Iam Come Back

Iam Come Back
Bertemu Keysia


__ADS_3

Gadis itu terkejut ketika Max langsung menyelipkan kertas tersebut pada tangannya, gadis itu ingin berteriak karena ia mengira pemuda yang ada di sampingnya adalah seorang pencuri gadis-gadis. Namun setelah melihat wajah Max, gadis itu menahan suara yang hampir ia keluarkan dari dalam mulutnya.


"Kamu?"


"Iya, ini aku, ambil kertas ini."


"Apa ini?"


"Nomor telpon aku, telpon aku jika kamu merasa sendiri. Aku pulang dulu, ingat! telpon aku jika kamu memiliki waktu." Ucap Max


Setelah mengatakan itu kepada Keysia, Max kembali berlari ke arah menuju rumah kost-kostanya.


Sementara Keysia hanya menatap punggung pemuda yang semalam ia kenal dan sekarang ia memberikannya nomor telponnya.


Di dalam perjalanan pulang, perasaan Max merasa sangat lega. Beban di hatinya terasa hilang dan itu membuatnya tidak berhenti menguap, mungkin karena efek semalam ia belum tidur.


Tak terasa lama, Max tiba di kostnya. Max membuka kunci pintu kamarnya lalu masuk dan langsung berjalan ke arah kamar mandi untuk segera membersikan diri.


Setelah membersikan diri, Max keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya, lalu menatap pantulan tubuhnya di cermin.


Sekarang semua kehidupan aku mulai berubah dan aku menyukai semua perubahan ini. Hidup sederhana dengan hati bahagia dan ceria, entah sampai kapan aku akan melakukan semua ini.


Namun satu yang jelas aku menyukai tinggal di kota ini, meskipun awalnya aku sedikit resah dengan jalan kehidupan yang aku pilih, tapi sekarang aku malah semakin menyukai pilihan hidupku ini.


Setelah selesai menggunakan pakaiannya, Max meraih makanan yang sempat ia beli di warung ketika ia kembali dan tidak lupa Max juga membeli untuk Rezaldin.


Sebelum Max menikmati sarapan pagi yang kini tengah menjadi makan siang karena jam hampir menujukkan pukul 12 siang ia keluar dari kamarnya berjalan ke arah kamar Rezaldin yang berada tepat di samping kamarnya.


Tok, tok, tok.


Max mengetuk pelan pintu kamar Rezaldin, hingga akhirnya pintu itu terbuka dan menampakkan wajah Rezaldin yang baru saja bangun.


"Baru bangun?" tanya Max.

__ADS_1


"Hem, masih mengantuk." Jawab Rezaldin dengan sedikit menguap.


"Ini makan siang untukmu, makan dulu baru lanjutkan tidurnya," ucap Max menyerahkan kantong plastik hitam yang berisi satu bungkus makan yang telah ia beli di warung makan di pertigaan.


"Terimakasih, Tio."


"Sama-masa."


Setelah mengatakan itu kepada Rezaldin, Max kembali berjalan ke arah kamarnya untuk kembali memakan makan siangnya. Setelah itu, ia akan tidur, cukup semalam ia tidak bisa tertidur karena terus memikir keadaan Keysia, tapi setalah ia menemukannya hatinya merasa sangat lega.


“Apa yang terjadi denganku? Kenapa aku sangat mempedulikan wanita itu? Padahal aku baru saja mengenalnya.” Pikirannya Max saat ini.


Max mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sambil menatap layar ponselnya, berharap Keysia akan segera menghubunginya. Tidak butuh waktu lama, kedua mata Max mulai terpejam hingga terbawa ke alam mimpi.


****


Di perusahaan Setiono Group, Rena sangat sibuk mengurus semua pekerjaan. Di tambah ia harus mengurus beberapa perusahaan yang lainnya, ia memijat pelan dahinya sambil menyandarkan tubuh di sandaran kursi kebesarannya.


Rena menatap ke arah sekertarisnya yang nampak sangat sibuk mengerjakan semua dokumen-dokumen yang bertumpuk di hadapannya, beruntung banget Rena memiliki sekertaris yang cekatan seperti itu.


Meskipun bekerja di hari minggu, sekertarisnya tidak pernah melakukan protes kepada bosnya, karena tidak seharusnya ia bekerja di hari minggu sesuai dengan kontrak yang telah ia tanda tangani.


Bukannya membereskan semua dokument yang bertumpuk di hadapannya, namun justru Rena sibuk menatap ke arah sekertarisnya yang kini tengah sibuk berkutat dengan dokumen dan laptop yang ada di hadapanya.


Rena kembali mengerjakan semua pekerjaannya yang sempat tertunda karena memperhatikan sekertarisnya yang tak kalah cantik darinya.


*****


Max bangun dari tidurnya tepat pukul 6 malam, itu berarti ia tidur setengah hari, ia memiringkan tubuhnya meraih ponsel yang ia simpan di atas nakas. Melihat apakah ada nomor baru yang masuk dalam panggilan tak terjawab, namun ternyata tidak ada satupun penggilan masuk ke dalam ponselnya.


Kenapa Keysia tidak kunjung menghubungiku? Apa dia sibuk? Sehingga lupa menghubungiku.


Max bangun lalu duduk bersandar di sandaran tempat tidur terus menatap pada layar ponsel yang ada di tangannya.

__ADS_1


Tok, tok, tok. (Suara pintu kamar Max di ketuk dari luar.)


"Tio, apa kamu sudah bangun?" tanya Rezaldin dari luar.


"lya, masuk saja, pintunya tidak terkunci," sahut Max dari dalam.


Rezaldin mendorong pintu kamar Max, lalu masuk dan membawa kantong. Sepertinya kantong yang di bawa Rezaldin berisi makanan, itulah yang terlintas dalam pikiran Max saat ini.


"Aku bawa makanan untukmu," ucap Rezaldin meletakkan kantong plastik hitam di atas meja mini yang da di dalam kamar Max.


"Terimakasih Za."


"Biasa saja Tio, aku tau kamu pasti kelaparan setelah kamu bangun jadi aku sengaja membeli makanan untukmu, sama yang selalu kamu lakukan padaku, benarkan?" Rezaldin mengedipkan mata ketika selesai mengatakan itu.


“Bangun, cuci muka, lalu makan, setelah itu tidur lagi” ucap Rezaldin perhatian kepada Max.


Max tersenyum mendengar ucapan Rezaldin yang terlalu baik padanya, ia merasa sangat beruntung tinggal di kota C dan bertemu dengan pemuda baik seperti Rezaldin.


"Tio aku keluar dulu ya, ingin ketemu Vina."


Max mengangukkan kepala ketika mendengar ucapan Rezaldin yang ingin keluar menemui kekasihnya, kekasih yang telah menghianatinya.


“Setelah kamu mengetahui kebenaran Vina, kamu pasti akan sangat terluka.” Ucap Max dengan suara lirih.


Max menarik napasnya lalu membuangnya secara perlahan, bangun berjalan ke arah kamar mandi untuk membersikan wajahnya kemudian mengisi perutnya yang kini mulai mengeluarkan suara-suara merdunya karena minta di isi oleh sang tuan.


Max meraih piring untuk ia gunakan untuk mengalasi makanan yang di belikan Rezaldin untuknya, duduk di pinggir tempat tidur dan mulai menikmati makan malamnya.


Meskipun makanan yang di makan Max sangat sederhana, namun makanan itu telah menjadi makanan favoritnya, nasi putih, sayur tumis kangkung sedikit ikan kering goreng telor ceplok dan tidak lupa sambal pedasnya yang sesuai dengan selera pedas Max.


Ah, perutku terasa penuh, Max mengusap perutnya yang terasa penuh dengan makanan yang baru saja ia makan, dan membuang pembungkus makanan setelah habis ia lahap ke dalam tempat sampah yang ada di dalam kamarnya.


Kenapa hingga saat ini Keysia belum menghubungiku? Apa yang terjadi dengannya?

__ADS_1


__ADS_2