Iam Come Back

Iam Come Back
Sekali gesek


__ADS_3

Viola berpikir kalau Max mengikuti acara reuni hanya untuk mengambil simpati dari orang lain.


“Kamu jadi beli villa apa nggak? Beneran sanggup? Kalau nggak sanggup, mending cari di daerah pinggiran saja!” ucap Viola.


“Iya, aku jadi beli villa yang disini!” sahut Max.


“Haha ...” Leni dan sales lainnya pada tertawa.


‘Mau sampai kapan Max terus berlagak?’ guman Viola dalam hati.


“Max, kebayakan yang beli villa di sini langsung cash, jarang yang kredit. Lagi pula kalau ada yang kredit pun minimal bayar DP miliaran, kalau kayak kamu mah mana sanggup!”


“Oke, aku juga akan bayar secara cash!”


“Hah? Cash? Kamu yakin?”


Viola tidak tahu lagi harus bagaimana, hanya demi menjaga kehormatan di hadapan dirinya, Max sampai bicara hal semacam itu. Namun Viola juga ingin melihat apakah Max benar sanggup membeli villanya.


Dia ingin melihat Max mempermalukan dirinya sendiri, akan tetapi ucapan yang keluar dari mulut Max malah membuatnya terkejut.


“Pilihin unit paling mahal yang kalian punya!”


“Tadi kamu bilang apa? unit paling mahal? Yakin?” tanya Viola.


“Kamu nggak punya telinga ya? Unit paling mahal!” teriak Kelly yang sudah mulai kehilangan kesabaran.


“Hmm! Unit paling mahal ya? Coba aku lihat apa kamu sanggup beli? Ayo, ikuti aku!”


Viola membawa mereka berdua ke depan maket unit tersebut dan mengatakan “Ini kebetulan ada 2 unit paling elit yang ada di Green Mountain House, kalian bisa pilih salah satu! kalian juga dapat fasilitas basement parking dan juga cellar untuk penyimpanan barang, dan harganya 110 miliar per unit! Gimana?”


Setelah menjelaskan unitnya dengan terperinci, Viola dengan angkuh mengalihkan pandangan ke Max. Leni beserta sales yang lainnya menertawakan Max, karena dia sudah memilih unit yang harganya mencapai 110 miliar.


“2 unit ini boleh juga! Kata Max.


Tapi Viola hanya tertawa saja berpikir Max sungguh pintar berpura-pura, unit seharga 110 miliar tentu saja bagus, apa masih perlu di ungkit lagi?


Hari ini Viola sudah bertekad akan mendesak Max sampai dia tidak bisa berpura-pura lagi.

__ADS_1


Max mengajak Kelly untuk melihat villa itu, tetapi Viola tidak membiarkan Max pergi, dan secara tak diduga apa yang terjadi kemudian.


Sambil mengeluarkan Black Card, Max berkata, “aku mau beli 2 unit ini sekaligus dan langsung gesek saja!”


Seketika itu semuanya terdiam cukup lama sampai akhirnya Viola merespon.


“Langsung bayar? Yakin kartu itu ada saldonya?” tanya Viola dengan suaranya yang gemetar.


“Iya, buruan! Aku masih ada urusan!”


Viola terkejut saat dian mengambil Black Card dari tangan Max. Black Card yang satu ini adalah kartu yang dibuat secara khusus dan hanya dimiliki oleh Max, yang tidak memiliki limit transaksi!


Ternyata dia sungguh membeli 2 unit sekaligus? Dipenuhi perasaan yang risau, Viola pun menggesek kartunya.


Max kemudian memasukkan PIN-nya dan transaksi pun berhasil. 240 miliar lunas hanya dalam 1 kali transaksi!


Viola begitu syok melihat Max benar-benar sanggup membeli 2 villa yang harganya 110 miliar per unit. Semuanya melihat Max dengan ekspresi tidak percaya, bahkan dengan gaji Viola pun paling tidak memerlukan belasan tahun baru bisa menghasilkan uang sebanyak itu.


Tapi uang sebanyak itu justru dengan mudahnya digesek oleh Max? Sebenarnya selama 6 tahun ini ada apa dengannya?


Entah berapa limit yang ada di Black Card milik Max, tapi Viola yakin traksaksi triliunan pun tidak jadi masalah.


Lantas kontrak pembelian villa pun di cetak.


Ketika Max mau menandatangani kontrak itu, tiba-tiba Max mengatakan, “Kedua villa ini akan menjadi milik kakakmu dan kamu ... ya sudah kamu aja yang tanda tangan! Ujar Max ke Kelly.


Viola, dan yang lain pun nyaris kehilangan akal sehat mereka ketika melihat Max dengan santainnya memberikan kedua villa itu ke orang lain. Sekaya apa dia?


Berkat transaksi kali ini juga Viola mendapatkan komisi sebesar 8 miliar. Transaksi ini meruapakan transaksi terbesar selama dia menjadi sales.


Kejadian ini pun membuat bos Green Mountain House terkejut, dia pun segera datang menemui Max dan memperlakukan Max selayaknya VVIP.


Pada akhirnya Max dan Kelly pun pergi diiringi oleh puluhan orang yang mengantar mereka, sebelum pergi Max sempat bilang ke Viola, “Tenang saja, aku pasti akan datang ke acara reuni kok.”


“Oke.”


Begitu Max dan Kelly pergi dari tempat itu, Kelly pun bertanya, “Kak Max, jadi sekarang aku punya villa?”

__ADS_1


“Iya. Itu kan ada 2 unit villa, nah itu buat kakakmu 1 dan untukmu 1. Tapi untuk sekarang jangan bilang siapa-siapa, kita akan buat surprise untuk kakakmu.”


“Oke baiklah.” Kelly bahkan berencana pindah dari asramanya.


Dengan begitu waktu berlalu dan tibalah hari ulang tahun Alena.


Hari itu semua menunda kesibukan mereka dan mengucapkan selamat kepada Alena.


“Alena, hari ini sudah ada orang yang siapin pesta ulang tahun kamu, sebentar lagi dia bakal kasih kamu kejutan!” ucap Nanda.


“Iya, tempatnya ada di Resort Greengarden!” kata Arya.


Melihat tingkah laku orang tuanya yang aneh, Alena berkomentar, “Resort Greengarden? Di sana kan lumayan mahal, sekali makan bisa puluhan juta! Ulang tahun aku biasa aja juga nggak ada masalah kok!”


“Alena, bukan kami yang pesan, tapi orang lain. Dia pesan paket makanan yang paling mewah di sana, 1 mejanya aja sampai ratusan juta.”


Ketika mendengar ucapan ayahnya, Alena langsung menoleh ke arah Max.


“Tenang saja, bukan nak Max kok! Max yang sekarang mana sanggup.” Kata Nanda.


Baru saja Kelly hendak bicara soal restoran Relax Dine, Max dengan sigap menghentikannya.


Tak lama kemudian sebuah mobil Chevrolet Camaro RS berhenti tepat di depan pintu rumah Alena. Dari mobil tersebut turun seorang pria berjas putih, sambil memegang seikat bunga dia mendatangani Alena.


Ketika membukakan pintunya, Alena mengenali siapa orang tersebut. Dia adalah Steven Morgan, anak dari teman sekolah Arya dulu.


“Wah, Om, Tante kelihatan makin muda ya!” sapa Steven dengan penuh sopan santun sambil memberikan hadiah yang dia bawa kepada Arya dan Nanda.


Barang-barang itu tentunya membuat mereka berdua senang, semuanya merupakan barang mahal yang Steven beli.


“Alena, kamu juga masih tetap cantik ya!”


“Alena, happy birthday ya! Malam ini aku ada kejutan buat kamu! Aku yakin kamu pasti suka!”


“Eh, makasih ya!”


“Om, Tante, malam ini orang tuaku juga bakal datang ke pesta,” ujar Steven ke Arya dan istrinya.

__ADS_1


“Eh? Yang benar? Bagus deh kalau begitu!” tutur mereka berdua kegirangan.


Sebenarnya pesta ini diadakan oleh Steven hanya untuk mendapatkan Alena, karena dari dulu Steven sangat menyukainya. Tapi sebaliknya, Alena tidak menyukainya, karena ia tahu Steven itu orang seperti apa.


__ADS_2