Iam Come Back

Iam Come Back
Metode usulan Rena


__ADS_3

“Belum ... aku belum punya kekasih, wah papa sama mama semangat banget kalau bahas masalah ini.” Ucap Max.


“Iya harus, papa sama mama akan mendukungmu jika kamu menemukan wanita yang tulus mencintaimu.”


“Benar tuh kak, aku juga akan mendukung kakak.”


“Sudah jangan membahas itu lagi! Rena kamu harus segera tidur, besok kamu harus siap pergi ke kantor.” Ucap Max.


Keesokan harinya. Max mengantar Rena ke perusahaan Setiono Group, serta memperkenalkan kepada semua bawahan Setiono Group. Setelah memperkenalkan Rena ke bawahanya, Rena dan Max menuju ruang Big Bos. Max menjelaskan apa saja yang harus dilakukan oleh Big Bos.


Beberapa menit kemudian, Alena datang ke perusahaan itu dan masuk ke ruang Big Bos untuk memberi selamat kepada Rena.


“Tok tok tok,” suara ketukan pintu.


“Iya silahkan masuk!” suara yang terdengar lembut itu adalah Rena yang duduk di kursi meja kerjanya, sedangkan Max sedang duduk di sofa sambil meminum teh.


Begitu Alena masuk, Rena berdiri dan menyambut Alena, “Kak Alena, sudah lama kita tak jumpa kak. Bagaimana kabar om sama tante?”


Alena pun menjawabnya, “Iya sudah lama kita tak jumpa, kabar papa sama mama baik-baik saja. Oh iya, selamat ya, kamu sudah menjadi Big Bos.”


“Iya sama-sama, silahkan duduk dulu kak. Kakak mau minum Kopi atau Teh?” tanya Rena.


“Kopi saja Ren.”


“Wah, Alena kau sudah datang. Gimana kabar proyek pembangunan jalur KRL bawah tanah? Amankan?” tanya Max


“Iya, aku sudah datang. Kabar proyeknya berjalan dengan baik, tidak ada lagi masalah pada proyek.” Jawab Alena.


“Tapi kamu jangan sampai lengah, kalau terjadi masalah, jangan sungkan-sungkan minta bantuan padaku ya,”

__ADS_1


“Kupastikan,” jawab singkat.


Begitu minuman untuk Alena sudah datang, Rena memancing untuk membicarakan masalah asmara, “Oh iya, kak Alena masih belum punya kekasihkan? Berarti kalian berdua ...”


“Bukan seperti itu, Max bagiku sudah seperti kakak aku sendiri, dan Max juga sudah menganggapku sebagai adik sendiri.” Jelas Alena.


“Owh seperti itu, tapi bagaimana kalian akan punya kekasih? Apa kalian tidak memikirkan usia kalian?” tanya Rena.


“Udah, jangan membahas hal itu lagi!” perintah Max.


“Sebenarnya aku punya cara sih untuk kalian agar bisa memiliki kekasih ataupun istri sekaligus dengan cinta yang tulus.” Ucap Rena.


“Hah? Bagaimana caranya Rena? Dicintai dengan tulus adalah hal yang sulit dijaman sekarang, apalagi kalau mereka tahu kalau kita dari keluarga berada.” Kata Alena.


“Begini, bagaimana kalau kalian pergi ke suatu tempat yang memastikan tidak ada orang yang kenal kalian, dan sembunyikan identitas yang kalian miliki sekarang. Jika kalian menemukan orang yang benar-benar tulus mencintai, bukan dari materi tapi dari hati. Maka kalian berhasil menemukan jodoh kalian.” Jelas Rena.


“Bagaimana?” tanya Rena.


“Max, mari kita coba mencari jodoh yang tulus bukan dari materi tapi dari hati yang benar-benar mencintai.” Ajakan Alena.


“Oke, mari kita coba.”


Setelah menyepakati metode ini, Max dan Alena pulang ke rumah masing-masing, sedangkan Rena masih ada pekerjaan yang harus ia tangani.


Sesampainya di rumah, Max menghubungi Sebas, “Sebas, mulai hari ini kalian kerjakan tugas kalian masing-masing. Jika saya ada perlu, maka aku akan menghubungimu.”


“Siap! Dimengerti Jenderal!” Ucap Sebas.


Keesokan harinya.

__ADS_1


Setelah selesai membersikan diri, Max menggunakan pakaian seadanya, karena ia ingin meninggalkan rumahnya dengan caranya sendiri yang tidak membawa apapun, hanya beberapa pakaian santai dan pakaian dalam ia masukkan ke dalam tas rangselnya.


Jam tangan Rolex yang selalu ia gunakan, ia masukkan ke dalam lemari tempat ia mengoleksi jam tangan mahal, ponsel yang termahal ia gunakan ia simpan, hingga dompet keluaran terbaru ia simpan dan menggunakan dompet usang yang hampir ia buang.


Max juga berencana ingin membeli hape yang terbilang sangat murah, karena rencana ke depannya ia hanya ingin menjadi orang biasa, jauh dari kata kemewahan, dan kekuasaan.


Ingin berjalan tanpa tujuan, itulah Max yang ingin lakukan. Hidup mewah dan nyaman ia tinggalkan, karena menurutnya percuma memiliki semuanya jika tidak ada seseorang yang mencintainya dengan tulus.


Sebelum Max meninggalkan rumahnya tidak lupa ia mengabari Rena adiknya serta orang tuanya, karena sangat penting jika Rena dan orang tuanya mengetahui kepergiannya. Mengingat hanya mereka satu-satunya keluarga yang ia miliki dengan banyak kasih sayang.


Rena dan orang tuanya akhirnya tiba di rumah Max, Rena dan orang tuanya menghentikan langkahnya ketika melihat ke arah Max yang kini tengah membawa ransel dan berpakaian seperti seorang bukan Max yang sebenarnya.


Rena nampak sangat terkejut melihat penampilan saudaranya yang terlihat aneh. Menurut Rena pribadi, Max yang biasanya menggunakan pakaian rapih kini hanya menggunakan baju dan celana yang lusuh. Max berpenampilan lebih mirip dengan tukang kebun yang bekerja di rumahnya.


"Apa-apaan ini! Kenapa kakak menggunakan pakaian lusuh seperti ini, buka! Aku tidak menyukai jika saudaraku berpakaian seperti ini," Rena nampak sangat marah melihat saudara laki-lakinya berpenampilan lusuh seperti itu, ia tidak pernah membayangkan seoarang milyader seperti kakaknya akan berpenampilan lusuh seperti itu.


Max hanya tersenyum mendengar ucapan adiknya yang terlalu perhatian menurutnya.


"Ini kan metode yang kamu berikan, aku akan meninggalkan rumah dengan cara seperti ini. Meninggalkan semua kemewahan ini, jaga perusahaan keluarga kita, aku percaya padamu.” Ucap Max.


Max menepuk pelan bahu Rena ketika selesai mengatakan itu, "Papa, Mama, dan Rena, jangan terlalu menghawatirkan aku. Aku akan menghubungi kalian jika sudah sampai tujuan, dan untuk arah tujuanku, aku belum bisa memastikan di mana kakiku akan melangkah dan terbentur."


Rena merasa tidak suka dengan apa yang dikatakan Max padanya, namun ia juga tidak bisa menghalangi keinginan saudaranya yang ingin meninggalkan rumah dengan cara seperti ini. Semua karena metode yang diberikan oleh Rena, Max harus mengalami hal seperti ini.


Siapa yang tidak akan tergoda dengan penampilan kakak beradik ini, Max memiliki wajah yang sangat tampan jika di lihat dari sisi manapun Max selalu terlihat tampan dan menawan, memiliki postur tubuh atletis, kekar. Sementara Rena yang memiliki wajah cukup cantik dan postur tubuhnya sudah seperti model.


Sayembara cinta? Itu tidak berlaku bagi mereka berdua, dengan semua kejayaan yang ia miliki. Itulah tidaklah sulit membuat wanita datang silih berganti kepada Max, bahkan tidak sulit membuat pria datang dengan sendirinya kepada Rena.


"Baiklah, aku akan mengurus semuanya, dan kamu juga harus mengabari aku dimana pun kamu berada, setidaknya aku bisa mengunjungimu." Ucap Rena

__ADS_1


Dengan senyuman yang sedikit ceria Max menampakkan senyumannya kepada adiknya dan orang tuanya, yang mengartikan kalau saat ini ia baik-baik saja.


__ADS_2