Iam Come Back

Iam Come Back
Mencari rumah Keysia


__ADS_3

Makanan yang Max dan Rezaldin pesan kini telah siap di hadapan mereka, begitupun dengan makanan gadis yang ada di hadapannya kini telah tersedia.


Gadis itu kembali melempar senyuman melihat ke arah Max yang kini mulai meraih makanan yang ada di hadapannya.


Sesekali Max melempar senyuman ke arah gadis yang ada di hadapannya dan mendapat balasan senyuman dari gadis yang ada di hadapannya, hingga makanan yang mereka bertiga pesan ludes mereka makan.


"Mas, tagihan makanan aku berapa?" tanya Gadis itu ingin beranjak dari duduknya.


Namun dengan segera Max berkata, "Biar aku saja yang membayar semua tagihannya."


Hingga membuat gadis yang ada di hadapan Max kembali duduk lalu beralih melihat ke arahnya.


"Terimakasih, tidak usah membayar tagihan makananku, uang aku masih cukup kok," tolak gadis itu pelan dan halus karena ia tidak ingin membuat pemuda tampan yang ada di hadapannya tersinggung dengan apa yang baru saja ia katakan.


"Maaf, bukan maksud aku seperti itu, aku tau uang kamu cukup. Tapi, aku ikhlas ingin mentraktir kamu makan,” dengan cepat Max menjawab ucapan gadis yang ada di hadapannya karena ia tidak ingin gadis itu tersinggung dengan apa yang ia lakukan.


"Kalau begitu terimakasih banyak. Oh iya kenalkan, namaku Keysia Putri biasa di panggil Keysia," ucapnya mengulurkan tangan ke arah Max.


"Ma .." ucapan terputus "Panggil saja Tio, iya itulah namaku,” Max sedikit gugup dengan nama yang baru saja ia ucapkan.


Max mulai mengulurkan tangan kepada gadis yang ada di hadapannya yang bernama Keysia, lalu beralih memperkenalkan Rezaldin sebagai temannya.


Setelah selesai saling memperkenalkan diri di dalam warung makan, mereka bertiga keluar, lalu berjalan-jalan mengelilingi pasar malam.


Sementara Rezaldin yang mengerti dengan apa yang tengah di lakukan temannya, sengaja membiarkan mereka berdua berjalan-jalan saling mengenal satu sama lain.


Max nampak sangat senang ketika Keysia menerima ajakannya untuk berjalan-jalan mengelilingi pasar malam.

__ADS_1


Sekaligus melihat-lihat apa saja yang dijual di pasar malam ini, penjual pakaian, sepatu, semuanya lengkap di pasar malam tersebut dan tidak lupa wahana permainan yang tersedia di pasar malam itu, membuat semakin banyak pengunjung yang berdatangan membawa anak-anak mereka untuk bermain


Malam semakin larut, namun pengunjung pasar malam semakin ramai. Max mengajak Keysia duduk di pinggir karena ia merasa sangat kelelahan terus berjalan mengelilingi pasar malam yang nampak semakin lama.


"Key, duduk di sana dulu cape," ajak Max kepada Keysia dengan menunjuk sebuah bangku kosong yang terletak di dekat jalan.


"Baik," angguk Keysia pelan melihat ke arah Max.


Keysia berjalan agak cepat, hingga dia tersandung batu yang ada di depannya yang membuat Keysia hampir terjatuh ke tanah jika saja Max tidak segera menangkap tubuhnya.


Keysia jatuh ke dalam pelukan Max dan tanpa mereka berdua sadari kedua bola mata mereka saling bertatapan. Cukup lama mereka saling bertatapan hingga akhirnya Keysia menepuk pelan bahu Max untuk membantunya bangun dari pelukannya.


"Tio, bantu aku, maaf dan terimakasih karena telah menolongku."


"Tidak masalah," angguk Max pelan, sambil tersenyum melihat ke arah Keysia yang mulai duduk di bangku kosong itu.


Max ingin menanyakan hal itu, namun ia juga merasa enggan dan takut. Takut jika ia salah orang dan membuat Keysia salah paham dengannya.


Cukup lama Max bercerita-cerita dengan Keysia, hingga malam semakin larut.


“Tio, udah larut nih. Aku mau pulang dulu, takutnya entar kena marah kalau pulang terlalu malam.” Ucap Keysia.


“Oh begitu, iya udah kamu pulang aja dulu. Lagian kamu kan perempuan, nggak sopan kalau perempuan pulang terlalu larut. Hati-hati di jalan ya,” kata Max.


“Bye-bye” kata Keysia sambil melambaikan tangan.


Setelah Keysia pulang, Max mencari Rezaldin untuk mengajak pulang juga. Pulang dari pasar malam, ada banyak kejadian yang Max alami. Di pasar malam ia melihat kekasih Rezaldin bersama dengan pemuda lain, di sana juga ia bertemu dengan gadis yang bernama Keysia Putri.

__ADS_1


Malam semakin larut, namun mata Max sangat sulit ia pejamkan, karena setiap kali ia mencoba untuk tidur, bayangan wajah Max yang kesakitan selalu telihat ketika ia menutup matanya.


Max bangun lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur melihat ke arah langit-langit kamarnya, ia masih terus memikirkan bagaimana keadaan Keysia saat ini? Apa ia baik-baik saja setelah pulang dari pasar malam.


Hingga jam 4 pagi Max tidak bisa tertidur dengan baik, beruntung hari ini hari minggu. Kalau saja bukan ia pasti akan terus menguap di tempat kerja, bahkan ia bisa tertidur sebelum jam istirahat.


Hingga pagi mata Max belum bisa terpejam dengan baik, bayangan Keysia masih memenuhi hati dan pikirannya, mungkin karena itu ia tidak bisa tertidur dengan baik.


Max mengusap wajahnya, memilih bangun untuk melakukan olahraga pagi, agar ia bisa menghilangkan bayangan wajah Keysia di dalam pikirannya. Max meraih baju kaos tanpa lengan yang ia simpan di tempat dimana ia selalu mengantung bajunya, lalu menggunakannya.


Max mulai berlari mengelilingi lorong demi lorong, ia tidak berhenti melihat ke kiri dan ke kanan, berharap akan menemukan rumah Keysia. Karena niatnya berlari di pagi hari ini untuk mencari tau dimana rumah Keysia, pasti rumahnya tidak jauh dari sekitar kota ini.


“Aku bertemu dengannya untuk pertama kali di halte, dan pasti rumahnya tidak jauh dari halte karena ia hanya berjalan kaki kembali ke rumahnya.” Ucap Max.


Setelah sampai di halte, Max melihat sekeliling, bahkan ia melihat ke arah lorong masuk yang Keysia lewati kemarin. Mungkin karena penasaran dengan lorong itu, hingga akhirnya Max berlari ke arah lorong tersebut namun ternyata lorong itu buntu.


Tidak tembus kemana pun yang ada hanya bangunan tua, dan beberapa rumah warga yang tinggal di daerah lorong tersebut.


Max kembali berlari ke arah halte, lalu duduk kembali melihat sekeliling. Akhirnya Max mau pulang, dia berlari menuju ke rumah. Tapi jalur yang ia lewati berbeda dengan sebelumnya, jalur ini sedikit lebih jauh dari jalur yang ia gunakan tadi.


Tanpa sengaja matanya menangkap sosok wanita yang tengah ia cari.


Keysia? Apa itu Keysia? iya memang benar Keysia.


Max berlari ke arah gadis itu, Max mengeluarkan sebuah kertas dari dalam kantong celana yang ia gunakan, lalu memberikan kepada gadis yang kini tengah membuang sampah di bak sampah.


Gadis itu terkejut ketika Max langsung menyelipkan kertas tersebut pada tangannya, gadis itu ingin berteriak karena ia mengira pemuda yang ada di sampingnya adalah seorang pencuri gadis-gadis.

__ADS_1


__ADS_2