
"Gio," panggil Rezaldin.
Gio beralih melihat ke arah orang yang tengah memanggilnya, lalu melihat ke arah Lisa yang tersenyum melihat ke arahnya. Wajah kesal yang tadi ia tunjukkan untuk Max berubah ketikà melihat Lisa tersenyum melihat ke arahnya.
"Ada apa?” sahutnya Gio.
"Kesini, makan bersama kami," ajak Rezaldin.
Gio beranjak dari duduknya berjalan mendekat ke arah ketiga orang yang tengah mengajaknya untuk makan siang.
Gio duduk di samping Rezaldin, lalu melihat sejenak ke arah Max, kemudian beralih melihat Lisa yang mulai membuka bekal makanan yang bawa.
"Tumben mengajak aku makan bersama, biasanya kalian cuman makan bertiga," tanya Gio agak sedikit bingung melihat ke ketiga orang yang ada di hadapannya.
Apa Max tau? kalau yang menyerangnya waktu itu adalah orang suruhanku, sehingga ia mengajak aku makan bersama dengan dengannya, itulah yang terintas dalam pikiran Gio.
"Lisa bawa banyak makanan, sementara Max membawa bekal yang di buat oleh?" Rezaldin menggantungkan ucapannya tidak ingin ada seseorang yang tau siapa yang telah membuat bekal makan siang untuk Max.
"Siapa?" tanya Lisa penasaran ingin tau siapa yang telah membuat sarapan dan bekal makan siang kepada pemuda yang telah membuat hatinya bergetar ketika duduk di sampingnya.
Gio yang mendengar ucapan Rezaldin, ikut penasaran, siapa yang telah membuat bekal makan siang untuk Max? Namun ia merasa enggan untuk menanyakan hal itu lansung kepada Max hingga ia berbisik di telinga Rezaldin karena terlalu merasa sangat penasaran.
Rezaldin hanya tersenyum mendengar pertanyaan Lisa, ia tidak mengatakan karena Max mengedipkan mata kepadanya, agar tidak mengatakan apapun soal gadis yang ada di kamar kostnya.
Lisa mulai memberikan piring untuk Gio dan juga Rezaldin, sementara Max membuka bekal makan siang yang telah Keysia siapkan untuknya.
Mereka berempat mulai menikmati makan siang bersama, sesekali Lisa tidak berhenti menawari Max agar menambah makanan yang ada di bekalnya. Namun dengan sangat pelan Max menolak dengan alasan makanan yang ada di bekalnya masih terlalu banyak.
__ADS_1
Mungkin Gio merasa kesal melihat apa yang di lakukan Lisa pada Max, hingga ia mulai bertanya kepada Rezaldin.
"Za sebenarnya siapa yang memasak untuk Tio? Aku perhatikan makanannya terlihat sangat lezat dan seperti masakan wanita," bisik pelan Gio hingga tidak terdengar dengan Max dan juga Lisa.
Rezaldin tersenyum ketika mendengar ucapan Gio yang ingin tau, siapa yang telah menyiapkan bekal makan siang untuk Max, hingga ia berbohong kepada Gio.
"Bukan siapa siapa yang memasak untuk Tio di kamar kostnya,” Jawab Rezaldin santai.
"Lantas siapa? Kamu jangan membuat aku merasa bingung dan penasaran, katakan saja, aku tidak akan mengatakan hal ini kepada siapapun."
"Istri Tio yang memasak, ia baru seminggu datang menemui suaminya. Mungkin ia sangat merindukan suaminya hingga ia memilih untuk menemui suaminya,” jawab Rezaldin cepat, dan itu membuat wajah Gio ceria seketika.
Gio merasa sangat senang ketika mendengar ucapan Rezaldin yang mengatakan kalau Max telah memiliki istri, itu berarti ia masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan Lisa.
Ah, Lisa harus tau kalau Tio telah memiliki istri, karena aku tidak ingin Lisa terus mendekati pemuda yang telah beristri, mendingan mendekati aku yang masih bujang.
"Tio, jadi selama ini kamu telah memiliki istri? Aku pikir selama ini kamu itu masih bujang," tanya Gio santai tanpa memperhatikan wajah Lisa yang terlihat sangat kecewa, dan saat itu juga Lisa menghentikan makannya ketika mendengar ucapan Gio.
Lisa beralih melihat ke arah Max, ia menanti jawaban atas pertanyaan Gio, benar atau tidak yang Gio katakan kalau ia telah memiliki istri.
Kenapa rasanya sesakit ini? Mendengar pemuda yang aku cintai kini tengah memiliki istri, batin Lisa.
Dan untuk menjaga keamanan Keysia yang seminggu ini telah menginap di kamarnya Max pun berkata.
"Benar, aku telah memiliki istri, bahkan bekal makan siang ini ia yang membuat untukku," Max menampakkan senyuman ceria ketika selesai mengatakan itu, dan itu membuat Lisa merasa semakin sangat terluka dengan apa yang Max katakan.
"Tio, Rezaldin, Gio. Aku pamit sebentar ya, mau ke? Kalian mengerti kan" ucap Lisa pelan, menampakkan senyum keterpaksaan yang ia nampakkan di bibirnya.
__ADS_1
Lisa merasa sangat sedih dan kecewa mendengar semua kata yang di ucapkan Max, hingga ia memilih untuk pergi meninggalkan mereka bertiga.
Max dan Rezaldin yang mendengar ucapan Lisa, mengangukkan kepala secara bersamaan, sementara Gio mulai memasang senyum kemenangannya. Karena sebentar lagi Lisa akan kembali memperhatikannya sama seperti sebelumnya ketika Max belum bekerja di tempat ia bekerja saat ini.
Makan siang telah berlalu begitu saja, namun Lisa tidak kunjung kembali untuk mengambil bekal makanan yang ia bawa. Semua isi bekal makanannya telah ludes di santap oleh Rezaldin dan Gio, daripada mubajir mendingan kita habis.
"Lisa kemana? Kenapa ia tidak kembali?" tanya Rezaldin kepada Gio.
"Aku juga tidak tau"
"Tempat makan siangnya bagaimana?"
"Biar aku yang membawa ke lokernya" jawab Gio santai.
"Baiklah aku percaya padamu."
Dan semenjak hari itu Lisa tidak pernah lagi membawa bekal makan siang dan itu membuat Rezaldin harus mengeluarkan uang untuk membeli makan siang untuk dirinya, perhatian yang biasa ia tunjukkan untuk Max kini telah berubah, bahkan Lisa enggan bertegur sapa dengan Max lagi, apa yang terjadi dengan Lisa?
Sementara Max semakin rajin membeli bahan-bahan perlengkapan dapur untuk Keysia masak di kamar kostnya, berasa telah memiliki istri.
Hari demi hari berlalu begitu sangat cepat, tidak terasa Keysia telah tinggal di dalam kamar Max selama dua minggu.
Selama itu pula ia tidak pernah melihat cahaya sinar matahari, hingga ia merasa sedikit jenuh tinggal di dalam kamar terlalu lama dan akhirnya keluar dari dalam kamar Max dengan cara mengedap-ngedap seperti pencuri, karena ia ingin agar tubuhnya terkena paparan sinar matahari.
lbu kost yang kebetulan datang berkunjung ke kamar kostnya, tanpa sengaja melihat gadis masuk ke dalam kamar Max salah satu pemuda lajang yang mengontrak di kontrakannya.
Sebagai pemilik kontrakan yang gercet, tidak ingin kontrakannya di kotori dengan adanya pasangan yang belum menikah tinggal di kontrakannya dengan segera menghampiri kamar Max yang kini tengah tertutup rapat seperti tidak ada penghuni di dalamnya.
__ADS_1
Tok, tok, tok.
Suara pintu kontarakan di ketuk oleh pemiliknya, Keysia yang berada di dalam kamar merasa sangat ketakutan.