
Eli (mamanya Keysia) yang melihat keromantisan yang di perlihatkan oleh Keysia dan suaminya, tersenyum manis, namun sebenarnya senyuman itu berisi dengan ocehan dan cemohan di dalam hati.
Aku akan sangat senang jika melihat anak yang tidak berguna ini berpisah dengan suaminya, aku tidak ingin melihatnya bahagia dengan suaminya yang tak punya apa-apa. Dan setelah berpisah, keysia akan menikahi pria itu.
"Ayo kita makan pa, ma,” ajak Max pelan menatap ke arah wajah papa dan mama Keysia.
Eli tersadar dari lamunanya ketika mendengar ucapan Max, sementara Rudi hanya tersenyum menanggapi ucapan Max.
"Ayo kita makan."
__ADS_1
Eli mulai menyajikan makanan untuk suaminya
Waktu terus berlalu, Max mulai kembali bekerja hingga akhir bulan, karena setelah menerima gaji ia akan membawa Keysia ke kota kelahirannya, untuk tinggal bersama di rumah mewahnya.
Max telah memikirkan semuanya, setelah ia membawa Keysia ke rumah mewahnya ia akan langsung mengadakan acara resepsi pernikahannya dan mengumumkan kalau dialah istri dari Billionaire Max Setiono, istri yang sangat ia cintai.
Dengan senyuman ceria Max berjalan ke arah kamar kostnya ketika ia baru saja kembali dari tempat ia bekerja, dan melihat Rezaldin tengah melamun di depan pintu kamarnya seorang diri. Karena selama beberapa hari ini ia menginap di rumah Keysia, bahkan Max tidak menemukan Rezaldin di tempat ia bekerja. Sehingga ia merasa sangat bingung dengan ketidakmasukan Rezaldin untuk bekerja, karena setaunya Rezaldin adalah tipe pemuda yang sangat rajin bekerja.
"Hai Za, tumben hari ini kamu tidak masuk kerja?" tanya Max membuka kunci kamarnya melihat ke arah Rezaldin yang kini tengah menatap ke arahnya.
__ADS_1
"Aku merasa pusing Tio, aku merasa tidak ada kekuatan untuk bekerja hari ini, hatiku masih sakit dan sedih, ditambah kemarin malam aku melihat mereka berdua saling menempelkan bibir di depan pintu gerbang rumah Vina," jujur Rezaldin pada Max.
Rezaldin jujur kepada Max, karena ia berfikir, untuk apa menyembunyikan hal ini dari Tio? Toh ia juga sudah tau semuanya, bahkan Tio terlebih dahulu mengetahui hal ini daripada aku.
Max mengerti dengan apa yang telah di lakukan Vina, akan berdampak seperti ini pada Rezaldin.
"Sabar Za, setiap masalah pasti ada akhirnya. Setiap kesedihan pasti akan terbalas dengan kebahagian, aku pernah merasakan hal yang mirip seperti itu, namun sekarang aku telah menemukan kebahagian aku," Max menepuk pelan bahu Rezaldin ketika selesai mengatakan hal itu.
Max tau dan mengerti dengan apa yang tengah Rezaldin rasakan saat ini dan ia juga tau, yang di butuhkan Rezaldin saat ini adalah dukungan. Sehingga ia terus menyemangati Rezaldin, karena dukungan sekecil apapun akan membuat hati sedikit merasa lega.
__ADS_1
"Sudahlah Za, jangan terlalu memikirkan ini semua. Oh iya, apa kamu lancar mengendarai mobil?" tanya Max pelan.
Max memiliki rencana ingin mengajak Rezaldin ke rumah mewahnya dan menjadikan sebagai supir pribadi, ia yakin dan sangat percaya kepada Rezaldin. Kalau Rezaldin tidak akan pernah mengkhianatinya, rasa sakit yang Rezaldin rasakan ketika dikhianati oleh kekasinya, tidak akan pernah ia lakukan kepada orang lain.