Iam Come Back

Iam Come Back
Konspirasi


__ADS_3

Setelah perjamuan selesai, tiba-tiba Steven berkata, “Tuan Max, perjamuan malam ini sungguh bagus, tapi mana hadiah yang kamu katakan?”


“Sudahlah, jangan khawatir tentang masalah itu.”


“Hahaha, mungkin kamu cuma banyak omong kosongnya!” sahut Erik.


Max mengeluarkan banyak kunci dan kartu unit villa.


“Apa? Green Mountain House?”


Alena tercengang melihat informasi di kartu unit itu karena dia tahu betapa menakutkan harga villa di Green Mountain House. Bahkan Adam tidak akan berani mengatakan dia bisa membeli villa di Green Mountain House.


“Ayo kita pergi, ikut aku lihat-lihat.”


Max membawa Alena ke Green Mountain House.


Setelah tiba di Green Montain House, Max berkata, “Sebenarnya aku beli 2 unit villa, satu villa sebagai hadiah untuk kamu, dan satunya lagi buat adik kamu sebagai tanda terima kasih sudah membantu aku menyiapkan semua ini.”


Alena sungguh terharu, “Terima kasih banyak Max, aku akan membalas kebaikanmu dikemudian hari.”


Malam itu, Alena tidur sangat nyenyak, bahkan wanita itu bermimpi sambil tersenyum.


......


Di keluarga Veyron, semua orang mendengar berita ulang tahun Alena dan mereka sangat marah.


“Alena pergi ke restoran Relax Dine di S center untuk merayakan ulang tahunnya, kita bahkan tidak diundang!”


Rino mengutarakan pendapatnya, “Mereka bukan apa-apa! Ayah, jika kami tidak membantu mereka sebelumnya, keluarga mereka akan mengemis di jalanan! Sekarang langsung melupakan keluarga mereka setelah mengambil proyek besar.”


“Ini pasti perbuatan orang brengsek yang bernama Max itu, kalian tidak merasa bahwa semuanya telah berubah sejak Max kembali di kota S?” ucap Adam.


“Hmm, jangan harap mereka bisa melanjutkan proyek ini dengan santai!” ucap Lara.


Adam memandang Lara dan bertanya, “Lara, apa kamu ada rencana?”

__ADS_1


“Kakek jangan terlalu khawatir, aku tahu seorang bos di jalanan, jika dia turun tangan, mereka akan ...” jawab Lara.


“Siapa bos yang kamu bicarakan ini?”


“Bos itu adalah Joan!” ucap Lara dengan dingin.


“Oh ternyata Joan ... pria itu sungguh mengerikan dan kejam, dia sudah mengeksekusi lebih dari ratusan orang dengan menggunakan senjatanya.”


“Oke, pergi undang Joan, aku akan mengeluarkan uangnya!” ucap Adam dengan tekad menekannya habis-habisan.


Alena, Kelly, dan orang tuannya tidak mengetahui konspirasi keluarga Veyron. Bahkan Max saja tidak tahu, tapi itu bukan masalah bagi Max.


Proyek pembangunan jalur KRL bawah tanah sudah dimulai dan Alena secara pribadi mengawasi lokasi konstruksinya. Dengan dana yang banyak, tim kontruksi yang Alena pekerjakan adalah yang terbaik dengan efisiensi sangat tinggi. Sehingga dengan cepat, banyak bangunan mulai terbentuk.


Hari mulai malam, pada saat itu juga Alena datang ke tempat konstruksi untuk memeriksanya dan melihat sebuuah keributan, seolah ada yang tidak beres. Alena dan Arya segera ke sana untuk melihat apa yang terjadi.


Alena melihat sekelompok orang yang sedang memegang senjata seperti, batang besi, dan pisau yang ada digenggam mereka, memaksa tim konstruksi untuk melangkah mundur.


“Apa yang terjadi di sini?” tanya Arya.


“Tuan Arya, mereka mengaku kalau mereka adalah penghuni lama tanah ini. Mereka tidak mau menerima uang yang diberikan untuk konstruksi tanah ini, bahkan mereka sampai memukuli orang-orang! Ucap kapten konstruksi.


“Aku adalah bos proyek ini, katakan langsung saja apa yang kalian inginkan di sini!” Alena memandang semua orang tanpa rasa takut.


Seorang yang penuh luka itu memegang dua pisau pendek, pria itu adalah Mirza. Mirza memandang Alena, “Bos? Kalian sudah membeli tanah ini secara paksa tanpa memedulikan warga sekitar! Ganti rugi atau kita hancurkan!”


“Mohon maaf, kita membangun tempat ini melalui prosedur hukum! Jika kalian merasa dirugikan, kalian harusnya menghubungi kantor yang bersangkutan.” Ucap Alena.


“Bodoh amat, kita tidak peduli. Kita hanya tahu kalau kamu sedang membangun sesuatu di tanah kami, dan kami minta ganti rugi 4 miliar!” ucap Mirza dengan dingin.


“Jangan harap kalian mendapatkan uang sepeser pun!” teriak Arya dengan marah.


“Oke, ayo kita hancur semuanya!”


Dengan perintah Mirza, puluhan preman dan para warga segera turun tangan.

__ADS_1


Alena hanya bisa menonton para preman itu menghancurkan konstruksi itu, bahkan menghancurkan tempat para pekerja istirahat.


Setelah semuanya hancur, Mirza tersenyum, dan mengatakan, “Hei, aku memberitahumu! Kalau kalian tidak membayar ganti rugi, kita akan datang setiap hari, dan jangan coba-coba lapor polisi. Jika kalian berani, maka kalian lihat saja bagaimana kami akan membunuh kalian!”


Kemudian Mirza membawa semua orang pergi meninggalkan Alena dan Arya untuk menangis di tempat.


Mirza menghubungi Joan untuk mengatakan, “Joan, sudah selesai!”


“300 juta begitu mudah didapatkan? Hal gampang seperti inisudah selesai?” ucap Joan dengan dingin.


“Betul sekali, besok malam aku masih akan pergi lagi, haha!” kata Mirza yang sangat gembira.


Di sisi lain telepon, Joan sedang di dalam ruangan VIP dengan banyak orang dan diantaranya adalah Isaac. Namun, di dalam lingkungan bos jalanan, Isaac hanyalah level menengah. Tuan rumah besar adalah Joan yang terkenal dan seorang bos yang sudah satu level lebih tinggi dari Isaac.


Kemudian Isaac bertanya, “Ada denganmu Joan? Jika ada masalah, beri tahu aku saja.”


Joan tersenyum, “Tidak ada masalah, keluarga Veyron hanya memberikan aku 300 juta cuma untuk pergi membuat onar di suatu tempat.”


Setelah mendengar kata-kata ‘keluarga Veyron’, Isaac segera bertanya, “Hah? Keluarga Veyron? Joan, apakah bosnya bernama Alena Veyron?”


“Iya, bosnya bernama Alena. Ada apa?”


Lalu Isaac memperingatkan segera ke Joan, “Joan, aku memperingatkan karena kamu adalah saudaraku ... kamu jangan ikut campur dalam masalah keluarga Veyron, terutama Alena dan sekeluarganya.”


“Joan tampak terkejut, “Hah? Emang ada apa? Apa ada yang salah?”


“Kamu tidak boleh menyinggung wanita yang bernama Alena ini! Joan, sebaiknya kamu jangan ikut campur!” kata Isaac.


“Wah wah, ternyata ada seseorang yang aku tidak boleh singgung? Hehe, aku ingin melihat wanita seperti apa!” ujar Joan.


“Joan, kamu harus pikir 2 kali, jangan kamu menyinggung wanita itu. Siapa pun tidak boleh menyinggungnya!”


“Isaac, ada denganmu? Kamu berani sekali mengatakan itu pada Joan? Kamu pikir kamu siapa?”


Ketika Isaac mengatakan itu, Joan langsung marah,”Oke beri tahu aku, apa latar belakangnya wanita itu?”

__ADS_1


“Di belakangnya adalah ... lupakan saja lah. Joan, pokoknya kamu dengarkan nasihatku ... jangan ikut campur.”


Isaac berpikir sejenak tetapi tidak ingin mengatakan identitas orang itu. Jika dia berani berbicara dan membongkar identitasnya, entah dengan bagaimana dia mati nantinya. Tapi Joan tak menghiraukan apa yang dikatakan Isaac tadi, ya sudah biarkan lah Joan tahu sendiri!


__ADS_2