
“Hahaha, sejujurnya, kita emang tidak ada hubungan sama sekali dengan Jenderal Dragon Lord. Akan tetapi, sebenarnya proyek ini lah yang ternyata ada hubungan dengan mereka. Para investor ini tidak akan bodoh, kalau mengetahui bahwa Alena memiliki latar belakang orang-orang ini, mereka pasti akan datang.” Ujar Max.
“Benar sekali, apalagi proyek ini adalah keputusan dari Direktur Kevin dan masih dipandu oleh Mayor Jenderal Sebas. Mereka akan mendukung Alena sepenuhnya.” Kata Nanda.
Alena berpikir, penjelasan ini tidak ada masalah. Jika bukan karena wajah seorang tokoh penting itu, siapa yang akan datang memberikan uangnya?
“Max, kamu sudah berusaha, kali ini ku serahkan padamu.” Kata Alena.
Arya dan Nanda hari ini sangat puas dengan kerja keras Alena dan Max.
Hari-hari berikutnya progres proyek itu berjalan lancar dan sudah hampir liburan musim panas.
“Max, bisakah kamu menjemput adikku? Namanya Kelly Veyron, di Universitas EI, dan nomor teleponnya sudah aku kirim ke kamu.” Ucap Alena.
Karena saat ini Alena sangat sibuk, tidak punya waktu. Alena meminta tolong Max untuk menjemput adiknya itu.
“Baiklah, aku akan menjemputnya!”
Setelah meninggalkan tempat proyek, Max segera menghubungi Sebas, “Sebas, aku butuh satu mobil, dan ingat! Jangan terlalu mewah, oke!”
Tidak lama kemudian, Sebas mengantarkan satu mobil. Ternyata sebuah mobil Rolls-Royce Wraith.
“Heh, baiklah.” Max menggelengkan kepalanya yang tak berdaya.
Dia menyetir sampai ke pintu gerbang Universitas EI. Max menunggu lama di gerbang barat kampus, tetapi Kelly tak kunjung keluar. Dan menunggu setengah jam lagi, Max menghubungi Kelly.
“Halo, siapa ya?” tanya Kelly dengan suara yang begitu merdu.
“Aku Max, sahabat kakakmu. Kakakmu, Alena menyuruhku untuk menjemputmu!”
“Haduh, bukankah kakakku sibuk dan tak bisa menjemputku? Aku kira aku akan kembali sendiri.” Kelly tampak terkejut.
“Kamu ada dimana? Aku akan ke sana menjemputmu!” tanya Max.
“Aku ada di Queen KTV, ruang VIP No.13 di lantai enam!”
“Baiklah, tunggu aku akan menjemputmu.”
Setelah Kelly menutup teleponnya, temannya langsung bertanya, “Kel, siapa yang menelepon?”
“Kak Max, Sahabatnya kakakku datang menjemputku.” Kelly mengerutkan alisnya, tanda tak senang.
“Oh, aku tahu siapa. Max yang punya skandal sama asistenya dulu, masalah tentangnya sudah diketahui seluruh EI.”
“Hahaha, tidak mungkin. Kelly kamu menyuruh menjemputmu? Kamu tidak takut malu ya!”
Menghadapi ejekan teman-temannya, Kelly menjadi kesal. Tadi terlalu cepat menyetujui, seharusnya dia menolaknya.
__ADS_1
“Kelly, kamu tadi memanggil siapa menjemputmu? Nanti aku akan mengantarmu, kamu juga sudah melihat mobilku, kan? Mobil Audi keluaran baru lho.”
Pria yang berkata begitu bernama Fernando Omar, dia teman sekelas dengan Kelly, dan terus mengejarnya. Keluarganya mempunyai bisnis perhotelan, anak orang kaya.
“Tapi, sahabat kakakku sudah datang.” Kelly berkata dengan tak berdaya.
“Suruh dia pulang saja Kel, kita juga sudah lama tidak berkumpul.”
Fernando melihat wajah Kelly yang memerah, dia menjadi semakin panik.
Tak lama setelah itu, pinntu ruangan itu terbuka.
Max berjalan masuk ke ruangan VIP itu.
“Paman, kamu sedang mencari siapa? Apa yang kau lakukan di sini?”
Beberapa pria berdiri, dan berkata dengan suara keras. Para pria itu ingin berlagak di depan para pria. Tetapi Max tidak memedulikan mereka, dia mencari Kelly di ruangan itu.
Akhirnya, pandangannya terkkunci pada Kelly, “Kelly, aku datang menjemputmu.”
“Hahaha ... Kelly ini sahabatnya kakakmu? Yang sangat terkenal, karena memiliki skandal sama asistennya. Benar saja ternyata bisa melihatnya hari ini!” Fernando mengejek.
‘Hahaha ...’ orang lain yang ada di ruangan itu juga ikut tertawa.
Saat ini, Kelly merasa sangat malu, ingin sekali mencari tempat untuk bersembunyi.
“Kenapa kakak menyuruhnya datang jemput aku sih? Ini benar memalukan sekali untukku!” dia mengomel dengan suara yang kecil.
“Kelly, ayo pulang! Kakakmu menyuruhku menjemputmu, ayo cepat jalan.”
Kelly mengumpulkan keberanian untuk menjawab, “Kamu pulang saja dulu, aku bisa pulang sendiri.”
“Benar, Kelly nanti akan diantar oleh Fernando! Tidak ada huibungannya dengamu! Cepat pergi!”
“Kelly, cepat ikut denganku! Kalau tidak, aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya pada kakakmu nanti.”
Max telah meremehkan trik dari bajingan kecil ini, yang berdiri di sana, matanya tertuju pada Kelly.
“Nggak mau, aku bahkan tidak mengenalmu, aku bisa pulang sendiri!” Kelly berkata kesal.
“Brak!”
Pada waktu ini, ruangan itu terbuka keras oleh seseorang dan beberapa pemuda gangster berjalan masuk.
“Haha, sungguh tidak disangka, ternyata di sini ada banyak wanita cantik, dan semuanya adalah mahasiswi! Malam ini sungguh memuaskan.”
Sekelompok pemuda gangster itu tidak melepaskan padangannya pada Kelly dan yang lainnya.
__ADS_1
“Apa yang kalian lakukan di sini? Cepat kalian pergi?”
Fernando maju ke depan dan bertanya tegas.
Gangster pertama dengan ramput pirang memandang Fernando dengan penuh minat.
“Hah, kamu mengusir kita? Berani sekali kamu!”
“Haha, kalian sungguh lucu, beberapa mahasiswa ingin melawan kami? Mereka berjumlah banyak, apakah artinya bisa mengalahkan kami?”
“Pergi kamu, panggil bos, bahwa di sini ada banyak wanita cantik!”
Selanjutnya, Fernando tercengang. Karena datang lusinan gangster membawa alat di tangannya dan mengayunkan dengan ketakutan.
Mereka memblokir pintu ruangan dan memandang Kelly dan yang lainnya dengan bercanda. Pernahkah para mahasiswa ini melihat pemandangan seperti itu?
“Plak plak plak!” Sebuah tamparan keras mengenai pipi Fernando, gangster itu berkata, “Menggilalah, bukankah tadi cukup berani?”
Fernando langsung melunak, bahkan kakinya tidak bergetar sangat kencang.
“Bruk!” gangster lainnya menginjak-injak, dengan cepat Fernando menjadi memar-memar.
Semuanya menjadi sangat ketakutan. Satu per satu Kelly dan yang lainnya mulai gemetaran, pandangan penuh dengan ketakutan.
“Semua berlutut sekarang! Aku lihat siapa yang masih berani berdiri!”
Para gangster langsung bertindak, para lelaki ditendang satu per satu, yang wanita langsung berlutut di lantai. Mereka lebih ketakutan daripada yang laki-laki, terutama pandangan para gangster ini tertuju pada mereka.
Hanya Kelly yang masih punya keberanian.
Dia melihat ke belakang, tidak tahu kapan Max sudah duduk di pojok sofa, bahkan para gangster pun tidak melihatnya.
“Sungguh orang tidak berguna, sial sekali, kenapa kakakku punya sahabat pengecut seperti itu.”Kelly melihat Max yang takut mati, kesan baik padanya makin berkurang.
Kelly segera mengatakan kepada gangster itu, “Kalian cepat tinggalkan tepat ini, kalau tidak, aku akan melapor polisi!”
“Hah? Laporkan saja!” seorang gangster maju ke depan mencoba untuk mengelus wajah Kelly.
“Plak!” Kelly menampar pipi gangster itu.
Gangster itu terdiam, tak disangka bahwa Kelly akan berbuat demikian.
“Siapa yang berani memukul anak buahku?”
Dengan teriakan yang keras, beberapa orang masuk dari luar, pria bertubuh besar dan tubuh dipenuhi dengan tato.
“Bo-Bos Erlan ...”
__ADS_1
Fernando tahu siapa orang ini, Bos Erlan sang gangster jalanan, penguasa yang bisa mengalahkan banyak orang dengan dirinya.
Dia adalah idola para gangster.