Iam Come Back

Iam Come Back
Percobaan penculikan


__ADS_3

Tibanya Max di kostnya, ia langsung menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan badanya. Setelah membersihkan badanya, ia ganti baju, dan membersihkan lukanya yang terdapat diwajahnya.


Kemudian Max memakan makanan yang ia beli di warung tadi dengan memikirkan kejadian yang baru saja terjadi.


Malam pun tiba, Rezaldin masih memikirkan cara agar namanya bisa dibersihkan di perusahaan tempat kerjanya. Sekitar pukul 8 malam, Rezaldin baru pulang dari kerja lemburnya.


“Baru pulang Za?” tanya Max.


“Iya nih Tio, eh bagaimana kalau kita makan di luar?” tanya balik Rezaldin.


“Boleh juga tuh, kebetulan aku juga belum makan.”


“Kalau begitu, aku mau bersihkan badan terlebih dahulu.” Ucap Rezaldin.


“Okelah.”


Setelah Rezaldin membersihkan diri, akhirnya mereka berdua makan malam di warung makan terdekat. Rezaldin belum sadar kalau wajah Max tergores akibat penyerangan tadi sore.


“Tio, wajah kamu itu kenapa? Kok tergores kayak gitu,” tanya Rezaldin.


“Oh ini, tadi cuma jatuh di kost-kostan Za.” Jawab Max.


“Oalah, lain kali hati-hati!”


“Baiklah.”


Sehabis makan malam di warung terdekat, mereka kembali ke kost untuk istirahat karena besok sudah mulai bekerja lagi.


******


Disisi lain, Gio bersama kedua pemuda itu menyelidiki Max. Akhirnya mereka menemukan orang yang baru dekat dengan Max, yaitu Keysia.


“Akhirnya kita menemukan orang yang dekat dengan Tio, besok sore kita culik orang itu untuk memancing Tio.”

__ADS_1


“Baiklah.” Jawab kedua pemuda dengan serentak.


******


Keesokan paginya, Max dan Rezaldin pergi ke perusahaan tempat kerjanya. Waktu telah berlalu, akhirnya sudah waktunya pulang kerja. Sama seperti kemarin, Max pulang sendiri lagi, karena Rezaldin masih saja lembur sampai malam.


Max berjalan pulang menuju arah kostnya. Sampai disuatu gang, Max melihat kedua pemuda yang kemarin menyerangnya sedang berusaha menculik Keysia. Max pun segera menyelamatkan gadis yang baru ia kenal tersebut.


“Hei, apa yang kalian lakukan?” tanya Max dengan keras.


“Kamu lagi, kamu lagi, pergi saja kamu! Urusan ini tidak ada hubungannya denganmu,” ucap salah satu pemuda itu.


“Urusan ini ada hubungannya denganku, karena aku kenal dengan gadis ini.”


“Baiklah kalau kamu begitu ingin dihajar kami, Serang!”


Pukulan demi pukulan tangan dan balok ingin menghampiri tubuh Max, namun dengan sigap pula Max menghindar. Hingga akhirnya Max berhasil membuat salah satu di antara keduanya tumbang dan jatuh tersungkur di atas aspal jalanan dimana saat ini mereka tengah bertengkar.


Setelah yang satunya tumbang, Max kembali melawan pemuda yang satunya. Namun tanpa Max sadari pemuda yang tadinya tumbang kini bangun kembali dan sigap untuk melayangkan balok di kepala Max.


Ahh.


Sebuah suara pukulan balok mendarat di kepala dan sebuah suara gadis yang merasa kesakitan, tapi bukan kepala Max yang terkena melainkan kepala seseorang yang kini tengah memeluk tubuh Max dari belakang.


Max sangat terkejut ketika mendengar dan melihat tangan memeluk tubuhnya dari belakang kedua pemuda itu berlari ke arah motornya, lalu melajukannya dengan sangat kencang ketika ia telah memukul seseorang. Kabur itulah yang dilakukan kedua pemuda yang mencoba menculik Keysia.


Max berbalik badan dan sangat terkejut ketika melihat wajah gadis yang kini tengah tersungkur pingsang di atas aspal.


"Keysia" Teriaknya Max.


Max sangat panik ketika melihat Keysia tidak sadarkan diri, ia melihat kiri dan kekanan namun tidak melihat dan menemukan seseorang yang bisa ia panggil untuk menolongnya. Hingga ia memilih mengangkat tubuh kecil Keysia menuju ke kamar kostnya.


"Key, Keysia bangun, kamu tidak boleh kenapa-napa," ucap Max melihat ke arah wajah Keysia yang nampak sedikit pucat.

__ADS_1


Jangan sampai terjadi sesuatu oleh gadis ini, aku akan sangat bersalah jika ia sampai kenapa-napa, karena menolongku ia harus mendapat pukulan seperti ini dari orang yang menyerangku.


Tubuh Keysia yang kecil tidak membuat Max kesusahan mengangkatnya, bahkan Max bisa berlari sedikit kencang untuk segera sampai di kamar kostnya.


Setelah sampai di depan pintu kamar, Max merebahkan tubuh Keysia di atas bangku yang berada tepat di depan jendela kamar, ia membuka kunci pintu kamar lalu mendorongnya masuk setelah pintu kamar kostnya terbuka.


Max kembali mengangkat tubuh Keysia masuk, lalu merebahkannya di atas tempat tidur yang selalu ia gunakan istirahat sewaktu malam.


"Key, Keysia, bangun." Max terus menepuk pelan wajah Keysia agar tersadar, namun sepertinya tanda-tanda Keysia akan sadar tidak ada, hingga akhirnya memilih menyentuh bagian kepala Keysia, siapa tau ada yang terluka di sana.


Oh, syukur tidak ada apapun di sini, semoga gadis ini cepat sadar, aku sangat khawatir melihatnya tidak sadarkan diri.


Max menyalakan lampu kamar kostnya yang sangat terang, lalu menutup rapat pintu kamar. Bahkan ia menguncinya dari dalam, takut jika saja tiba-tiba seseorang datang ke kamarnya dan melihat gadis terbaring di atas tempat tidurnya.


Aku sangat beruntung ketika aku membawa Keysia ke sini, suasana di jalan hingga sampai di sini sangat sepi. Jika saja ada yang melihat pasti mereka akan berpikiran buruk tentangku dan akan berakhir dengan kata-kata yang tidak enak di dengar.


Max kembali melihat ke arah gadis yang ada di atas tempat tidurnya, gadis yang sangat cantik, bahkan di saat tidak sadarkan diri seperti ini ia nampak seperti tengah tertidur. Astaga apa yang telah aku pikirkan gadis ini seperti ini, semua karena ia menolongku.


Tidak menemukan cara agar gadis itu tersadar, hingga membuat Max ingin menyadarkan gadis itu dengan caranya sendiri dengan mengusap air di wajah gadis itu.


Semoga saja berhasil, Max membasahi tangannya lalu mengusapkan air di wajah gadis itu, hingga membuat Keysia sedikit melakukan pergerakan ketika ia merasa wajahnya tengah basah, hingga akhinya ia tersadar.


"Hem, kepalaku sakit." Keysia meringis tanpa membuka matanya, ia merasa kepala bagian belakangnya sangat sakit dan itu membuatnya pusing.


Max yang mendengar ucapan Keysia tersenyum berjalan ke arah meja mini, untuk memberikan Keysia segelas air untuk ia minum setelah benar-benar sadar.


"Kamu sudah sadar?" tanya Max.


Sebuah suara lembut terdengar di telinga Keysia, membuatnya membuka mata melihat ke arah pemuda yang berdiri tepat di samping tempat tidur yang ia gunakan merebahkan tubuhnya.


"Tio, apa yang terjadi?" tanya Keysia mencoba bangun, namun rasa sakit di kepala bagian belakangnya membuatnya sangat kesusahan untuk bangun sendiri.


Max yang melihat itu dengan segera membantu Keysia bangun, duduk sambil menyandarkan tubuh di sandaran tempat tidur, biar bagaimana pun karena menolongnya Keysia harus merasakan hal ini.

__ADS_1


"Tadi kamu mendapat pukulan, jelasnya aku tidak tau mereka memukulmu di bagian mana, karena aku melihatmu ketika tidak sadarkan diri di jalanan. Karena telah menolongku, terimakasih banyak karena telah melakukan ini untukku."


__ADS_2