Iam Come Back

Iam Come Back
Melindungi Jenderal


__ADS_3

“Eh, ada apa ini?” Isaac melihat sekeliling dan semua orang panik.


Suara langkah kaki semakin jelas dan padat.


“Ini ...”


Isaac terkejut melihat formasi persegi yang dikelilingi oleh tentara. Albert dan Isaac tercengang dengan mulut terbuka ... semua orang ketakutan. Para tentara itu berbaris dan mengepung semua orang, mereka menatap Albert dan yang lainnya dengan tatapan dingin.


“Kruduk ...” para tentara itu mengarah senapan ke Albert dan yang lainnya.


Preman-preman itu mulai membuang tongkat mereka dan mengangkat tangan, bahkan Isaac juga mengangkat tangannya.


Isaac sudah menjadi preman selama bertahun-tahun, dia bisa dibilang pengalamannya banyak. Adegan pembunuhan lebih dari satu lusin orang pun tidak akan membuat Isaac berkedip ... tetapi pemandangan itu benar-benar membuatnya takut.


Albert tidak menyangka bahwa Max akan menelepon orang sebanyak ini. Albert langsung berlutut di tanah dan mengatakan, “Aku tidak melakukan apa-apa!”


Alena dengan kaget menatap Max, sahabatnya itu merasa bahwa Max sedang bersinar pada saat itu. ‘Max mampu memanggil orang sebanyak itu dengan satu panggilan telepon saja?’ pertanyaan muncul di benak Alena.


Pada saat itu juga, seseorang keluar dari barisan utama. Pria itu memiliki tanda pangkat pemimpin, sepertinya adalah seorang kolonel besar, “Barry Hardy, kepala resimen Iron dari wilayah kota S. Melaksanakan perintah untuk melindungi Jenderal Dragon Lord!”


Tiba-tiba, seorang jenderal keluar dari barisan. “Mayor jenderal, resimen Iron dari wilayah kota S sudah berada di posisi, siap menunggu instruksi!”


Barry berlari ke hadapan Sebas dan memberikan hormat, seketika itu Sebas melepaskan sarung tangannya dan mengatakan, “Apakah kalian tidak tahu siapa yang tinggal di sini?” dengan tatapan dinginnya Sebas.


“A-apa ... apakah Jenderal Dragon Lord?” tanya Albert dengan ketakutan sehingga ia bertanya dengan gemetar.


Sebas tersenyum mendengar pertanyaan Albert, “Betul sekali, rumah-rumah yang ada di daerah ini semua milik sang Jenderal Dragon Lord.


“Haah ... bagaimana bisa?”Albert menarik napas dalam dan ia hampir pingsan.


“Sungguh pertanyaan bodoh!” jawabnya Sebas.


Wajah Isaac juga menjadi pucat mendengar nama Jenderal Dragon Lord ... jika dia tahu kalau wilayah itu adalah wilayahnya sang Jenderal Dragon Lord. Meskipun Isaac memiliki 10 nyawa sekaligus, dia tak akan berani datang ke situ.


“Apa yang kalian lakukan dengan begitu banyak orang? Aku curiga! Apakah kalian berencana untuk membunuh Jenderal Dragon Lord?” tanya Sebas dengan mata tertuju ke Albert dan Isaac.

__ADS_1


“Bukan begitu, ini semua hanya salah paham, kesalahpahaman total!”


Lebih dari seratus preman yang berlutu dan bersujud di tanah sungguh spektakuler, begitu banyak preman yang ketakutan.


Max menyuruh Alena untuk masuk terlebihdahulu, “Alena, kamu masuk ke rumah dulu, jangan ganggu mereka.”


Alena dengan ketakutan berlari ke dalam rumah dengan patuh, wanita itu bahkan tidak berani melihat.


Isaac dan para preman itu dengan cepat mengatakan kalau mereka disuruh Albert dan menyingkirkan kesalahan mereka.


“Para jenderal besar, masalah ini benar-benar tidak ada hubungannya dengan kami. Kami di pekerjakan oleh Albert untuk mendapatkan uang ...” ujar Isaac agar segera dibebaskan.


“Betul-betul, kami tidak tahu apa-apa!” ucap para preman.


“Lepaskan mereka, kecuali Albert!”


Albert dan Isaac tidak menyangka siapa yang mengatakan itu ... ternyata itu adalah Max. Hal yang paling menakutkan adalah setelah Max berbicara, mayor jenderal melambaikan tangannya.


“Semuanya cepat pergi, jangan sampai aku melihat kalian lagi!”


‘bukankah ini berarti Max adalah ...’ sebuah pikiran mengerikan muncul di benak semua orang.


“Tu ... tuan Max, aku tidak bersalah! Ini semua rencana papa ...” ucap Albert dengan ketakutan.


“Sebas, apa yang harus dilakukan kalau ada seorang pengkhianat?” Tanya Max dengan tersenyum.


“Hukum mati adalah ganjaran paling sedang, Basmi semua keluarganya adalah ganjaran paling berat!” Sebas meraung.


Albert terkejut dengar perkataan Sebas, tetapi hanya ada sebuah jalur untuk para pengkhianat, yaitu mati!


Albert segera memohon belas kasihan, “Kak Max ... kamu bisa mengampuniku kan? Selam kamu kembali, keluarga kita akan sangat bahagia!”


Max tersenyum dengan mengatakan, “Ketika kamu dulu membuatku terjebak, diusir dari rumah, bahkan membuat rencana untuk membunuhku. Apakah kamu pernah berpikir bahwa kita adalah keluarga?”


“Sepupuku, ini semua adalah sebuah kesalahpahaman.” Albert ingin menangis.

__ADS_1


“Aku dengar, kalian kudeta ya? Mengambil posisi anggotan keluarga inti, sampai-sampai keluarga inti terdahulu kalian usir juga?”


Max mendekati Albert selangkah demi selangkah, Albert sudah tak bisa diam, pria itu tergagap, “Sepupuku ... itu tidak disengaja ... tidak disengaja ...”


“Tidak sengaja?


Max marah dan memukul Albert dengan keras dengan satu pukulan, Albert langsung pingsan.


“Buat dia tak sadarkan diri untuk waktu yang lama dan lumpuhkan dia. Kirim dia kembali ke keluarga Setiono! Katakan saja ini adalah hadiah pertama yang Max berikan!” ucap Max tanpa ekspresi.


“Siap, jenderal!” ucap Sebas.


“Aku ingat kamu, kolonel Barry.” Max melirik ke Barry.


Kolonel Barry serta semua prajurit resimen Iron memberikan hormat kepada Max, kemudian Max juga membalas dengan hormat standar militer!


Ketika Max ke dalam rumah, ia langsung melihat sahabatnya itu yang sedang duduk di sofa sembari menggigil. Pemandangan menakutkan yang luar biasa tadi benar-benar membuat Alena ketakutan, sehingga dia tidak berani melihat situasi di luar.


“Alena, kamu tenang saja, semuanya sudah diselesaikan. Rumah ini sudah menjadi milik aku lagi,” ucap Max untuk menenangkan Alena yang gemetaran.


Alena menatap Max dan bertanya Max denga ragu-ragu, “Benarkah?”


“Iya Alena, mana mungkin para preman itu mau melawan para tentara?” ucap Max.


Alena mendengar kata-kata Max dan menatap pria itu dengan serius, “Max, aku memiliki pertanyaan buat kamu dan kamu harus menjawab dengan jujur tak boleh bohong!”


“Iya-iya, tanya saja apa yang kamu tanyakan. Aku akan menjawab dengan jujur jika itu pertanyaan masih wajar.”


Alena menggigit bibirnya, “Kamu ada hubungan apa denga Jenderal Dragon Lord dan mayor jenderal Sebas? Jawab aku dengan dengan serius dan jujur!”


Max menganggukan kepalanya, “Bukankah aku sudah bilang pada malam perjamuan keluarga Veyron dan Wijaya, aku adalah Jenderal Dragon Lord!”


Setelah mendengar perkataan Max, Alena menjadi pucat karena Alena merasa bahwa Max sedang membual, “Jika kamu melakukan ini lagi, aku tidak memedulikanmu sebagai sahabatku lagi.”


“Oke baiklah aku jelaskan, aku tidak ada hubungannya dengan mereka. Kemarin aku kesini untuk melihat rumahku, tapi tak disengaja aku melihat mayor jenderal di daerah ini dan aku menyimpulkan bahwa Jenderal Dragon Lord pasti tinggal disini.” Ujar Max.

__ADS_1


“Oh gitu, tapi kenapa mayor jenderal Sebas tidak hanya datang karena panggilanmu, tetapi seluruh pasukannya juga?” tanya Alena denga curiga.


__ADS_2