Iam Come Back

Iam Come Back
Kemesraan Max & Keysia


__ADS_3

Keysia kembali memasukkan semua pakaian dalam Max ke dalam lemari, tanpa merapihkannya, agar ia lebih cepat membuka pintu untuk Max, nanti aku akan merapihkannya setelah ia membersihkan diri.


Setelah memasukkan semuanya ke dalam lemari, Keysia berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu untuk suaminya yang baru saja kembali dari tempat ia bekerja.


Ah, romantisnya itulah yang ada di pikiran Keysia saat ini, hingga ia menampakkan senyuman manisnya kepada Max yang terlihat sangat kelelahan setelah pulang dari tempat ia bekerja.


Sementara Max yang melihat senyuman manis yang Keysia nampakkan di bibirnya, membuat perasaan lelahnya menghilang seketika, bahkan hatinya menghangat seketika, ketika melihat senyuman ceria itu terhias di bibir Keysia.


Ah, manis sekali istriku, itulah yang ada di pikiran Max ketika melihat senyuman ceria yang Keysia perlihatkan padanya.


Waktu terus berlalu rumah tangga yang Max jalani bersama dengan Keysia kini telah berumur 10 hari, itu artinya hari ini Max menerima gaji selama ia bekerja sebulan dari perusahaannya.


Dan memang benar yang Keysia katakan, uang segitu cukup untuk keperluan dapurnya selama 10 hari, apakah Keysia memiliki tabungan lain? Sehingga uang segitu cukup untuk 10 hari.


Bahkan aku bisa memakan apa saja yang selalu ia masak, meskipun menu makanan yang selalu ia sajikan terlihat sederhana, namun menurutku uang segitu tidak akan pernah cukup.


Dengan langkah cepat Max berjalan ke arah kamar kostnya, untuk memberikan gaji yang ia dapat selama sebulan ini kepada Keysia.


"Keysia," panggil Max ketika masuk ke dalam kamar namun tidak menemukan keberadaan istinya.


"Keysia, kamu dimana?" panggil Max lagi.


"Aku di sini Tio," sahut Keysia dari dapur.


Max berjalan masuk ke arah dapur, melihat ke arah Keysia yang kini mulai sibuk dengan urusannya di dapur, hingga ia memilih hari esok untuk memberikan gajinya bulan ini kepada Keysia.

__ADS_1


Max masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu dan tidak lupa ia mencuci pakaian dalamnya karena ia tidak ingin Keysia mencuci barang milik pribadinya, bukannya tidak ingin, namun Max merasa tidak enak hati jika sampai Keysia menyentuh barang milik pribadinya.


Apa yang akan Keysia katakan nanti? Jika ia sampai mencuci pakaian dalamku? Palingan ia berkata, oh, astaga barang pribadi Tio ternyata sangat besar, hahaha.


Max melamun sambil tertawa sendiri di dalam kamar mandi, ketika membayangkan hal itu, selesai mencuci pakaian dalamnya Max lanjut membersihkan diri hingga selesai.


Makan malam telah siap, di siapkan oleh Keysia, dan kini siap di nikmati oleh mereka berdua, Keysia yang melihat Max telah selesai menggunakan pakaiannya berkata.


"Tio, ayo makan malam,” panggil Keysia.


"Baik"


Max berjalan ke arah makanan yang telah di siapkan oleh Keysia, lalu duduk, dan mulai makan malam bersama dengan Keysia. Makan malam yang romantis meskipun terlihat sederhana, namun Max bisa merasakan suasana yang indah ketika menikmati makan bersama dengan Keysia.


Sarapan pagi dan makan malam itulah moment yang selalu Max sukai, karena ketika siang hari ia harus menghabiskan waktunya seharian di tempat kerja.


Namun Max bersi keras ingin melakukan itu, hingga membuat Keysia mundur dan membiarkan Max melakukan semuanya.


"Baiklah, lakukan saja jika kamu ingin melakukannya, aku akan mengumpulkan semua peralatan dapur yang selesai aku gunakan memasak untuk kamu cuci"


Max hanya mengangukkan kepala ketika mendengar ucapan Keysia, dan mulai melakukan hal yang ingin ia lakukan, sementara Keysia melakukan yang ia katakan.


Mereka berdua saling melempar senyuman, sesekali Max menjaili Keysia dengan cara membersihkan air ke arah Keysia yang sibuk mengepel meja kompor dan sebagainya dan itu membuat Keysia membalas apa yang tengah Max lakukan padanya.


"Masih mau?" bukanya membersihkan air, melainkan Keysia mengisi air ke dalam gelas lalu melempar ke arah Max, hingga membuat seluruh wajah Max basah.

__ADS_1


Awalnya Keysia sangat terkejut ketika melihat wajah Max yang tersiram air, karena bukan maksudnya ingin menyiram wajah Max melainkan ingin menyiram bagian lain, namun ternyata yang terkena adalah wajah Max.


"Maafkan aku Tio, a-aku tidak sengaja melakukan itu." dengan segera Keysia mengatakan itu, takut jika Max marah dengan apa yang tengah ia lakukan.


Bukannya marah dengan apa yang tengah Keysia lakukan padanya, namun justru Max menampakkan senyuman manis dan lembut di bibirnya.


Ingin meraih tangan Keysia, namun dengan segera Keysia menghindar dan berlari menghindari apa yang ingin Max lakukan padanya, hingga terjadi kejar menegejar di antara mereka berdua.


"Hentikan! Tio, jangan lakukan itu" ucap Keysia terus berlari di dalam kamar, dan di kejar oleh Max dengan membawa spon cuci piring yang ia ingin sapukan di wajah Keysia.


"Tidak akan, aku tidak akan menghentikan sebelum kamu mengalah.”


"Aku tidak akan mengalah, apapun yang terjadi."


Keysia terus berlari kesana kemari, dan terus di kejar oleh Max, hingga ia berdiri di samping tempat tidur, dan kembali melihat ke arah Max yang terus berlari ke arahnya. Sehingga membuat tubuh Max mendorongnya hingga jatuh di atas tempat tidur dan otomatis tubuh Max menimpa tubuh Keysia.


Buk.


Mereka berdua saling memandang, ketika keduanya terjatuh di atas tempat tidur, Max menatap wajah gadis yang berada di bawah tubuhnya, dan tidak menyadari kalau saat ini tanganya telah menyentuh wajah Keysia. Hingga membuat Keysia memejamkan matanya ketika Max melakukan hal itu di wajahnya.


Jujur tubuh Keysia gemetar ketika Max mengusap dan menyentuh wajahnya, ia merasa sangat takut. Namun ia tidak bereaksi karena ia tau, Max adalah suaminya, tidak ada larangan ataupun hak untuk melarang Max melakukan hal yang ingin di lakukan kepadanya.


Suasana romantis mulai tercipta di antara mereka berdua, tidak menyadari apa yang tengah mereka berdua lakukan, begitupun dengan Max ia merasa terbawa perasaan ketika menatap wajah Keysia, dan melihat Keysia menutup mata ketika ia menyentuhnya, ia merasa kalau Keysia menerima semua yang ingin ia lakukan.


Sebagai pemuda yang normal, wajar jika Max terbuai dengan gadis yang tengah berada di bawah tubuhnya yang tidak lain adalah istrinya sendiri. Gejolak mulai tumbuh di hati Max, ingin melakukan hal yang lebih pada Keysia, hingga ia mulai menempelkan bibirnya pada bibir kecil Keysia.

__ADS_1


Keysia belum membalas pauatan bibirnya, karena masih merasa syok dengan apa yang tengah Max lakukan padanya, sepuluh hari menikah inilah pertama kali Max menyentuhnya dengan cara seperti ini.


__ADS_2