
Tok, tok, tok.
Suara pintu kontarakan di ketuk oleh pemiliknya, Keysia yang berada di dalam kamar merasa sangat ketakutan. Karena mendengar suara pintu kontrakan yang di ketuk terlalu keras dari luar, ‘ini bukan Tio yang mengetuk pintu melainkan orang lain’, dalam batin Keysia.
"Siapapun yang ada di dalam buka pintunya," ucap datar sang pemilik kontrakan dari luar.
Keysia yang mendengar suara datar itu, mengeluarkan keringat dingin takut, sangat takut jika kali ini ia akan membuat masalah untuk Max.
"Buka pintunya,” teriak pemilik kost dari luar dengan suara yang lebih keras daripada sebelumnya.
Hingga membuat Keysia beranjak dari duduknya, namun sebelum ia berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu, terlebih dahulu ia mengirim pesan untuk Max.
Max harus tau, apapun yang terjadi nantinya, aku yang akan bertanggun jawab, sudah cukup membuat Max merasa kesusahan.
Pelan-pelan Keysia memutar kunci pintu lalu membukanya, dan menampakkan wajah pemilik kost yang terlihat marah melihat ke arahnya.
Ada beberapa orang yang bersama dengan pemilik kost, hingga membuat Keysia semakin ketakutan, ketakutan dengan apa yang akan terjadi ke depannya nanti.
"Kamu siapa?" tanya datar pemilik kost kepada Keysia.
"A-aku, a-ku" Keysia sangat gugup tidak tau harus menjawab apa, pertanyaan dari ibu kostnya.
"Aku apa! Jawab dengan benar.”
"A-aku, aku teman Tio bu," jawab Keysia cepat. Renata terlihat sangat takut dan panik, melihat ke arah orang-orang yang tengah melihat sinis ke arahnya, bahkan salah satu di antara meraka ada yang menghujat Keysia.
"Mungkin gadis ini bukan gadis yang tidak benar." ujar pemuda yang berdiri di belakang pemilik kost.
"Teman! Sudah berapa lama kamu menginap di kamar kost ini?"
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan pemilik kost Keysia menangis sesegukan, hatinya terasa sangat sakit ketika mendengar ucapan salah satu pemuda yang mengatainya gadis yang tidak benar.
Padahal selama ia tinggal bersama dengan Max tidak ada sesuatu yang terjadi di antara mereka, mereka berdua selalu berjaga jarak meskipun kamar kontrakan yang mereka berdua tempati terbilang sempit.
Menginap di dalam kamar pemuda yang masih lajang selama beberapa hari, memang tidak seharusnya Keysia lakukan hal itu, ia tau dan mengerti kalau yang ia lakukan salah. Tinggal sekamar dengan pemuda lajang tanpa adanya ikatan apapun akan mengundang fitnah yang tidak berujung terhadapnya dan tentu bagi Max juga.
"Du-a, minggu bu"
"Apa!” pemilik kos nampak sangat marah dengan apa yang tengah Keysia katakan padanya.
"Kalian berdua menginap di kost ini selama dua minggu tanpa ada ikatan apapun, apa saja yang telah kalian berdua lakukan? Apa kalian berdua menjalani kehidupan kalian layaknya pasangan suami istri?"
Wajah pemilik kost nampak sangat memerah, terlihat jelas kalau saat ini ia sangat marah kepadanya, menginap di kamar pemuda lajang tanpa adanya ikatan apapun sama halnya dengan melakukan hal yang terlarang.
"Tidak bu, kami selalu menjaga batasan kami, kami memang tinggal bersama, namun yang ibu pikirkan sama sekali tidak pernah terjadi di antara kami," Keysia membantah dengan semua tuduhan yang di lontarkan oleh pemilik kost.
"Siapa yang percaya, hanya kamu dan Tio yang tau soal itu," ucapan yang keluar dari dalam mulut pemilik kost seperti tamparan di wajah Keysia.
Max yang baru sampai di tempat kontrakannya, merasa sangat terkejut ketika melihat Keysia telah di kerumuni warga, bahkan Max bisa mendengar ucapan salah satu dari mereka yang merendahkan Keysia secara terang-terangan.
Max kembali dari tempat ia bekerja sebelum waktunya, ia juga merasa sangat panik ketika membaca pesan yang Keysia kirim ke hapenya, hingga tanpa mengabari Rezaldin ia kembali ke kamar kostnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Max berjalan mendekat ke arah Keysia yang kini tengah menangis karena merasa sangat ketakutan.
Max meraih tangan Keysia, agar merasa tenang dan nyaman. Ia tau kalau saat ini pasti Keysia sangat ketakutan, melihat dan mendengar apa yang di katakan semua warga yang telah mengelilinginya.
"Nah, ini pemudanya, pemuda yang tidak tau malu, tinggal bersama dengan wanita di dalam kamar kostnya sampai dua minggu tanpa ada ikatan apapun," ucap warga yang lainnya.
Max nampak sangat kesal ketika mendengar ucapan para warga, namun ia ingin mengatakan apa,mengelak juga tidak akan membuat mereka semua percaya dengan apa yang tidak ia lakukan.
__ADS_1
"Nikahkan mereka berdua saja Bu, jangan sampai ia melakukan hal yang akan mempermalukan nama kota kita,” teriak salah satu warga.
"Tidak! Kami tidak melakukan apapun," tolak Keysia, ia tidak ingin melakukan apa yang di katakan salah satu warga yang menyuruhnya untuk menikah.
"Ala, siapa yang bisa menjamin, kalau mereka berdua tidak melakukan hal apapun," ucap pedas salah satu warga lagi.
Membuat Keysia semakin terisak dengan dengan apa yang telah di katakan warga yang telah mengelilinginya.
Max yang melihat dan mendengar semua ocehan dan cemohan yang ia dapat dari seluruh warga yang semakin banyak berdatangan mengerumuni mereka berdua, tanpa berfikir panjang benar atau salahnya jalan yang ia pilih dengan segera berkata.
"Kami berdua akan segera menikah,” ucap Max dengan lantang.
Keysia membulatkan mata terkejut mendengar kata yang Max ucapkan, ia tidak menduga jika Max akan mengatakan hal itu di depan semua para warga.
"Tapi Tio, kamu jangan mengambil keputusan yang akan membuatmu merasa menyesal nantinya," tolak Keysia lagi.
"Nanti setelah ini, kita akan memikirkan solusi yang benar, aku tidak ingin kita semakin di permalukan gara-gara masalah ini," Max sedikit menjelaskan agar Keysia mengerti.
Keysia hanya mengangukkan kepala mengerti dengan apa yang tengah Max katakan.
Pemilik kontrakan yang mendengar ucapan Max mengangukkan kepala sambil berkata.
"Malam ini kalian berdua akan segera menikah, Tio jika kamu memiliki uang akan lebih baik jika kamu ikut denganku untuk mengurus semua berkas yang akan kamu butuhkan setelah menikah."
Mendengar itu Max hanya mengangukkan kepala menyetujui apa yang di katakan pemilik kontrakan, karena memang itulah yang terbaik menurutnya.
"Maafkan aku Tio, semua ini karena aku" ucap Keysia menyesal dengan semua yang terjadi saat ini.
Max mengajak Keysia masuk ke dalam kamar setelah para warga bubar dan kembali ke rumah masing-masing. Begitupun dengan pemilik kost, ia juga kembali ke rumahnya untuk membantu Max mengurus berkas-berkas pernikahannya dengan gadis yang telah menginap selama selama dua minggu di dalam kamarnya.
__ADS_1
"Kamu tenang Keysia, semuanya pasti akan baik-baik saja." Max terus berusaha menenangkan Keysia, karena setelah ia masuk ke dalam kamar kost, Keysia tidak berhenti menangis.