah ia telah menyesal menikah denganku? Entahlah semua itu hanya Keysia yang tau, namun satu yang jelas saat ini aku telah menikahinya secara sah.


"Key, kenapa kamu tidak mengganti pakaianmu? dan setelah itu kamu istirahat ini sudah sangat larut," tanya Max untuk mencairkan rasa canggung yang terjadi di antara mereka berdua.


Tanpa menjawab pertanyaan Max, Keysia beranjak dari duduk, namun senyuman itu selalu menghias bibir mungilnya, yang membuat Max benar-benar merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya, mungkinkah? Keysia meraih baju hari-hari yang selalu ia kenakan lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Max yang melihat Keysia berjalan ke arah kamar mandi, mengikutinya dengan penglihatan dan untuk sejenak ia berfikir jika ia membuka identitasnya pada Keysia, apa yang akan Keysia katakan? Apakah ia akan bertahan ? Atau justru ingin segera berpisah denganku?


Entahlah, namun cepat atau lambat Keysia pasti akan tau siapa diriku yang sebenarnya, biarkan waktu yang menjawab semua pertanyaanku, dan menjalani hariku apa adanya bersama dengan Keysia.


Ada tidaknya uang yang aku miliki, sekaligus melihat apakah Keysia akan bertahan hidup dengan kondisiku yang saat ini, memiliki gaji hanya pas-pasang untuk kebutuhan sehari-hari.


Lamunan Max buyar ketika mendengar suara pintu kamar mandi telah di buka oleh Keysia, dan kini ia kembali melihat penampilan Keysia yang biasa-biasa saja.


Ah, apa yang harus kulakukan? Saat ini Tio telah menjadi suamiku, apakah aku harus menjalani kewajibanku sebagai seorang istri? Atau mendiami pemuda yang telah menolongku, yang kini telah menjadi suamiku.


Apapun yang akan terjadi ke depan nantinya, aku akan menerima semuanya, karena memang seharusnya aku melakukan kewajibanku sebagai istri, ada dan tanpa perasaan itu, namun satu yang pasti, aku telah menjadi istrinya yang sah, sah dimata hukum dan agama.


Keysia menatap cincin yang tersemat di jari manisnya, cincin yang telah Max sematkan ketika penghulu mengatakan sah, itu tandanya kalau aku dan Tio telah resmi menjadi pasangan suami istri pada umumnya.


Melihat Keysia telah merebahkan tubuhnya dan kemungkinan telah terlelap, karena jam telah menunjukkan jam 1 malam, Max meraih bantal lalu meletakkan di lantai yang selalu ia tempati untuk tidur kemudian merebahkan tubuhnya yang terasa sedikit lelah, hingga akhirnya ia terlelap hingga pagi.

__ADS_1


Seperti hari-hari sebelumnya Keysia selalu terbangun di pagi hari dan menyiapkan semua kebutuhan Max, untuk pergi bekerja, mulai dari mencuci, memasak, menyiapkan bekal makan siang, hingga kopi yang selalu Max minum ketika ia ingin pergi bekerja semuanya telah ia siapkan dan ia letakkan di atas meja mini dekat dispencer.


Sama seperti yang selalu ia lakukan seperti hari-hari sebelumnya, namun kali ini agak sedikit berbeda, Max yang selalu menjemur pakaian ketika selesai ia cuci, sekarang semuanya ia yang melakukannya, karena ia tidak takut lagi keluar kamar, hingga ia sendiri yang melakukan semua itu.


Max terbangun dari tidurnya, lalu melihat ke arah tempat tidur dan tidak melihat Keysia disana, lalu beralih melihat sekeliling dalam ruangan kamarnya, namun ia juga tidak menemukan Keysia, pintu kamar mandi juga terbuka, itu menandakan Keysia tidak ada di dalam kamar kostnya.


Kemana Keysia? Tidak biasa ia keluar kamar sepagi ini.


Max bangun, duduk lalu memperbaiki perasaannya, dan tidak lama ia bangun Keysia masuk ke dalam kamar, sambil membawa ember, mungkin ia telah selesai menjemur pakaian itulah yang ada di pikiran Max saat ini.


"Sudah bangun?" tanya Keysia pelan, sama yang selalu ia lakukan sebelumnya.


"Hem, ia," jawab Max dengan jawaban yang sama, sama yang selalu ia katakan seperti hari-hari sebelumnya.


"Mandi, lalu sarapan"


"Baiklah."


Pagi yang Max lalui tidak ada yang berubah, semua masih sama seperti hari-hari sebelumnya, cuman satu yang berubah pagi ini ia tidak menjemur pakaian lagi.


Setelah selesai bersiap untuk pergi bekerja, Max memberikan beberapa lembar uang ribuan kepada Keysia.


"Uangku tinggal ini saja Key, semuanya telah aku gunakan kemarin, semoga ini cukup hingga gajiku keluar di awal bulan nanti ucap Max pelan memberikan semua uangnya pada Keysia.

__ADS_1


Keysia meraih uang yang Max berikan kepadanya, lalu menghitungnya.


"170 ribu, kamu gajian tanggal berapa Tio?" tanya Keysia melihat ke arah uang yang ada di tangannya.


__ADS_2