Iam Come Back

Iam Come Back
Semua tidak tahu


__ADS_3

“Aku juga dengar kamu sudah masuk dalam daftar hitam perusahaan-perusahaan besar di kota S, gegara skandal yang kamu lakuin dimasa lalu. Meskipun kamu punya kemampuan, tetap saja tidak bisa menemukan pekerjaan. Wajar saja kalau kamu pengangguran.” Ucapan dari seorang perempuan yang sadis ditelinga Max.


Max sudah tahu kalau dirinya bahkan sudah masuk ke dalam daftar, yang merusak nama baik Max adalah anggota keluarga inti Setiono yang saat ini.


“Haha, begini saja, perusahaan kami kayaknya ada lowongan satpam deh. Sudah termasuk tempat tinggal dan makan, gajinya juga 9 jutaan! Dengan tinggi badan sepertimu itu sangat cocok buatmu!” ucap Brian sambil tertawa.


Viola sudah tidak tahan lagi, dia akhirnya mengatakan, “Jangan mengejek dan menghina Max lagi, dia punya usahanya sendiri!”


“Hah? Usaha sendiri? Jangan-jangan kamu yang memelihara Max untuk hidup? Tadi juga kamu yang bawa Max ke sini.” Brian menjawab dengan cepat.


Seketika melihat tatapan dari Simon, Brian langsung terdiam. Orang-orang satu per satu mulai duduk. Max tidak mengganti tempat duduknya, Viola duduk di sebelahnya.


Brian pindah ke sebelah Simon, dia bebisik, “Apa kamu bodoh ya? Max sudah seperti itu, masih saja baik padanya. Kamu seharusnya bergerak lebih cepat.”


“Tenang saja, mana mungkin aku kalah sama orang yang ahli dalam perskandalan?” ucap Simon yang dingin.


Max duduk dengan dikelilingi wanita cantik. Di sisi kanan duduk seorang wanita cantik, Gina, bisa dikatakan Primadona nomor dua setelah Viola.


Gina ini adalah wanita kaya, parasnya cantik, dan juga pintar. Dia selalu punya kesan baik terhadap Max, bahkan sangat bersimpati pada keadaan Max.


“Max, begini saja, aku menawarkanmu bekerja di perusahaan ayahku menjadi seorang penasehat direktur, gasji sebulan 25 juta, dan masih ada bonus lainnya. Ini penawaran yang bagus untuk kamu.” Gina memberikan kartu nama pada Max.


“Sungguh? Baiklah, terima kasih!”


Gina sebenarnya tidak punya niat jahat, jadi Max menerima kartu itu.


Di sisi lain, Viola tersenyum.


‘Dengan kekayaan Max sekarang, dengan satu kata saja dia bisa membeli perusahaan ayah Gina.’ guman Viola dalam hati.


Dibandingkan dengan Viola dan Gina, gadis-gadis lain tidak seperti ini. Max hari ini telah menjadi bahan pelajaran negatif. Orang terakhir yang tidak bisa dinikahi seorang wanita adalah Max.


“Kenapa acaranya masih belum dimulai? Masih adakah yang akan datang?” Viola menanyakan pada yang lainnya.


“Pemeran utama belum datang!”

__ADS_1


Viola teringat dengan seseorang dan dia pun bertanya, “Mungkinkah Leon?”


“Benar! Leon juga datang!”


“Viola, mungkin kamu tidak tahu. Ayahnya Leon adalah wali kota saat ini! Semua orang tidak mungkin berani untuk tidak menunggunya.”


“Meskipun Simon orang yang bekerja dengan gaji miliaran, memang kenapa? Meskipun keluarga Gina memiliki aset yang banyak, memang kenapa? Bukankah semua akan patuh jika melihat Leon datang?”


Meskipun terdengar berlebihan, akan tetapi ini semua adalah fakta. Ketika masa sekolah, semua orang tidak memikirkan ini. Namun, saat sudah memasuki lingkungan masyarakat, semua menyadari betapa hebatnya jabatan kepemerintahan itu.


Terutama seorang wali kota lebih tidak bisa dibayangkan, gelar putra wali kota mendominasi aura di tempat, kekuasaan selalu lebih besar dari kekayaan.


Tak lama kemudian, terdengar suara dari koridor. Semua orang berdiri, terutama Simon yang punya gaji miliarannya itu, Simon menjadi paling aktif dan maju ke depan.


Leon berjalan dengan kemewahan yang dia kenakan, di sampingnya masih diikuti wanita yang sangat cantik, tingginya 170 centimeter, yang begitu terlihat seperti model. Tubuh yang begitu mengangumkan dan kaki pajang dengan stoking hitam, sangat mengejutkan semua orang.


“Kami sudah menantimu, Leon” Simon dengan semangat memeluk Leon.


“Tuan Leon, siapa perempuan cantik di sampingmu ini?”


Menurutnya, perempuan itu bisa diganti, tidak ada kekasih yang abadi.


Mata Brian berbinar-binar. “Bukankah ini model ya! Aku pernah melihat di televisi.”


Ketika perempuan itu tahu ada orang yang mengenalnya, dia menjadi makin sombong. Sangat mudah untuk mendapatkan model papan atas jika dia mau!


Orang lain hanya bisa iri pada Leon.


Brian maju ke depan, menyapa Leon, “Tuan Leon, masih ingat sama aku? Aku Brian. Aku pernah membantumu berkelahi saat SMA ...” Brian berkesempatan untuk membangun koneksi.


“Oh Brian, ya. Ya, aku ingat jelas.” Leon mengangguk.


“Tuan Leon, apakah kamu kekurangan satpam atau sopir?” Brian bergegas bertanya.


Leon pun tertawa. “Kurang satu anjing penjaga.”

__ADS_1


“Ditempat ini ada satu tuan Leon, guk guk” Brian menunjuk Max.


Viola tampak sedikit jijik ketika melihat teman-temannya yang mencoba menjalin hubungan dengan Leon.


Leon masuk, melihat sekeliling dan terlihat Max sedang duduk, “Bukankah ini Max? Yang dulu punya skandal dengan asistenya itu?”


“Iya itu benar Max, semua bisnis sudah memasukkan namanya di daftar hitam. Sekarang dia hanya bisa mencarimu!” Brian langsung menimpali.


Simon melihat ke arah Max. “Tuan Leon sudah datang, tapi kamu masih duduk dan tidak menyapanya? Apakah kamu meremehkan tuan Leon?”


“Jangan katakan itu, aku sungguh tidak berani. Max saat itu adalah orang terkenal di seluruh kota S. Bahkan ayahku menyebutnya beberpakali! Aku masih harus belajar darinya, bukan? Belajar membuat skandal? Hahaha ...” ujar Leon yang dingin.


Orang lain juga ikut tertawa.


“Woy, kenapa kamu masih saja bengong? Lupakah kalau wali kota mengingatmu? Asalkan kamu bicara baik-baik pada tuan Leon, kamu pasti akan dihapus dari daftar hitam, dan kamu pasti akan mendapat pekerjaan!” ucap Brian yang menatap Max.


Max hanya duduk di tempat, tidak bergerak. Gina dan Viola yang berada di samping keduannya berdiri. Viola mengedipkan mata pada Max, dia tahu bahwa Max sangat kaya, dan juga punya koneksi dengan orang.


Kota S adalah kota besar bisnis. Kemampuan seorang wali kota tidak bisa dibayangkan.


Simon berkata dengan wajahnya yang dingin, “Max, cepatlah berdiri dan beri salam pada tuan Leon, sungguh tidak sopan!”


Akan tetapi, Max dengan santainya menyalakan sebatang rokok, menghisap sekali, dan menghiraukan orang yang ada dihadapannya itu.


Leon melihat tindakan Max, membuat matanya berapi-api. Terutama melihat Viola dan Gina yang duduk di dekat Max, dia tambah sangat kesal. Sebenarnya Leon, dari dulu ingin meniduri kedua wanita ini.


Melihat Leon yang sudah sangat kesal, semua orang yang ada diruangan itu menyadari bahwa masalah menjadi lebih parah.


Simon pun menjadi panik, Max sungguh mencari masalah.


Leon menjadi tidak senang, setelah bertahun-tahun, kemana dia pun pergi, siapa yang tidak memberinya hormat?


“Woy, berdiri kamu! Ini bukan tempat dudukmu!” Leon berkata, tersenyum dingin.


Suasana menjadi sangat sunyi. Semua orang menahan napasnya, tidak ada yang berani menarik napas yang dalam.

__ADS_1


__ADS_2