
“Kalian juga paham sifatku kan, aku tidak pernah mengambil barang orang lain, tapi mereka harus membayar apa yang mereka ambil. Oh iya, sebetar lagi kita akan pergi ke rumah utama untuk merebut kembali.” Ucap Max.
“Secepat inikah kak?” tanya Rena.
“Iya adikku, kamu jangan khawatir ya. Selama ada kakak, tidak ada lagi yang merendahkan kalian. Kita pasti bisa mengambil alih Setiono Group dan merebut apa yang seharusnya menjadi milik kita.” Kata Max.
Waktu berlalu dengan cepat. Dalam sekejap mata, tibalah waktu yang telah ditetapkan. Max dan sekeluarga pergi bersama-sama menuju rumah utama.
Di sisi lain, kediaman utama keluarga Setiono.
Luis tampak sudah sangat tidak sabar. Albert masih terbaring koma di rumah sakit dan kecil kemungkinannya dia akan sadar. Karena itu, Rony mau membalas dendamkan anaknya ke Max.
“Orang-orang dari keluarga Setiono sendiri saja sudah sanggup membunuh Joan sampai berkali-kali. Apalagi Peter dan yang lainnya! Kali ini aku sendiri yang menghadapi untuk membunuh Max, mari kita tunjukkan kekuatan keluarga Setiono yang sesungguhnya!” ujar Rony.
“Pa, Peter sudah datang!” teriak Luis sambil berlari ke arahnya.
Sebuah mobil hitam telah parkir di depan pintu gerbang rumah, di belakang mobil hitam itu ada sebuah limosin. Pintu mobil terbuka dan seorang laki-laki yang mengenakan setelan jas berwarna hitam keluar dari dalamnya.
Dia adalah Peter Oscar, orang nomor 1 di kota S. Dia sudah sama seperti raja, di belakangnya dia dikawal oleh orang-orang kepercayaannya yang kekuatannya tidak lemah.
Mengetahui kedatangan Peter, Rony bergegas untuk menyambutnya. Dengan kekuatan keluarga Setiono yang sekarang, mereka tidak berani menentangnya.
“Hari ini dengan kehadiran Tuan Peter di sini, kami benar-benar mendapatkan kekuatan tak terhingga. Anda benar-benar sangat kuat. Bahkan tanpa melakukan apa pun, saya yakin Max akan ketakutan begitu melihat anda.” Puji Rony.
Peter benar-benar tidak menanggapi Rony. Menurutnya, tindakan Rony memanggilnya hari ini benar-benar sangat berlebihan.
Dia hanya menatap Rony dan bertanya, “Di mana proyek yang anda sebutkan itu?”
“Besok! Bisa mulai dilakukan besok!” jawab Rony dengan cepat.
“Baiklah!” Peter mengangguk.
“Oh iya, Sebas, bocah itu tidak muncul?” tanya Peter.
__ADS_1
Rony tertawa terkekeh-kekeh, “Dia juga adalah seorang bos. Tentu saja dia tidak akan mau berpartisipasi dalam masalah kecil seperti ini.”
Peter menanggapinya dengan tertawa, “Itu benar. Jika bukan karena proyek, saya juga tidak akan muncul.”
Ternyata keluarga Setiono menggunakan proyek menguntungkan sebagai alasan untuk membuat Peter muncul. Segera mobil lain pun tiba, mereka yang tiba bisa dibilang patnernya Peter dari dunia bawah.
Melihat status orang-orang yang dibawa Peter, mata semua orang di keluarga Setiono melotot seperti akan keluar saking kagumnya. Kali ini orang besar dan berpengaruh di dunia bawah tanah kota S hadir di situ.
Sedangkan kekuatan yang mendukung Max hanya satu, tapi di sini ada selusin kekuatan yang kalau digabungkan jauh lebih kuat daripada keluarga Setiono bekerja sama dengan Joan.
Dengan menggabungkan kekuatan keluarga Setiono dengan orang-orang ini, 200 orang Max pun tidak akan mampu mengalakan mereka.
Sesampai di rumah utama, mereka disambut oleh banyaknya orang yang mendukung keluarga Setiono. Di saat itu juga Rony dan seluruh anggota inti Setiono sudah hadir di depan rumah.
“Wah-wah sampai juga kalian,” ucap Luis.
“Max, kamu bahkan belum sadar akan bahaya yang akan datang!” cibir Sanny.
Melihat bagaimana keluarga Setiono memandang dirinya, Max mengangguk sambil tersenyum.
“Wah, Albert sepupuku belum sadarkan diri ya? Pantas saja kalian tidak tahu sebenarnya, emang kita datang untuk mengambil alih Setiono Group dan merebut kembali apa yang seharusnya milik kami!” kata Max.
“Mengambil alih? Hahaha ... memang kalian bisa apa?” tanya Rony.
“Kuberi kalian kesempatan terakhir untuk berlutut dan meminta maaf. Jika tidak, maka kalian yang terlibat dalam masalah 6 tahun lalu dan tuduhan palsu untuk papa saya, kalian akan mendapat ganjarannya!” Ucap Max dengan tegas.
“Wah, ganjaran apa ini? Sepertinya menyenangkan ...” kata Luis.
“Mana mungkin saya berlutut padamu!” ucap Rony.
“Oke, baiklah!”
Lalu Max berbalik badan dan menelepon Sebas, “Sebas, rilis bukti-buktinya, dan segera tangkap mereka!”
__ADS_1
Setelah memberi perintah, tak berapa lama kemudian, semua bukti-bukti sudah dirilis. Mereka yang terlibat kasus itu pun terekspos segera.
“Rony Setiono dan semuanya, coba kalian lihat berita yang baru saja rilis!” perintah Max.
“Hah? Berita apaan? Kamu mau menipu kami ya?” kata Luis.
Rony segera melihat berita dan semua berita isinya tentang dia yang terlibat dalam kasus masa lalu, “Ini ... ini semua palsukan?”
Semua orang yang di sana benar-benar terkejut melihat semua berita yang mengekspos keluarga Setiono dan orang-orang yang terlibat.
“Berita dan semua bukti tidak ada yang palsu, Rony.” Ucap Max.
Tidak lama kemudian, beberapa mobil mewah, ada juga polisi bahkan tentara datang menuju ke rumah utama keluarga Setiono. Mobil mewah itu di dalamnya ada penjabat tinggi kota S.
Mobil-mobil mewah itu berhenti dan orang di dalam mobil turun satu per satu. Ternyata yang turun adalah para penjabat tinggi kota S terutama David sebagai wali kota S.
Bukan hanya mobil mewah saja, ada juga puluhan mobil polisi dan tentara yang sudah mengepung mereka semua. Kejadian ini tidak bisa diprediksi oleh siapa pun.
Barry Hardy turun dari mobil tentaranya dan menuju ke hadapan Max, “Ketua, semua target sudah terkunci,” lapornya Barry.
“Bagus! Segera tangkap mereka yang terlibat dalam kasus masa lalu itu!” Perintah Max.
Rony dan yang lainnya sungguh terkejut melihat situasi dan kondisi pada saat ini, “Apa-apaan ini, kenapa Max begitu santainya memberi perintah kepada tentara dan polisi itu.”
Para polisi dan tentara itu segera menangkap semua yang terlibat, tapi Rony sudah benar-benar hilang akal. Dia merengek dan tak mau ditangkap, akan tetapi polisi dan tentara bersikeras untuk menangkap orang-orang yang bersalah.
Bahkan Rony merangkak ke kaki Max dan memohon-mohon agar dirinya tidak dipenjara, tetapi hal itu tidak bisa mengubah keputusan Max saat ini.
“Max tolong ampunilah kita, kita mengaku salah. Kita yang sudah kurang ajar terhadap kalian, mohon ampunilah kita.” Rony memohon.
“Ampun? Apa kamu tidak berpikir kalau dulu kalian berencana membunuhku dan aku saja tidak ampunan dari gerombolan yang sudah mencoba membunuhku.”
“Belum lagi, kalian sudah berani mengambil posisi dan mengusir anggota inti Setiono terdahulu. Apa kalian dulu memberi ampun pada anggota inti keluarga Setiono terdahulu.” Ujar Max.
__ADS_1
“Segera bawa mereka yang terlibat dan hukum mereka secara adil!” perintah Max kepada para polisi dan tentara.