
“Pa, Ma, masalah ini akan menyinggung kakek! Kakek pasti akan membenci kita sampai mati! Ucap Alena.
“Jangan pedulikan mereka! Status keluarga kita dalam keluarga Veyron selalu paling rendah. Kakekmu saja tidak pernah melihat kita secara langsung, kali ini keluarga kita pasti bisa naik dan kakekmu hanya bisa menonton saja!” kata Arya yang menghibur Alena.
“Benar juga kata papa, aku mulai sekarang harus bekerja lebih keras lagi!”
“Max meskipun kamu hanya menemani dan membantu Alena walaupun sedikit, tetapi keberuntungan keluarga kita meningkat setelah kamu kembali. Ayo, mari makan!” ujar Nanda.
Rino datang menemui mereka untuk menagih hutang Arya, “Arya, papa menyuruhku untuk datang! Ini adalah surat utang, tolong bayar utang kamu yang senilai 5 miliar.”
Arya seperti tersambar petir dari langit setelah mendengar perkataan Rino.
“Dalam waktu 3 hari, kamu harus melunasinya segera!” kata Rino yang berjalan keluar dari rumah Arya sambil tersenyum.
Arya, Nanda, dan Alena sudah terbeku seperti es kutub utara.
Max memberanikan diri untuk bertanya, “Sebenarnya ada apa ini?”
Alena menggigit bibirnya dengan keras, “Kita sudah tidak ada uang, perusahaan jugatidak punya uang! Perusahaan saja mulai, bahkan tidak ada 2 miliar di rekeningnya ... belum lagi dana awal buat pengembangan proyek. Kita juga perlu menarik investasi ... tetapi hal ini juga sulit.”
“Aku tahu bahwa ayah tidak akan melepaskan kita dengan mudah! Aku juga sudah merasa bahwa dia akan menyuruh kita membayar uangnya kembali!” ucap Arya sambil menghela napas.
“Kita bahkan sudah dapat peringatan dari bank bahwa kita tidak bisa meminjam uang sepeser pun,” kata Nanda dengan nada serak.
Warna wajah mereka bertiga pucat seakan sudah mati. Bagaimanapun juga, masalah keluarga Veyron yang dihadapi saat ini adalah uang! Dan selama kamu punya uang, kamu bisa menyelesaikan masalah!
“Apakah mereka memaksa kita untuk membayar utang? Dan mencari mereka untuk investasi, lalu akhirnya memberi mereka proyek ini?” tanya Max.
“Dah lah, mari kita menyerah dan memberikannya kepada kakek ... perusahaan Aralnaco sekarang sudah ada di tangan kita sepenuhnya, ayo kita naik selangkah demi selangkah!” kata Alena tanpa daya.
Kemudian Max berkata, “Kenapa harus menyerah? Sebagai sahabat, biarkan aku membantumu menyelesaikan masalah uang! 5 miliar bukan sebuah masalah!”
Mereka bertiga memandang Max dengan curiga, “Apa? Kamu mau membantu kami menyelesaikan masalah uang ini? Apakah kamu ada uang?” tanya Arya.
__ADS_1
“A ... aku akan memikirkan sebuah cara.”
Sebenarnya Max memiliki beberapa Black Card di berbagai Bank Internasional, tetapi dia tidak tahu berapa banyak uang yang dia miliki di berbagai Black Card tersebut.
“Jangan paksakan, jangan melakukan sesuatu yang aneh! Memang hal ini sudah mustahil, kita menyerah saja lah.” Alena memandang Max dengan cemas dan juga takut kalau Max melakukan beberapa hal yang ekstrem!
“Om, Tante, Alena, kalian jangan khawatir. Serahkan masalah ini kepadaku,” ucap Max.
Keesokan harinya.
Max pamit untuk keluar dari rumah Arya. Pria itu berjalan sedikit jauh dari rumah Arya, biar tidak ada yang mengetahuinya. Berjalan ke ssebuah perempatan dan sebuah mobil Limosin berstandar militer datang menghampirinya.
Kemudian Sebas turun dari mobil dan menyambut Max ke dalam mobil.
“Bagaimana kabar keluarga Setiono akhir-akhir ini? Apakah ada yang datang meminta maaf?” tanya Max.
Sebas menggelengkan kepala dan berkata, “Tidak ada satu pun di keluarga Setiono yang bertobat.”
Max menatap Sebas dengan tatapan dingin, “Kamu harus memberikan mereka tekanan lagi!”
Kemudian Max dan Sebas menuju ke salah satu Bank Internasional. Max tanpa ragu-ragu menarik 10 miliar tunai sekaligus sehingga membuat staff dan para karyawan bank takut. Staff dan para karyawan bank itu takut kepada pria yang berdiri di samping Max, mengenakan seragam militer dengan bintang di bahunya.
Itu adalah lambang seorang mayor jenderal!
Tommy Carlos, manajer kantor Bank Pusat datang untuk melayani mereka secara langsung. Tommy dan Lora Diana seorang wanita tinggi dan cantik, membantu Max mengeluarkan uangnya dari saluran VIP.
Pada akhirnya Lora tidak bisa membantu dan melirik Max terus dengan perasaan sedikit akrab.
“Identitas orang ini sangat menakutkan, bahkan manajer kita ketakutan,” ucapnya staff bank.
Setelah mengantar Max dan Sebas, Tommy dan lainnya akhirnya menarik napas lega. Kemudian Lora bertanya dengan bingung, “Manajer Tommy, apa identitas pria itu tadi? Dan bukankah pria berseragam militer di sebelahnya adalah jenderal besar?”
Tommy berbisik, “Dia adalah pria misterius di dunia militer! Bisa menyuruh mayor jenderal untuk mengikutinya, coba kamu pikir-pikir sendiri ... dan jangan katakan kepada siapapun mengenai hal ini, ini semua rahasia.”
__ADS_1
“
Hah!” Lora menarik napas, lalu mengangguk-angguk, “Aku mengerti!”
“Siapa pun yang bertanya, katakan saja bahwa itu pinjaman!” ucap Tommy ke semua staff dan karyawan.
“Siap.” Jawab serentak.
......
Pada sore hari, ketika Max kembali ke rumah Arya untuk mengantarkan beberapa koper yang berisi uang. Arya, Nanda, dan Alena tercengang.
Mereka bertiga menghitungnya berkali-kali dan mereka yakin bahwa uang itu sebesar 10 miliar di tangan mereka.
“Max, dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak ini? Bukan dari pinjaman dengan bunga tinggi kan? Ucap Alena dengan ketakutan.
“Bukan ... ini bukan pinjaman dengan bunga tinggi. Lagi pula sekarang sudah ada uang, kalian tidakperlu khawatir lagi, cepat selesaikan masalah kalian.”
“Bukannya 5 miliar sudah cukup! Untuk apa kamu mengambil 10 miliar?” tanya Alena dengan curiga.
“Kalian akan tahu pada saatnya.”
......
“Hemm, cepat sekali kalian mau ngelunasin 5 miliar itu, apakah kalian menjual perabot rumah atau mungkin kalian menjual rumah ini? Kita sudah merepotkan kalian ya? Rino berkata dengan dingin.
“Kamu tak perlu khawatir lagi! Ini aku sudah punya 5 miliar dan aku sudah bisa menebus utangku!” kata Arya yang melototi Rino.
“Siapa bilang 5 miliar? Apakah kamu pikir hanya 5 miliar, kamu lupa menghitung bunga dan yang lain-lain? Jika dihitung semua total lebih dari 7 miliar. Tetapi karena kita keluarga, 7 miliar saja sudah cukup.”
Selain Max, mereka bertiga kaget setelah Rino berkata demikian.
“hah 7 miliar? Sejak kapan menjadi 7 miliar? Ketika ayah setuju, dia meminjamkan kami tanpa syarat! Bagaimana bisa ada bunga?” kata Nanda.
__ADS_1
“Kalian sungguh naif sekali! Ayah membantu kalian dengan meminjamkan uang sebanyak 5 miliar itu untuk membantu kalian, tetapi ini adalah dunia bisnis. Dan jangan melibatkan hubungan keluarga di dunia bisnis! Apa mungkin kalian tidak membaca kontrak dengan cermat? Jika iya begitu, apa yang bisa aku lakukan?” kata Rino dengan senyuman penuh kelicikan.