
"Kenapa aku berada di sini Tio? Semalam aku tidur di lantai," Keysia menatap wajah Max yang masih memeluknya ketika menanyakan hal itu.
"Tidurmu terlalu nyenyak sehingga tidak menyadari, aku mengangkatmu naik ke atas tempat tidur. Aku tidak bisa tidur semalam, karena melihatmu tidur di lantai, aku panggil namun tidak ada sahutan atau jawaban, hingga akhirnya aku memilih untuk mengangkatmu naik ke atas tempat tidur," jelas Max.
"Baiklah sekarang lepaskan aku, biarkan aku bangun untuk menyiapkan sarapan pagi ini." Ucap Keysia.
"Hem, tidak mau, aku masih ingin memelukmu Key"
"Apa kamu ingat kalau kita akan ke rumah aku hari ini?" Keysia mengingatkan Max tentang rencananya hari ini yang ingin ke rumah Keysia.
"lya, aku ingat."
__ADS_1
"Nah kalau begitu biarkan aku bangun, untuk menyiapkan semua kebutuhan kita pagi ini."
Cukup lama Keysia membujuk Max agar ia mau melepas pelukannya dari tubuh Keysia, terkadang ia merasa bingung melihat tingkah Max yang terlalu berlebihan kepadanya.
Apa maksud dari semua perlakuan ini? lya aku tau, dan mengerti kalau aku ini istrinya, namun melihat semua perlakuan yang ia lakukan padaku membuatku merasakan sesuatu yang telah aku anggap cinta, mungkin ini di sebut cinta, jatuh cinta kepada suami, itulah yang ada di dalam fikiran Keysia saat ini.
Max melepas pelukan, membiarkan Keysia bangun untuk mempersiapkan apa yang ingin ia siapkan, Max terenyum meraih bantal guling yang ia anggap sebagai pengganti Keysia.
Ada sebuah getaran lembut di hatiku, ketika menatap manik ungu itu, aku merasa hatiku kian menghangat di saat aku memeluk dan menyentuh bagian tubuhnya. Mungkin ini yang dinamakan cinta, jatuh cinta kepada istriku sendiri, akan lebih indah jika Keysia memiliki perasaan yang sama denganku, aku akan mencoba mengungkapkan perasaan itu di saat waktu yang tepat.
Max yang mendengar ucapan Keysia, bukannya bangun, namun justru ia melihat ke arah Keysia yang kini baru saja selesai membersihkan diri, rambut Keysia masih nampak basah, mungkin ia baru saja keramas, itulah yang ada di fikiran Max saat ini.
__ADS_1
Setelah Max dan Keysia sudah siap semua, akhirnya mereka menuju rumah Keysia.
Setibanya di rumah Keysia.
Keysia menekan bel pintu, ketika ia telah sampai di depan pintu rumahnya, wajahnya terlihat sangat panik dan takut ketika ia melakukan hal itu. Ia merasa takut bertemu dengan orangtuanya selama berbulan-bulan ia pergi meninggalkan rumahnya.
Eli ibunya Keysia yang kebetulan membuka pintu, tidak memperhatikan kalau saat ini Keysia pulang ke rumah bersama dengan suaminya, mungkin merasa kesal atau senang, entalah Keysia tidak tau arti tatapan mata ibunya itu.
"Akhirnya kamu pulang juga!" ucap Eli yang ingin meraih tangan Keysia.
Namun belum sempat tangan Eli menyentuh tangan Keysia dengan segera tangan Max menepis tangan Eli agar tidak menarik tangan Keysia, bahkan Max sampai memegang tangan Eli dengan sangat kencangnya hingga membuat Eli agak kesusahan melepas tangannya dari gengaman tangan Max.
__ADS_1
“Hei, kamu siapa? Berani sekali melakukan hal ini di rumahku." Bentak Eli tidak terima dengan apa yang di lakukan pemuda yang bersama Keysia kembali ke rumahnya.
Ayahnya Keysia yang mendengar suara ribut-ribut di depan pintu depan rumahnya dengan segera keluar sambil berkata.