Iam Come Back

Iam Come Back
Kecantikan Keysia


__ADS_3

"Diantara kami tidak terjadi apa-apa, cuman Keysia ketahuan sama ibu kos, kalau ia menginap di kamarku selama dua minggu, hingga akhirnya ibu kost marah dan warga di sini juga ikut marah, hingga kami di sarankan untuk menikah,” begitu Max sedikit menjelaskan agar Rezaldin bisa mengerti.


"Oh, seperti itu? Sama yang pernah aku jelaskan sebelumnya, baiklah aku mengerti, jadi sebentar malam kamu akan menikah nih ceritanya," bukannya memberi masukan dengan apa yang ingin Max lakukan, namun justu Rezaldin hanya meledek Max.


Max hanya menggelengkan kepala ketika mendengar ucapan Rezaldin, ucapan yang terdengar bukanlah sebuah saran melainkan sebuah ejekan untuk dirinya.


"Ah, sudahlah, akan lebih baik jika kamu bersiap, dan ikut aku ke masjid untuk menyaksikan ijob qobul yang akan kulakukan, karena cuman kamu yang aku anggap sebagai keluargaku di kota ini." Ucap Max.


Rezaldin yang mendengar ucapan Max yang telah menganggapnya sebagai keluarganya sendiri merasa sangat terharu, hingga ia menghentikan langkahnya dan lansung memeluk tubuh Max.


"Terimakasih Tio, karena telah menganggapku sebagai keluarga kamu sendiri, aku sudah lama hidup di kota ini, namun baru kali ini ada seseorang yang menganggap aku sebagai keluarganya"


"Sama-sama Za, kalau bukan karena dirimu aku pasti kesasar di kota ini," ucap Max menepuk pelan bahu Rezaldin yang masih memeluknya.


"Ah, sudahlah, akan lebih baik jika kita berdua bersiap, aku juga ingin memberi ini untuk Keysia kenakan sebentar malam."


Rezaldin melepas pelukannya, lalu berjalan beriringan bersama dengan Max menuju kamar kostnya.


Tok, tok, tok.


Max mengetuk pintu, ketika telah sampai di depan pintu kamarnya, karena Keysia mengunci pintu kamar dari dalam. Sementara Rezaldin membuka kunci kamarnya untuk segera masuk membersikan diri, karena ia ingin ikut melihat Max menikah malam ini.


Keysia merasa sangat terkejut ketika ia kembali mendengar suara ketukan pintu dari luar, karena ia menganggap pemilik kost kembali lagi ingin mempermalukannya.


"Si-siapa?” sahut Keysia dari dalam.

__ADS_1


Keysia bangun lalu duduk di pinggir tempat tidur setelah menanyakan itu kepada orang yang tengah mengetuk pintu kamar kost yang ia tempati.


"Ini aku Key, Tio"


Mendengar suara Max dari balik pintu dengan segera Keysia beranjak dari duduknya berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu untuk Max.


Pelan-pelan Keysia menarik kunci dalam kamar, lalu membuka pintu dan membiarkan Max masuk ke dalam.


"Bagaimana Tio? Apa kita bisa membatalkan pernikahan ini?" tanya Keysia dengan wajah penuh keyakinan.


Keysia sangat berharap agar ia tidak jadi menikah dengan Max, karena menikah dengan Max sama halnya akan membuat Max merasa kesusahan dengan adanya dirinya, menjadi istrinya kelak.


Max, berjalan ke arah dispencer untuk mengambil air minum yang keluar dari dalam galon, sementara Keysia mengikuti langkah kaki Max hingga berdiri di belakangnya seperti anak kecil yang meminta uang jajan kepada bapaknya.


Setelah menghabiskan segelas air minum, Max berbalik badan melihat ke arah gadis kecil yang ada di belakangnya. Ia bisa melihat wajah gadis yang berdiri di belakangnya terlihat panik, dan untuk menghilangkarn kepanikan gadis kecil yang ada di belakangnya, Max tersenyum sambil memberikan kantong plastik yang sempat ia simpan di atas galong sebelum ia minum.


Setelah mengatakan itu, Max berjalan melewati Keysia, menuju arah kamar mandi untuk membersihkan diri, karena ia merasa tubuhnya berbau ikan.


Keysia berdiri mematung, ketika mendengar ucapan Max yang mengatakan sebentar lagi mereka berdua akan menikah, ia merasa sedih, bukannya tidak menyukai menikah dengan Max melainkan ia tidak ingin membebani Max dengan keberadaannya sebagai istri. Karena Keysia tau, tidak mudah menjalani hidup berdua kalau kondisi ekonomi masih di bawa rata-rata.


Apakah Tio akan benar-benar menikahiku? Apakah ia ingin aku menjadi beban hidupnya? Entahlah, aku tidak pernah tau apa yang ada di dalam pikirannya.


Max yang telah selesai membersihkan diri, keluar dari dari dalam kamar mandi, dan masih melihat Keysia berdiri di tempatnya ketika ia meninggalkannya sebelum masuk ke dalam kamar mandi.


"Keysia," panggil Max pelan, dan itu membuat Keysia tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"lya," jawab Keysia cepat, ia merasa sangat terkejut mendengar suara Max yang tiba-tiba memanggilnya.


"Kenapa kamu belum bersiap? Waktu kita tinggal sedikit" ucap Max.


"Baiklah, aku akan bersiap," angguk Keysia pelan berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti baju dengan baju yang Max belikan untuknya.


Keysia tidak membantah lagi, ia pasrah dengan apa yang akan di lakukannya malam ini, dan menerima kenyataan sejam lagi ia akan menjadi seorang istri.


Huff, apakah aku sanggup menjalani kehidupan pernikahan ini kelak? Apakah aku bisa menghilangkan rasa bersalah ini kepada Tio? Karena aku, ia harus menerima kenyataan pahit menikah dengan gadis yang tidak di cintainya, mungkin ini yang terbaik? Namun justru kebalikan dari semua ini.


Keysia mengeluarkan sebuah baju dari dalam kantong plastik yang Max bawa untuknya, baju yang hampir mirip dengan sebuah gaun, memiliki lengan yang panjang tertutup menjulang hingga sampai ke tumit kaki, dan tidak lupa sebuah penutup kepala berwarna putih.


Keysia mulai menggunakan baju tersebut dan sangat terkejut ketika ukuran baju yang di berikan Max padanya sangat pas di tubunya.


Ukuran bajunya pas dan cocok di tubuhku, hem, memangnya darimana Tio tau ukuran baju yang selalu aku kenakan? Apa ia diam-diam melihat ukuran bajuku yang selalu ia jemur di pagi hari ketika ia ingin pergi bekerja? Ah, entahlah, itu semua hanya Tio yang mengetahuinya.


Keysia keluar dari dalam kamar mandi ketika selesai mengenakan baju yang Max berikan padanya, dan membuat Max nampak sangat tertegun melihat bentuk tubuh Keysia yang terlihat jelas bentuk lekuk tubuhnya ketika menggenakan baju yang ia berikan.


Keysia pasti akan sangat cantik ketika ia menggunakan gaun dari desainer terkenal di kota tempat tinggalku, hanya menggunakan gaun yang harga selembaran ratusan ribu seperti ini, ia terlihat begitu sangat cantik, belum lagi wajahnya di polesi oleh perias ternama di kotaku.


Max sampai membayangkan Keysia menggunakan gaun termahal, dan riasan wajah dari yang membuat kecantikannya lebih terlihat jelas daripada hari-hari sebelumnya.


"Tio, bagaimana? Apa terlihat bagus? Atau tidak?" tanya Keysia ingin tau, apa pakaian yang ia gunakan cocok.


"Cantik," jawab Max cepat tidak menyadari kata yang baru saja ia katakan.

__ADS_1


Keysia membulatkan mata terkejut ketika mendengar ucapan Max yang mengatakan kalau dirinya cantik, suatu kesenangan tersendiri bagi Keysia ketika Max menyangjungnya seperti itu.


Menyadari apa yang baru saja di katakannya, dengan segera Max kembali berkata.


__ADS_2